Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Diambil Alih Pemprov Jabar, RSUD Patrol Ditargetkan Naik ke Kelas B

Diambil Alih Pemprov Jabar, RSUD Patrol Ditargetkan Naik ke Kelas B
Kepala Dinkes Provinsi Jawa Barat, Raden Vini Adiani Dewi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Pemprov Jawa Barat resmi mengambil alih pengelolaan RSUD MA Sentot Patrol dari Pemkab Indramayu dengan target peningkatan status menjadi rumah sakit kelas B.
  • Kepala Dinkes Jabar menegaskan peningkatan kelas membutuhkan pemenuhan syarat administratif, teknis, serta penguatan SDM melalui program beasiswa dan pelatihan.
  • Gubernur Dedi Mulyadi menyebut RSUD Patrol akan dikembangkan sebagai rumah sakit provinsi yang melayani masyarakat lintas wilayah seperti Indramayu, Subang, dan Majalengka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Bandung, IDN Times - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat menargetkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) MA Sentot Patrol, Kabupaten Indramayu naik ke kelas B setelah pengelolaannya resmi diambil alih oleh Pemprov Jabar dari Pemkab Indramayu.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Vini Adiani Dewi mengatakan, saat ini pemerintah provinsi tengah mempersiapkan semua keperluan untuk meningkatkan kualitas RSUD tersebut agar kualitas pelayanan RSUD Jampangkulon Kabupaten Sukabumi dan RSUD Pameungpeuk, Kabupaten Garut.

"Minimal sebagus (RSUD) Jampangkulon sama Pameungpeuk ya. Maksimal harus kayak Welas Asih. Harus naik kelas, harus jadi B semua," ujar Vini, Rabu (27/5/2026).

1. SDM akan ditingkatkan

IMG-20250804-WA0034.jpg
Kepala Dinkes Provinsi Jawa Barat, Raden Vini Adiani Dewi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Kendati begitu, Vini mengungkapkan, untuk bisa meningkatkan kelas rumah sakit tidak mudah. Ada banyak persyaratan yang harus dipenuhi, salah satunya memaksimalkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di dalamnya.

"Tapi kan tidak semudah membalikkan telapak tangan, karena kan perlu SDM. Yang paling susah SDM. Jadi kamisekolahkan, makanya ada beasiswa-beasiswa gitu," ucapnya.

Kemudian, Vini mengatakan, masih ada sejumlah syarat administratif dan teknis yang harus ditempuh agar RSUD Patrol dapat naik kelas, salah satunya dokumen Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin).

Meski demikian, Vini menargetkan di 2028 RSUD Patrol dapat naik menjadi kelas B dan setara dengan rumah sakit milik provinsi lainnya.

"(RSUD Patrol) ternyata masih banyak persyaratan yang belum ada. Andalalin belum ada, ini kami lagi siapkan. Jadi kalau misalnya tahun 2027 kami persiapkan syarat-syaratnya kan, mereka tuh belum punya andalalin, makanya kami perbaiki dulu syarat-syaratnya, berarti baru pembangunan, berarti 2028 ya paling cepat kami bangun," katanya.

2. RSUD ini ditargetkan tidak hanya melayani warga Indramayu saja

IMG-20260511-WA0028.jpg
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Alih kelola RSUD Patrol disepakati melalui penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Indramayu di Ruang Rapat Gubernur, Senin (25/5/2026) lalu. Prosesi itu disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Bupati Indramayu Lucky Hakim, serta jajaran terkait.

Adapun langkah ini menjadi kelanjutan keputusan Dedi Mulyadi sejak Juli 2025 lalu, untuk mengatasi stagnasi pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut akibat keterbatasan kapasitas pemerintah daerah.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyatakan, RSUD Patrol nantinya akan dikembangkan menjadi rumah sakit milik provinsi yang melayani kebutuhan masyarakat lintas wilayah, bukan hanya Kabupaten Indramayu.

"Ini bagian dari layanan kesehatan Provinsi Jawa Barat. Nanti kami kembangkan Rumah Sakit Patrol, menjadi Rumah Sakit Provinsi Jawa Barat. Nanti melayani wilayah Indramayu, Subang yang dekat situ, dan Majalengka," ujarnya.

3. Bupati Indramayu akui RSUD Patrol tidak berkembang

IMG-20250916-WA0028.jpg
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Sementara itu, Bupati Indramayu Lucky Hakim menilai, penyerahan pengelolaan rumah sakit tersebut menjadi langkah strategis untuk memperbaiki kualitas pelayanan yang selama ini dinilai belum optimal.

"Rumah sakit kabupaten yang memang ada stagnasi di situ, pelayanannya memang kurang optimal. Tetapi alhamdulillah, kami serahkan kepada provinsi, nanti di bawah kepemimpinan Pak Gubernur. Tapi kita mohon nanti akan dibangun menjadi pusat pelayanan rujukan untuk Jawa Barat," katanya.

Sebelum proses penandatanganan dilakukan, DPRD Kabupaten Indramayu lebih dulu memberikan persetujuan resmi terhadap peralihan tata kelola RSUD Patrol dari Pemkab Indramayu ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pengambilalihan RSUD ini diharapkan dapat memaksimalkan pelayanan rumah sakit milik pemerintah di Indramayu.

Share Article
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana

Latest News Jawa Barat

See More