Hashim: Dadan Hindayana Tak Tahan Godaan, MBG Tetap Berjalan

- Hashim Djojohadikusumo menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan meski pimpinan Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, ditangkap terkait dugaan korupsi.
- Hashim mengaku mengenal dekat Dadan selama 15 tahun dan menyayangkan tindakan yang menunjukkan ketidakmampuan menahan godaan jabatan.
- Ia meminta para dokter di seluruh daerah ikut mengawasi pelaksanaan MBG agar bebas dari praktik korupsi demi tercapainya Kedaulatan Kesehatan Indonesia 2045.
Bandung, IDN Times - Dewan Kehormatan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Hashim Djojohadikusumo turut menjadi pembicara dalam Seminar Nasional dan Deklarasi Kedaulatan Kesehatan Indonesia 2045 di GBI Bethel Summarecon Bandung, Rabu (15/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi ini turut menyampaikan semua gagasan besar presiden untuk kesejahteraan kesehatan Indonesia. Namun, dia pun turut bercerita mengenai kondisi progam Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hashim mengatakan, MBG akan tetap berjalan meski beberapa waktu lalu terjadi penangkapan terhadap pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. Dia pun menyayangkan peran Dadan dalam perkara ini.
1. Akui kenal dekat dengan Dadan Hindayana

Di sisi lain, Hashim mengaku mengenal dekat dengan Dadan dan sudah menjadi timnya selama bertahun-tahun. Namu, ketika mendapatkan jabatan tersebut, Dadan justru terbuai dengan adanya godaan yang mengarah pada dugaan perbuatan korupsi.
"Maka pimpinan BGN yang lama sayangnya, saya kenal mereka, termasuk tim saya berapa tahun 15 tahun termasuk tim saya Pak Dadan dan sebagainya, Tapi ternyata beliau dan lain-lain tidak tahan menahan godaan-godaan. Kita enggak usah ketawa, ini sedih. Saya sedih. Tapi itu kenyataan," kata Hashim.
"Tapi saya bisa katakan bahwa program MBG (Makan Bergizi Gratis) akan kita lanjutkan, tidak akan dihentikan," sambungnya.
2. Program MBG dipastikan tetap berjalan

Menurut dia, semua pihak menginginkan Indonesia ada di jalur yang tepat untuk bisa lebih maju, dan MBG sendiri merupakan program yang baik. Namuna, ada beberapa oknum yang justru mengganggu dengan dugaan tindak pidana korupsi.
"Tapi ada yang ganggu-ganggu, timbul penyakit lama namanya korupsi. Kita cepat menanggulangi, kita cepat keluarkan. Ini ibarat kanker timbul-timbul, dan dokter-dokter dan apa resepnya? Kita keluarkan tumor-tumor begitu, betul? Bukan tubuhnya yang kita matikan," jelasnya.
Hashim pun menganalogikan, dengan beberapa kasus korupsi lainnya yang menjerat mantan menteri di mana kementeriannya tetap ada, dan tidak dibubarkan. Hal ini kata dia berlaku untuk program MBG.
"Kita sudah saksikan korupsi di mana-mana dalam sejarah Republik Indonesia. Sudah sejumlah Menteri Agama masuk penjara. Apa?Apakah kita bubarkan KementerianAgama? Ada sejumlah Menteri Pertanian masuk penjara. Apakah kita bubarkanKementerian Pertanian? Sejumlah Menteri Pemuda dan Olahraga. Apakah kita bubarkan Kementerian Pemuda dan Olahraga? Jawabannya adalah tidak," kata dia.
3. Minta dokter ikut mengawasi program MBG

Lebih lanjut, Hashim meminta agar para dokter turut melakukan pengawasan terhadap MBG yang berjalan di daerah masing-masing agar tidak terjadi oknum-oknum yang berusaha mengganggu program tersebut.
"Dan saya mohon para dokter, saya dengar ada hampir 1000 yang hadir hari ini, tolong para dokter mengawasi di tempat masing-masing. Mengawasi, kawal, pantau, selidiki perilaku mitra-mitra dan pengurus MBG di mana pun, jangan sampai ada tumor-tumor lagi," kata dia.
"Kita semua adalah pengawas, saya adalah pengawas dan itu sudah tugas saya. Program ini jalan supaya kita apa? Kita mencapai yang namanya Kedaulatan Kesehatan 2045. Kita ingin Sumber Daya Manusia kita unggul seperti manusia diKorea Selatan," lanjutnya.





















