Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pemprov Jabar Bongkar Perpustakaan Gasibu, Akibat Proyek Revitalisasi

Pemprov Jabar Bongkar Perpustakaan Gasibu, Akibat Proyek Revitalisasi
Halaman Gedung Sate Bandung (Vecteezy.com/Jhon Paul)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Pemprov Jawa Barat membongkar Perpustakaan Gasibu sebagai bagian dari proyek revitalisasi kawasan Gedung Sate-Gasibu yang ditargetkan selesai pada Agustus mendatang.
  • Biro Umum Setda Jabar tengah mengkaji konsep baru fasilitas literasi agar tetap nyaman, mudah diakses, dan berkelanjutan bagi masyarakat setelah penataan ruang publik selesai.
  • Pemerintah menjamin semangat literasi tetap hidup melalui transformasi digital dan layanan perpustakaan keliling menggantikan bangunan fisik Perpustakaan Gasibu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat turut membongkar perpustakan yang ada di sisi utara Lapangan Gasibu. Pembongkaran ini menyesuaikan dengan proyek penataan Lapangan Gedung Sate-Gasibu yang ditargetkan rampung pada Agustus mendatang.

Adapun perpustakaan ini merupakan aset milik Biro Umum Sekretariat Daerah (Setda) Pemprov Jawa Barat. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Jawa Barat Kusmana Hartadji mengatakan, pembongkaran perpustakaan merupakan bagian dari penataan ruang publik yang tengah dilakukan Pemprov Jabar.

"Ya itu kan terkait dengan penataan ruang publik. Jadi untuk lebih nyaman, juga lebih sesuai dengan fungsi, lebih optimal sebagai peruntukannya. Jadi intinya pasti berdampak kepada perpustakaan," kata Kusmana dikutip, Sabtu (11/7/2026).

"Bukan berarti tidak ada keberpihakan. Jadi sebetulnya saya juga sudah koordinasi dengan Biro Umum, sedang dikaji nanti apakah pembagian ruang itu secara proporsional," ujarnya.

1. Biro Umum masih melakukan kajian soal pembangunan perpustakaan di Gasibu

IMG-20251029-WA0020.jpg
Gedung Sate (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Biro Umum Setda Jabar, dikatakan dia, masih mengkaji konsep penempatan fasilitas literasi yang baru agar selaras dengan wajah baru kawasan Gedung Sate dan Gasibu. Kajian tersebut, mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kenyamanan pengunjung, kemudahan akses, hingga keberlanjutan layanan membaca bagi masyarakat.

"Jadi sedang dikaji oleh Biro Umum sebetulnya, hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan aspek kenyamanan, termasuk juga kemudahan akses, serta keberlanjutan pemanfaatan oleh masyarakat," ujarnya.

Kusmana mengakui keberadaan Perpustakaan Gasibu selama ini memiliki nilai tersendiri bagi masyarakat. Selain menjadi tempat membaca, perpustakaan tersebut juga menjadi ruang berkumpul, terutama saat akhir pekan. Bahkan, jumlah pengunjungnya mencapai sekitar seribu orang setiap bulan.

"Bahwa perpustakaan memiliki nilai dan kenangan bagi masyarakat di sana ya. Banyak juga sebetulnya pengunjungnya, hampir rata-rata sekitar per bulan itu ada yang 1.000, apalagi Sabtu-Minggu ya," katanya.

2. Berharap masih bisa ditempatkan perpustakan

Ilustrasi Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat (IDN Times/Debbie Sutrisno)
Ilustrasi Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat (IDN Times/Debbie Sutrisno)

Saat disinggung kemungkinan perpustakaan kembali dibangun di kawasan Gasibu, Kusmana mengaku optimistis fasilitas tersebut tetap akan dihadirkan, meski dengan konsep yang menyesuaikan hasil penataan ruang publik.

"Mudah-mudahan ya, mudah-mudah ada lagi. Tapi juga kan ini juga sama-sama ruang publik dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekosistem literasi, sehingga keduanya dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Jadi semangat literasinya mah tetap," ungkapnya.

"Kalau kami menunggu saja nanti karena kan pastilah ada beberapa pemustaka juga yang bertanya seperti itu," tambahnya.

3. Perpustakaan kemungkinan diganti dengan sistem digital

IMG-20250724-WA0020.jpg
Sekda Jabar Herman Suryatman (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman mengatakan, pembongkaran fisik bangunan Perpustakaan Gasibu dilakukan untuk mendukung proyek penataan ruang publik yang terintegrasi langsung dengan Halaman Depan Gedung Sate.

"Perpustakaan Gasibu menyesuaikan desain lanskap penataan halaman Gedung Sate yang terintegrasi dengan lapangan," kata Herman.

Herman bilang, penyesuaian rancangan ini untuk menyesuaikan fungsionalitas dan estetika kawasan pusat pemerintahan agar tampak jauh lebih rapi serta indah. Kata dia, seluruh pemenuhan administrasi penghapusan aset barang milik daerah telah diselesaikan secara legal sebelum konstruksi berlangsung.

"Ini untuk harmonisasi elemen alam dan buatan yang ada area Gasibu, sehingga lebih indah, rapi, dan fungsional. Sudah kami lengkapi dulu administrasi penghapusan barang milik daerah," ujarnya.

Kendati bangunan fisik yang lama telah tiada, Pemprov Jawa Barat menjamin komitmen penguatan literasi bagi publik di area tersebut tidak akan hilang. Sebagai solusi jangka panjang, fasilitas membaca konvensional di kawasan Gasibu akan beralih menuju ekosistem digital yang modern.

"Transformasi dari Perpustakaan Gasibu menjadi digital. Warga yang butuh koleksi fisik, kami sediakan perpustakaan keliling di sekitar Lapangan Gasibu," kata dia.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest News Jawa Barat

See More