Kecelakaan Beruntun di Indramayu, Tiga Tewas, Belasan Terluka

- Kecelakaan beruntun melibatkan tiga kendaraan terjadi di Jalur Pantura Indramayu, menewaskan tiga orang dan melukai belasan lainnya pada Minggu, 12 Juli 2026.
- Insiden bermula saat mobil pikap berhenti di lajur kanan lalu ditabrak truk dari belakang hingga terdorong ke jalur berlawanan dan kembali dihantam truk lain.
- Polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan, mendata identitas korban, serta memperkirakan kerugian materi mencapai sekitar Rp50 juta.
Bandung, IDN Times – Kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan terjadi di Jalur Pantura, tepatnya di Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Minggu (12/7/2026). Peristiwa itu menyebabkan tiga orang meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara belasan korban lainnya mengalami luka berat maupun luka ringan.
Seluruh korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, polisi juga mengevakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan ke lokasi yang lebih aman sembari melakukan penyelidikan penyebab pasti insiden tersebut.
"Akibat dari kecelakaan itu sebelas orang luka ringan, empat orang luka berat dan yang meninggal ada tiga. Data ini sementara, karena anggota kami masih berada di lapangan," kata Kasat Lantas Polres Indramayu AKP Undang Syarif Hidayat.
Berdasarkan informasi sementara, kecelakaan terjadi di jalur dari arah Jakarta menuju Cirebon dan melibatkan satu unit mobil pikap Daihatsu Grand Max serta dua truk. Pikap bernomor polisi E 8559 RB yang dikemudikan Warkidi membawa 17 penumpang.
Menurut keterangan saksi, kendaraan tersebut sempat berhenti di lajur kanan jalan sebelum ditabrak dari belakang oleh truk Hino Wing Box bernomor polisi B 9260 TEV yang dikemudikan Ibad. Benturan keras membuat pikap terdorong hingga melewati jalur berlawanan.
Nahas, saat berada di jalur berlawanan, pikap kembali dihantam truk Hino bak terbuka bernomor polisi E 8846 BA yang dikemudikan Abdul Muhi. Truk tersebut juga membawa seorang penumpang bernama Budi Syahro.
Akibat benturan beruntun itu, tiga penumpang pikap meninggal dunia di tempat. Selain itu, sopir pikap bersama 14 penumpang lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang berbeda. Ketiga kendaraan juga mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada bagian depan.
Data sementara dari kepolisian mencatat terdapat 11 korban luka ringan, empat korban luka berat, dan tiga korban meninggal dunia. Kerugian materi akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta.
Kapolres Indramayu AKBP M. Fajar Gemilang melalui Kasat Lantas AKP Undang Syarif Hidayat mengatakan petugas masih melakukan pendataan identitas seluruh korban serta mengumpulkan keterangan di lokasi.















