Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

KDM Blusukan, Gunungan Sampah di TPS Ciwastra Mulai Hilang

KDM Blusukan, Gunungan Sampah di TPS Ciwastra Mulai Hilang
Tumpukan sampah TPS Ciwastra berkurang setelah diintervensi Pemprov Jabar (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif

  • Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemkot Bandung mengangkut ratusan kilogram sampah dari TPS Pasar Ciwastra, menargetkan pembersihan total dalam tiga hari sejak 28 Mei 2026.
  • Sekda Jabar Herman Suryatman menyebut sekitar 560 ton sampah diangkut ke TPA Sarimukti, dengan tambahan kuota disertai komitmen Pemkot Bandung menyelesaikan masalah sampah dari hulu.
  • Gubernur Dedi Mulyadi turun langsung memimpin penanganan, memastikan tumpukan sampah di wilayah Bandung Raya selesai dalam tiga hari agar tidak ada lagi penumpukan berkepanjangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Bandung, IDN Times - Penanganan tumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Ciwastra terus dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kota Bandung. Sampai hari ini Sabtu (30/5/2026) sampah sudah terangkut ratusan kilogram.

Berdasarkan pantauan IDN Times di lokasi, tumpukan sampah yang menurupi jalan, kini telah bersiah. Tiga hingga empat truk telah pengangkut sampah.

Petugas terlihat memindahkan sampak ke truk menggunakan satu mobil beko. Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemkot Bandung menargetkan tumpukan sampah selesai dalam tiga hari, terhitung mulai Kamis (28/5/2026).

1. Sampah diperkirakan mencapai 560 ton lebih

IDN Times/Azzis Zulkhairil
Tumpukan sampah TPS Ciwastra berkurang setelah diintervensi Pemprov Jabar (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman mengatakan, tercatat ada 560 ton sampai yang harus diselesaikan dari TPS Ciwastra ke TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat. Sampah tersebut berasal dari limbah pasar dan masyarakat.

"Dua sampai tiga hari, mudah-mudahan besok selesai. Di Ciwastra itu timbulan sampahnya 560 ton-an kurang lebih. Sinergi dengan Pemkot Bandung, kami angkut ke TPA Sarimukti," kata Herman saat dihubungi.

Herman menyebut, pembersihan timbulan sampah di TPS Ciwastra ini merupakan intervensi regional dari Pemprov Jawa Barat demi kepentingan masyarakat luas.

2. Intervensi dilakukan karena tumpukan sampah sudah mengganggu

IDN Times/Azzis Zulkhairil
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Intervensi dilakukan, kata Herman karena kondisi timbulan sampah yang kian mengkhawatirkan hingga mengganggu aktivitas perekonomian di pasar tradisional serta kenyamanan warga setempat.

"Pak Gubernur kan bertanggung jawab juga untuk regional Bandung Raya. Jika tidak segera, maka merugikan masyarakat, akan mengganggu," ujarnya.

Pemprov Jawa Barat akan memberikan tambahan kuota pembuangan ke TPA Sarimukti, dengan catatan pemkot harus berkomitmen menyelesaikan akar persoalan sampah di tingkat hulu.

Pemkot Bandung bisa memberdayakan masyarakat serta pemanfaatan teknologi tepat guna menjadi bahan bakar alternatif Refuse Derived Fuel (RDF) agar timbulan sampah serupa tidak kembali berulang.

"Ada kuota tambahan dengan catatan, Kota Bandung kami minta komitmennya, tidak main-main. Harus menyelesaikan persoalan sampah di hulu dan di tengah," kata dia.

3. Dedi Mulyadi pastikan penanganan sampah selesai tiga hari

IDN Times/Debbie Sutrisno
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendatangi lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat. IDN Times/Debbie Sutrisno

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melanjutkan blusukan di Kota Bandung untuk melihat langsung penanganan sampah di TPS Pasar Ciwastra.

Dedi menargetkan persoalan tumpukan sampah di wilayah Bandung Raya diselesaikan dalam waktu tiga hari ke depan. Dia mengaku akan langsung turun ke lapangan untuk memimpin penanganan sampah di kawasan tersebut.

Menurut Dedi, saat ini masih terdapat sekitar 113 ton sampah yang menumpuk dan sebagian di antaranya diduga sudah tidak tertangani dalam waktu lama.

"Pagi hari ini saya akan berangkat ke Bandung untuk mengkomandoi seluruh wilayah Bandung Raya agar sampahnya selesai dalam waktu tiga hari ke depan sehingga tidak ada lagi sampah yang menahun," ujar Dedi, Kamis (28/5/2026).

Dedi menambahkan, persoalan sampah di Bandung Raya kerap meningkat setiap libur panjang karena volume sampah bertambah sementara proses pengangkutan tidak berjalan optimal.

"Setiap libur panjang pasti melahirkan tumpukan sampah yang mungkin tidak selesai ditangani pasca libur itu," katanya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari

Latest News Jawa Barat

See More