Polemik Musda Golkar Cianjur, Kubu Metty Soroti Pergantian 6 PK

- Menjelang Musda Golkar Cianjur, kubu Metty Triantika menyoroti dugaan pergantian enam pengurus kecamatan yang disebut terjadi setelah beberapa di antaranya menyatakan dukungan untuk Metty.
- Ketua PK Pagelaran, Ridwan Baehaki, mempertanyakan keabsahan surat panggilan klarifikasi dari DPD Golkar Cianjur karena merasa tidak pernah menerima surat sebelumnya dan mengaitkannya dengan sikap politiknya.
- Kuasa hukum Ridwan menilai proses pemanggilan berpotensi melanggar AD/ART partai serta mengindikasikan adanya intimidasi struktural terhadap kader menjelang Musda Golkar Kabupaten Cianjur.
Cianjur, IDN Times – Dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Cianjur mulai memanas. Kubu pendukung bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur, Metty Triantika, menyoroti dugaan pergantian sejumlah pengurus kecamatan (PK) yang disebut terjadi menjelang pelaksanaan Musda.
Sorotan itu muncul saat Ketua PK Partai Golkar Kecamatan Pagelaran, M. Ridwan Baehaki, mendatangi Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur untuk memenuhi Surat Panggilan Klarifikasi III pada Senin (13/7/2026).
1. Ketua PK Pagelaran pertanyakan mekanisme pemanggilan

Ridwan mengaku hadir sebagai bentuk penghormatan terhadap organisasi. Namun, ia mempertanyakan proses pemanggilan yang dilakukan DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur.
Menurut dia, saat tiba di kantor DPD, dirinya hanya diterima pihak sekretariat dan tidak bertemu langsung dengan Ketua DPD Golkar Cianjur TB Mulyana Syahrudin maupun Sekretaris DPD Asep Iwan Gusniardi yang menandatangani surat panggilan.
Ridwan juga mengaku tidak pernah menerima Surat Panggilan Klarifikasi II, meski dalam surat panggilan ketiga disebut dirinya tidak memenuhi panggilan sebelumnya.
"Saya juga tidak pernah menerima Surat Panggilan Klarifikasi II. Anehnya, tiba-tiba yang saya terima justru Surat Panggilan Klarifikasi III yang menyebut saya tidak memenuhi panggilan kedua. Bagaimana mungkin saya dianggap mangkir terhadap surat yang tidak pernah saya terima," kata Ridwan.
Ia menilai persoalan tersebut mulai muncul setelah dirinya menyatakan dukungan kepada Metty Triantika dalam kontestasi Musda Golkar Cianjur.
2. Kuasa hukum singgung dugaan intimidasi struktural

Kuasa hukum Ridwan, Adi Supriadi, menilai terdapat sejumlah hal yang perlu diklarifikasi terkait proses pemanggilan tersebut.
Menurut dia, kliennya telah menunjukkan iktikad baik dengan memberikan kuasa hukum pada panggilan pertama. Namun setelah itu, tidak ada komunikasi maupun agenda klarifikasi yang dilakukan.
Adi mengatakan seluruh proses organisasi seharusnya berjalan sesuai AD/ART dan peraturan organisasi yang berlaku.
"Jika benar instrumen organisasi digunakan untuk menekan kader karena pilihan politiknya dalam Musda, maka terdapat dugaan intimidasi struktural yang mencederai demokrasi internal partai," ujar Adi.
Pihaknya juga mengaku sedang mempelajari berbagai fakta dan dokumen terkait dugaan fitnah maupun intimidasi yang disebut dialami kliennya.
3. Kubu Metty sebut ada enam PK yang diganti

Wakil Sekretaris Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur, Mohammad Irfan Toyalisi, mengatakan persoalan yang dialami Ridwan bukan kasus tunggal.
Menurut Irfan, sedikitnya enam pengurus kecamatan yang diketahui mendukung Metty Triantika disebut mengalami pergantian menjelang Musda.
Ia menilai apabila informasi tersebut benar, maka hal itu bertentangan dengan semangat demokrasi internal partai.
"Yang kami soroti bukan hanya kasus Pak Ridwan. Setidaknya ada enam PK pendukung Bu Metty yang menurut data dan informasi yang kami miliki diganti secara sepihak," kata Irfan.
Menurutnya, pola pergantian tersebut memunculkan dugaan adanya upaya mengubah konfigurasi dukungan menjelang Musda Partai Golkar Kabupaten Cianjur.
Hingga berita ini ditulis, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur TB Mulyana Syahrudin maupun Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur Asep Iwan Gusniardi belum memberikan keterangan resmi terkait pemanggilan Ridwan Baehaki maupun tudingan pergantian sejumlah pengurus kecamatan menjelang Musda.





















