Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Farhan Siapkan Speaker Peringatan untuk Lawan Begal di Bandung

Farhan Siapkan Speaker Peringatan untuk Lawan Begal di Bandung
Wali Kota Bandung, M. Farhan (Humas/Pemkot Bandung)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Pemerintah Kota Bandung akan memasang speaker peringatan terintegrasi dengan CCTV di titik rawan untuk memperkuat keamanan dan mencegah aksi begal yang marak terjadi.
  • Wali Kota Farhan menugaskan petugas command center Dishub siaga 24 jam, meningkatkan patroli malam, serta mempercepat respons terhadap laporan masyarakat di wilayah rawan kejahatan.
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengadakan sayembara berhadiah Rp5–50 juta bagi warga yang berhasil menangkap pelaku kejahatan jalanan dan menyerahkannya kepada pihak kepolisian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Masyarakat Kota Brandung saat ini tengah waswas karena maraknya aksi kejahatan jalanan yang kerap terjadi di malam hari. Munculnya begal dan aksi pencurian lainnya kini banyak terjadi di beberapa titik wilayah hukum Kota Bandung.

Guna memberikan rasa aman, Pemkot Bandung berencana akan memasang speaker peringatan yang akan dipasang di beberapa titik rawan. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, pemasangan speaker ini akan diintegrasikan dengan CCTV.

"Khusus Kota Bandung, CCTV dan command center yang dimiliki Dinas Perhubungan serta Diskominfo akan dilengkapi dengan speaker untuk memberikan peringatan di lokasi-lokasi yang dinilai rawan," ujar Farhan, Kamis (23/7/2026).

1. Command center diminta siaga 24 jam

IMG-20251211-WA0046.jpg
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Farhan juga memerintahkan agar petugas command center Dishub Kota Bandung bertugas secara penuh dalam memantau kondisi titik-titik rawan saat malam hari. Berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah provinsi, dia mengatakan, patroli pun akan digelar lebih massif.

"Selain itu, petugas di Dishub maupun command center akan kembali siaga selama 24 jam. Akan dihadirkan patroli serta sistem respons cepat terhadap pengaduan masyarakat di berbagai titik," jelas Farhan.

Farhan pun tidak menampik, saat ini aksi kejahatan jalanan ini banyak terjadi di Kota Bandung. Hanya saja, hal tersebut terjadi merata di beberapa wilayah Bandung Raya lainnya.

"Meningkatnya pemberitaan mengenai tindakan kriminalitas memang menimbulkan keresahan di masyarakat. Berdasarkan data yang ada, jumlah kejadian pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan atau begal, serta tindak kriminal lainnya terjadi merata di empat wilayah Bandung Raya," tuturnya.

2. Orangtua diminta buat surat pernyataan

IMG-20250705-WA0051.jpg
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Berdasarkan data yang didapatkan Farhan, aksi kejahatan jalanan yang terjadi di Kota Bandung mayoritas ada di beberapa daerah perbatasan. Belum lagi, saat ini kata dia, banyak pelajar yang sudah berani mencuri sepeda motor.

"Bahkan ditemukan fakta bahwa kunci T saat ini cukup populer di kalangan anak-anak SMP dan digunakan untuk belajar membuka kunci motor. Selain itu, persoalan minuman keras juga menjadi perhatian serius," katanya.

Dengan begitu, Farhan berencana akan meminta orangtua untuk membuat surat pernyataan agar para peserta didik tidak terpapar hal-hal negatif di luar lingkungan sekolah.

"Untuk mengatasi persoalan tersebut, di bawah koordinasi Pak Gubernur, kami akan melibatkan para orangtua. Nantinya kepala sekolah akan meminta orangtua membuat surat pernyataan untuk mencegah anak-anak mereka terlibat dalam perilaku negatif, mulai dari merokok hingga mengonsumsi minuman keras," kata dia.

3. Gubernur Dedi Mulyadi buka sayembara

IMG_20260715_151843.jpg
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Sementara itu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi justru membuat sayembara kepada warganya yang berhasil menangkap begal dan kejahatan jalanan lainnya kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian akan diberikan hadiah Rp5 juta hingga Rp50 juta.

"Saya memberikan sayembara pada seluruh warga Jabar. Yang bisa melumpuhkan maling, copet, jambret, begal, rampok kami siapkan hadiah dari Rp5 sampai Rp50 juta yang mampu melumpuhkan berbagai aksi kejahatan dan menyerahkannya kepada kepolisian dalam keadaan hidup," ujar Dedi, Kamis (23/7/2026).

Politisi Partai Gerindra itu mengatakan, kebijakan tersebut bagian dari upaya memperkuat keamanan di Jawa Barat di tengah meningkatkannya aksi kejahatan jalanan. Menurutnya, pemberantasan kejahatan jalanan tidak hanya mengandalkan aparat, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.

Kemudian, Dedi mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk mencegah aksi kejahatan.

"Siaga menghadapi begal. Kita terus berkoordinasi dengan jajaran kepolisian khususnya Polda Jabar dan kita juga akan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk siaga menghadapi berbagai aksi kejahatan di Jawa Barat," katanya.

Share Article
Editorial Team

Latest News Jawa Barat

See More