Minat Kemitraan Bingxue Meningkat Usai IFBC 2026

- Partisipasi Bingxue di IFBC 2026 menarik banyak pengunjung yang tertarik pada peluang kemitraan F&B, menunjukkan minat tinggi terhadap bisnis franchise dengan sistem operasional yang sudah teruji.
- Pameran IFBC menjadi wadah efektif bagi Bingxue untuk menjelaskan konsep kemitraan, memberikan konsultasi langsung, dan memahami kebutuhan calon mitra dari berbagai daerah.
- Tingginya antusiasme masyarakat membuat Bingxue optimistis memperluas jaringan gerai serta terus berinovasi dalam produk dan layanan demi pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
Bandung, IDN Times - Keikutsertaan Bingxue Indonesia dalam ajang International Franchise, License & Business Concept Expo and Conference (IFBC) 2026 mendapat sambutan positif dari para pengunjung. Selama pameran berlangsung, stan Bingxue dipadati masyarakat yang ingin mengetahui lebih jauh peluang bisnis kemitraan di sektor food and beverage (F&B).
Pameran tersebut dimanfaatkan perusahaan untuk memperkenalkan sistem kemitraan sekaligus memperluas jaringan mitra di berbagai daerah. Antusiasme pengunjung dinilai menjadi indikator bahwa minat terhadap bisnis waralaba masih terus tumbuh.
Tak hanya berasal dari kota penyelenggara, calon mitra yang datang juga berasal dari berbagai wilayah di Jawa Tengah dan sekitarnya. Sebagian besar merupakan masyarakat yang ingin memulai usaha dengan model bisnis yang telah memiliki sistem operasional yang jelas.
Selama pameran, tim Bingxue memberikan konsultasi mengenai konsep usaha, proses pembukaan gerai, hingga bentuk pendampingan yang akan diterima mitra. Pengunjung juga berkesempatan mencicipi sejumlah menu unggulan yang menjadi andalan perusahaan.
1. Antusiasme calon mitra dinilai masih tinggi

Manager Bingxue Indonesia, Keidrick, mengatakan tingginya jumlah pengunjung yang mendatangi stan Bingxue menunjukkan bahwa peluang bisnis franchise di sektor F&B masih memiliki daya tarik yang kuat.
"Kami sangat mengapresiasi antusiasme para pengunjung IFBC Yogyakarta 2026. Banyak calon mitra yang datang untuk berkonsultasi, mencari informasi mengenai sistem kemitraan, hingga berdiskusi mengenai potensi pasar di daerah masing-masing. Ini menjadi sinyal positif bahwa minat terhadap bisnis franchise masih terus bertumbuh," ujar Keidrick, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Kamis (23/7/2026).
Menurutnya, banyak calon mitra memilih mencari model usaha yang telah memiliki sistem operasional, pendampingan, serta konsep bisnis yang lebih terarah sehingga dapat meminimalkan risiko ketika memulai usaha.
2. Pameran dinilai efektif mempertemukan pelaku usaha

Selain menjadi ajang promosi, pameran franchise juga dinilai mampu mempertemukan pelaku usaha dengan masyarakat yang ingin berinvestasi maupun membangun bisnis secara mandiri.
"Kami melihat tren masyarakat yang ingin memiliki usaha sendiri terus meningkat. Melalui IFBC, kami dapat menjelaskan secara langsung bagaimana sistem kemitraan Bingxue berjalan serta dukungan yang kami berikan agar mitra dapat mengembangkan usahanya secara berkelanjutan," katanya.
Melalui interaksi langsung selama pameran, perusahaan juga memperoleh gambaran mengenai kebutuhan calon mitra dari berbagai daerah, termasuk potensi pengembangan pasar yang masih terbuka.
3. Bingxue optimistis jaringan gerai terus bertambah

Tingginya minat masyarakat selama penyelenggaraan IFBC menjadi modal bagi Bingxue untuk terus memperluas jaringan gerai di berbagai wilayah. Perusahaan menilai pasar minuman dan dessert masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar seiring meningkatnya permintaan terhadap produk yang inovatif dan terjangkau.
"Kami optimistis momentum positif ini akan berlanjut setelah pameran. Banyak calon mitra yang telah menyampaikan ketertarikannya untuk melanjutkan proses kerja sama. Ke depan, kami akan terus memperkuat layanan kepada mitra dan menghadirkan inovasi produk agar bisnis dapat tumbuh bersama," ujar Keidrick.
Melalui partisipasi dalam IFBC 2026, Bingxue berharap dapat menjangkau lebih banyak calon mitra sekaligus memperkuat ekosistem kemitraan di industri F&B. Perusahaan menilai kolaborasi dengan mitra menjadi salah satu strategi untuk memperluas layanan sekaligus membuka peluang usaha di berbagai daerah.





















