Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bikin Resah Wisatawan, Polisi Tangkap Preman Palak Mobil Plat B di Bandung

Bikin Resah Wisatawan, Polisi Tangkap Preman Palak Mobil Plat B di Bandung
Ilustrasi pemalakan. (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya Sih
  • Sebuah video viral menunjukkan aksi pemalakan terhadap mobil berplat B di Bandung saat perayaan juara Persib, dengan pelaku meminta uang Rp50 ribu disertai ancaman.
  • Kapolsek Coblong, Kompol Riki Erickson, memastikan pelaku bernama Demon telah diamankan dan kini masih diperiksa untuk penyelidikan lebih lanjut.
  • Pelaku diketahui melakukan aksinya di bawah pengaruh minuman keras, dengan motif mencari uang tambahan untuk membeli miras bersama rekan-rekannya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Bandung, IDN Times - Sebuah video pemalakan kepada pengendara plat B di Bandung ramai di media sosial. Aksi itu terjadi ketika Bobotoh merayakan juaranya Persib akhir pekan lalu.

Dalam video tersebut, terlihat pelaku yang mengaku bernama Demon meminta uang senilai Rp50 ribu. Jika korban enggan memberi uang, maka pelaku mengancam bakal merusak mobil yang dikendarai. Korban pun akhirnya memberikan uang kepada pelaku dan melanjutkan perjalanannya.

"Tambahin tambahin tambahin mau hancur di depan, udah koordinasi sama Demon. Terserah berapa aja mau Rp50 ribu mau berapa terserah. Ya terserah aja," kata pelaku sebagaimana dilihat pada Minggu (31/5).

Menanggapi hal itu, Kapolsek Coblong, Kompol Riki Erickson, memastikan pelaku sudah ditangkap. Kini, pelaku masih dimintai keterangan dan masih berstatus sebagai terperiksa.

"Pelaku sudah kita amankan, jadi sudah kita amankan di Polsek Coblong dan sekarang sudah dilakukan penyelidikan," kata dia.

Riki menambahkan, pelaku melakukan aksinya dalam pengaruh minuman keras (miras). Uang hasil memalak juga rencananya akan digunakan oleh pelaku untuk membeli miras.

Belum diketahui nominal uang yang diberikan oleh korban kepada pelaku. Sebab, korban belum membuat laporan resmi ke polisi dan dimintai keterangan.

"Motifnya, jadi pada saat euforia tersebut mereka melakukan minum-minum bersama. Sehingga pada saat itu mungkin kekurangan uang atau bagaimana, mereka meminta uang untuk beli minuman lagi," ucap dia.

Share Article
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest News Jawa Barat

See More