Farhan Sebut Tekanan Ekonomi Picu Maraknya Kejahatan di Kota Bandung

- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai tekanan ekonomi dan musim libur sekolah menjadi faktor utama meningkatnya aksi pembegalan serta kejahatan jalanan di kota tersebut.
- Pemerintah Kota Bandung bersama kepolisian sepakat mempublikasikan setiap kasus kriminal agar masyarakat lebih waspada dan mengetahui perkembangan penanganan yang dilakukan aparat.
- Polrestabes Bandung menegaskan seluruh pelaku kejahatan akan diproses sesuai hukum, dengan tindakan tegas terukur bila pelaku membahayakan keselamatan petugas maupun warga.
Bandung, IDN Times - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai kondisi ekonomi yang masih penuh tekanan menjadi salah satu faktor yang memicu meningkatnya tindak kejahatan di Kota Bandung, termasuk kasus pembegalan yang belakangan menjadi sorotan publik.
Karena itu, Pemerintah Kota Bandung bersama aparat kepolisian memilih bersikap terbuka terhadap setiap kasus kriminal yang terjadi di wilayahnya.
1. Farhan sebut tekanan ekonomi picu begal

Farhan mengatakan maraknya aksi pembegalan dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya adalah tekanan ekonomi yang dirasakan sebagian masyarakat. Selain itu, ia menilai angka kejahatan jalanan memang cenderung meningkat saat musim libur sekolah.
"Kenapa Bandung ini rawan begal? Ada beberapa hal. Satu, tekanan ekonomi. Dua, memang siklus setiap memasuki libur sekolah ini pasti agak tinggi tingkat kekerasannya," kata Farhan.
Ia berharap tren tersebut dapat ditekan setelah aktivitas sekolah kembali berjalan normal.
2. Pemkot dan polisi sepakat buka semua kasus ke publik

Farhan mengatakan dirinya bersama Kapolrestabes Bandung telah sepakat untuk mempublikasikan setiap kasus pembegalan yang terjadi di Kota Bandung. Menurut dia, keterbukaan informasi penting agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan sekaligus mengetahui perkembangan penanganan yang dilakukan aparat.
"Setiap kejadian begal itu memang kita expose. Tujuannya satu, kita waspada. Dua, para aparat juga sudah melakukan penindakan," ujarnya.
Ia memastikan setiap perkembangan penanganan kasus akan terus disampaikan kepada masyarakat. Farhan memastikan persoalan keamanan akan kembali dibahas bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pada pekan depan. Evaluasi dilakukan untuk melihat perkembangan penanganan kejahatan jalanan di Kota Bandung.
Menurut dia, pemerintah akan tetap menindak setiap pelaku kriminal sesuai aturan yang berlaku. Namun, untuk pelaku yang masih di bawah umur, proses hukum dilakukan dengan memperhatikan ketentuan perlindungan anak.
"Kita enggak mau pura-pura aman. Kita mah apa adanya saja. Apa yang ada itu yang kita tangani langsung. Mudah-mudahan nanti angkanya makin lama makin menurun," kata Farhan.
3. Semua kejahatan akan ditindak tegas

Terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton mengatakan bahwa seluruh pelaku kejahatan jalanan akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Polisi juga tidak akan ragu mengambil tindakan tegas apabila pelaku membahayakan keselamatan petugas maupun masyarakat.
Anton mengatakan, Polrestabes Bandung memberikan perhatian serius terhadap meningkatnya aksi kriminal jalanan yang meresahkan masyarakat. Menurutnya, tindakan kekerasan yang dilakukan para pelaku tidak bisa ditoleransi.
Karena itu, polisi memastikan setiap pelaku yang tertangkap akan diproses secara hukum. Bahkan, tindakan tegas terukur akan dilakukan apabila situasi di lapangan mengancam keselamatan petugas maupun warga.
"Kami dari kepolisian akan menindak tegas para pelaku kriminal yang dengan sangat sadis dan kejam melakukan kekerasan. Kami akan melakukan tindakan tegas terukur, apalagi jika mereka membahayakan petugas maupun masyarakat," ujar Anton, Rabu (15/7/2026).
















