Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Farhan Pastikan MPLS Bebas Perpeloncoan, Seluruh Anak Dapat Sekolah

Farhan Pastikan MPLS Bebas Perpeloncoan, Seluruh Anak Dapat Sekolah
Farhan Pastikan MPLS Bebas Perpeloncoan, Seluruh Anak Dapat Sekolah. Dok Pemkot Bandung
Intinya Sih
  • Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan seluruh anak usia sekolah telah mendapat kursi di sekolah negeri maupun swasta pada tahun ajaran 2026/2027.
  • Farhan menegaskan MPLS wajib bebas perpeloncoan dan difokuskan untuk pengenalan lingkungan sekolah serta pencegahan perundungan melalui pelatihan guru BP.
  • Pemkot Bandung memperkuat pendidikan karakter, kesehatan mental, dan pola hidup sehat siswa lewat kolaborasi dengan TNI-Polri, psikolog puskesmas, serta peningkatan frekuensi pelajaran olahraga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bandung, IDN Times - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 resmi dimulai di Kota Bandung. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan seluruh peserta didik baru telah mendapatkan kursi sekolah, baik di sekolah negeri maupun swasta.

Di sisi lain, Farhan menegaskan pelaksanaan MPLS harus menjadi ruang yang aman bagi siswa baru. Dia meminta seluruh sekolah tidak lagi menerapkan praktik perpeloncoan ataupun bentuk kekerasan selama masa pengenalan lingkungan sekolah.

"Perpeloncoan tidak boleh, sama sekali tidak boleh. MPLS hanya untuk pengenalan sekolah," kata Farhan saat meninjau pelaksanaan MPLS di sejumlah sekolah di Kota Bandung, Senin (13/7/2026).

1. Pemkot pastikan semua anak mendapat kursi sekolah

IMG-20260713-WA0011.jpg
Farhan Pastikan MPLS Bebas Perpeloncoan, Seluruh Anak Dapat Sekolah. Dok Pemkot Bandung

Farhan meninjau pelaksanaan MPLS di SMP Negeri 3, SMP Negeri 10, SD Negeri 047, dan SMP Negeri 43 Kota Bandung. Dari hasil pemantauan, dia memastikan seluruh anak usia sekolah yang telah mengikuti proses penerimaan murid baru sudah memperoleh akses pendidikan.

"Alhamdulillah hari ini tidak ada satu pun anak di Kota Bandung yang tidak mendapatkan kursi di sekolah masing-masing," ujarnya.

Menurut Farhan, pada tahun ajaran baru ini terdapat sekitar 22 ribu siswa baru SD negeri dan sekitar 19 ribu siswa baru SMP negeri. Sementara sekitar 10 ribu siswa lainnya diterima di sekolah swasta sehingga total peserta didik baru mencapai sekitar 51 ribu hingga 52 ribu anak.

Meski demikian, dia mengakui masih ada sejumlah wilayah yang menjadi blank spot karena belum memiliki akses sekolah yang memadai. Pemerintah Kota Bandung akan memprioritaskan pembangunan sekolah baru berdasarkan kebutuhan wilayah. Sementara bagi anak yang belum pernah mengenyam pendidikan formal, Pemkot akan mengarahkan mereka mengikuti pendidikan kesetaraan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

2. MPLS hanya untuk pengenalan sekolah

IMG-20260713-WA0013.jpg
Farhan Pastikan MPLS Bebas Perpeloncoan, Seluruh Anak Dapat Sekolah. Dok Pemkot Bandung

Farhan menegaskan kegiatan MPLS selama lima hari harus difokuskan sebagai masa orientasi dan pengenalan lingkungan sekolah. Seluruh bentuk perpeloncoan maupun kekerasan tidak boleh lagi terjadi di lingkungan pendidikan.

Menurut dia, Pemkot Bandung juga terus memperkuat upaya pencegahan perundungan dengan meningkatkan kapasitas guru Bimbingan dan Penyuluhan (BP). Para guru telah mendapatkan pelatihan dari psikolog dan efektivitasnya akan dievaluasi selama satu semester.

"Salah satu yang kita cegah adalah berkembangnya budaya kekerasan atau budaya bullying di kalangan anak-anak sekolah. Ini harus dicegah sejak awal," katanya.

Farhan berharap sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik untuk berkembang tanpa rasa takut.

3. Pendidikan karakter hingga kesehatan mental jadi perhatian

IMG-20260713-WA0015.jpg
Farhan Pastikan MPLS Bebas Perpeloncoan, Seluruh Anak Dapat Sekolah. Dok Pemkot Bandung

Selain mencegah perundungan, Pemkot Bandung akan melanjutkan Program Penguatan Pendidikan Karakter bagi siswa kelas IX dengan pendekatan bela negara yang melibatkan instruktur dari TNI dan Polri setiap hari Jumat.

Menurut Farhan, pendidikan karakter juga akan dipadukan dengan pendekatan psikologi modern. Pemkot akan mengevaluasi keberadaan psikolog klinis di 12 puskesmas untuk memperkuat layanan kesehatan mental bagi pelajar.

Ia mengatakan hasil pemeriksaan kesehatan gratis menunjukkan mulai meningkatnya persoalan kesehatan mental pada anak, mulai dari stres ringan hingga depresi. Selain itu, ditemukan pula kecenderungan tingginya konsumsi gula, lemak, dan karbohidrat yang berpotensi meningkatkan risiko diabetes di masa mendatang.

Karena itu, Pemkot Bandung tengah mengkaji penambahan frekuensi pelajaran olahraga menjadi tiga kali dalam sepekan agar anak-anak lebih aktif bergerak sekaligus membangun pola hidup sehat sejak usia sekolah.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana

Latest News Jawa Barat

See More