Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Musda Selesai, Tidak Ada Lagi Kubu di Golkar Jabar

Musda Selesai, Tidak Ada Lagi Kubu di Golkar Jabar
IDN Times/doc.Golkar Jabar
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Daniel Mutaqien resmi terpilih sebagai Ketua DPD Golkar Jawa Barat, menandai berakhirnya dinamika Musda dan penyatuan kembali seluruh kubu di internal partai.
  • Ahmad Hidayat memilih langkah kompromi politik dengan tidak melanjutkan pencalonan dan berpotensi menjadi sekretaris DPD untuk menjaga soliditas serta mengakomodasi pendukungnya.
  • Kedekatan Ahmad Hidayat dengan mantan Ketua DPD Golkar Jabar, Dedi Mulyadi, dinilai memperkuat komunikasi politik antara partai dan pemerintah daerah melalui posisi sekretaris yang berbasis di Bandung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - DPD Partai Golkar Jawa Barat kini sudah memiliki ketua baru yaitu anggota DPR RI, Daniel Mutaqien. Dinamika yang sebelumnya sempat terjadi selama Musda dipastikan telah berakhir, gerbong pendukung Ahmad Hidayat pun akan masuk dalam struktur kepengurusan.

Hal ini dibenarkan oleh Anggota DPD Partai Golkar Jawa Barat, Asep Suparman. Dia mengatakan, kubu pendukung Ahmad Hidayat pada Musda lalu akan tetap terakomodasi dalam struktur kepengurusan, jika Ahmad ditetapkan sebagai sekretaris DPD Golkar Jabar.

Langkah Ahmad Hidayat yang tidak melanjutkan pencalonan dalam Musda merupakan bagian dari kompromi politik internal, dengan komitmen menjaga soliditas partai sekaligus mengakomodasi para pendukungnya.

"Pak Ahmad punya komitmen bukan hanya menyelamatkan diri, tapi juga memastikan gerbong pendukungnya, baik DPD maupun ormas, ikut terbawa dalam kepengurusan," ujar Asep, Rabu (8/4/2026) malam.

1. Ahmad Hidayat memilih jalan kompromi

IMG-20260402-WA0011.jpg
IDN Times/doc.Golkar Jabar

Komitmen itu kata Asep, berkaitan dengan rencana penempatan Ahmad Hidayat sebagai sekretaris DPD Golkar Jabar, yang disebut menjadi perhatian langsung dari DPP Partai Golkar.

Dalam dinamika Musda, kata dia, proses yang terjadi bukan sekadar mundurnya kandidat, melainkan bentuk kompromi untuk meredam potensi konflik internal.

"Bukan mundur dalam arti kalah, tapi ada kesepakatan agar tidak ada lagi gesekan di internal partai," katanya.

2. Sudah tidak ada lagi kubu

IMG-20260331-WA0077.jpg
Kantor DPD Golkar Jabar (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Lebih lanjut, Asep menambahkan, Ketua DPD Golkar Jabar terpilih, Daniel Mutaqien, juga telah menyampaikan komitmen untuk menghapus sekat antar kubu pasca-Musda.

"Sudah tidak ada lagi kubu-kubuan. Dalam tradisi Golkar, selesai pertandingan ya selesai, semua kembali bersatu," ucapnya.

Dia juga menilai, kedekatan Ahmad Hidayat dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, justru dapat menjadi nilai tambah bagi partai, terutama dalam membangun komunikasi politik dengan pemerintah daerah.

3. Golkar ikut pemenang Dedi Mulyadi

IMG-20260331-WA0075.jpg
Kantor DPD Golkar Jabar (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Menurut Asep, hubungan tersebut memiliki latar belakang historis, mengingat Dedi Mulyadi pernah menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Jabar dan berperan dalam perjalanan politik Ahmad Hidayat.

"Kedekatan itu wajar secara emosional. Bahkan saat Pilgub, Golkar juga ikut dalam koalisi pemenangan," katanya.

Dengan posisi sekretaris yang berbasis di daerah, kata Asep, komunikasi antara partai dan pemerintah provinsi dinilai bisa lebih intens dibanding sebelumnya.

"Kalau sekretarisnya di Bandung, komunikasi bisa lebih sering, lebih cair. Itu justru menguntungkan bagi partai," ucapnya.

Meski demikian, Asep mengaku belum mengetahui secara pasti hasil akhir rapat formatur yang telah dilakukan untuk menyusun struktur kepengurusan DPD Golkar Jabar periode mendatang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More