Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Abu Vulkanik Anak Krakatau, Cimahi Belum Terapkan Sekolah Daring

Kota Bandung
Abu Vulkanik Anak Krakatau, Cimahi Belum Terapkan Sekolah Daring
Ilustrasi erupsi Gunung Anak Krakatau (ANTARA FOTO/Atet Dwi Pramadia)
  • Pemerintah Kota Cimahi belum menerapkan pembelajaran daring meski abu vulkanik Anak Krakatau terpapar; kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung tatap muka seperti biasa.
  • Perubahan skema belajar akan dievaluasi jika paparan abu membahayakan siswa dan guru; Disdik mengimbau penggunaan masker di seluruh satuan pendidikan.
  • Sekolah diminta mengurangi aktivitas luar ruangan, menutup pintu dan jendela, serta menunggu hasil koordinasi lintas dinas untuk menentukan keberlanjutan KBM.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Pemerintah Kota Cimahi tidak menerapkan pembelajaran daring untuk Kegiatan belajar mengajar (KBM) di seluruh sekolah, meski abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau masih terasa. Murid di sana tetap belajar di sekolah secara langsung.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana mengatakan, hujan debu abu vulkanik Gunung Anak Krakatau memang saat ini masih dialami masyarakat, namun belum terlalu serius sehingga tidak dilakukan perubahan skema KBM.

"Dampak di Cimahi sudah terasa, kemarin kita lihat juga, debunya sangat halus. KBM sementara belum (daring), masih offline, tetap seperti biasa," kata Ngatiyana, di Jalan Raden Demang Hardjakusumah, Senin (7/9/2026).

  1. 1. Pemkot Bandung imbau murid menggunakan masker

    (Foto ketika Gunung Anak Krakatau erupsi) Dokumentasi Kementerian ESDM
    (Foto ketika Gunung Anak Krakatau erupsi) Dokumentasi Kementerian ESDM

    Meski begitu, evaluasi KBM akan dilakukan jika paparan debu abu vulkanik semakin serius hingga membahayakan peserta didik maupun guru. Dinas Pendidikan (Disdik) telah mengimbau kepada seluruh satuan pendidikan agar peserta didik dan guru menggunakan masker.

    "Untuk pelaksanaan proses belajar-belajar. Kita tetap menggunakan masker, kita upayakan untuk anak-anak kita, kita upayakan untuk cari masker," ujarnya.

  2. 2. Aktivitas luar ruangan dibatasi

    Aktivitas Gunung Anak Krakatau semakin meningkat dan naik status menjadi Level 3 Waspada, Minggu (25/4/2022). (Dok. PVMBG-KESDM).
    Aktivitas Gunung Anak Krakatau semakin meningkat dan naik status menjadi Level 3 Waspada, Minggu (25/4/2022). (Dok. PVMBG-KESDM).

    Di lokasi yang sama, Kepala Disdik Kota Cimahi, Nana Suyatna mengatakan, selain penggunaan masker, sekolah juga diminta untuk mengurangi KBM di luar ruangan. Sekolah diminta perbanyak aktivitas di ruangan tertutup.

    "Selain masker kita juga meminta pengurangan aktivitas di luar kelas, dan meminta satuan pendidikan agar jendela dan pintunya tertutup," kata Nana.

  3. 3. Pemkot Cimahi akan berkoordinasi lebih lanjut

    Gunung Anak Krakatau tertutup kabut tebal karena cuaca mendung, Sabtu (27/8/2022) sore. (IDN Times/Rohmah Mustaurida)
    Gunung Anak Krakatau tertutup kabut tebal karena cuaca mendung, Sabtu (27/8/2022) sore. (IDN Times/Rohmah Mustaurida)

    Disdik akan melakukan rapat koordinasi dengan dinas terkait untuk mengetahui kondisi terkini paparan debu abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di Kota Cimahi. Hasil rapat akan dijadikan dasar bagaimana keberlangsungan KBM di sekolah-sekolah Kota Cimahi.

    "Kami menunggu tim, mungkin nanti siang akan rapat dengan Pak Wali (Kota) bersama yang lain, menyikapi dinamikan yang terjadi di wilayah Kota Cimahi, kita koordinasi dengan wilayah Bandung Raya, belum ada yang melakukan PJJ," kata dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More