Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tanpa MBG, Harga Pangan di Cirebon Turun Drastis

Tanpa MBG, Harga Pangan di Cirebon Turun Drastis
Sejumlah siswi SMP IT Al Fateeh Tahfidz dan Entrepreneur, Pedurungan Semarang mengonsumsi masakan MBG. (IDN Times/bt)
Intinya Sih
  • Harga sejumlah bahan pokok di Cirebon menurun, terutama cabai rawit merah turun 12,85 persen dan bawang merah turun 5,51 persen meski Program Makan Bergizi Gratis sedang dihentikan sementara.
  • Warga mengaku pengeluaran rumah tangga terasa lebih ringan karena harga cabai, ayam, dan telur yang melandai dalam beberapa pekan terakhir di pasar tradisional.
  • Harga beras tetap stabil di berbagai kualitas sehingga membantu menjaga kondisi pasar pangan tetap kondusif dan menahan potensi inflasi di tingkat konsumen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Cirebon, IDN Times - Harga sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Cirebon terus menunjukkan tren penurunan pada Senin (6/7/2026). Penurunan terjadi pada berbagai bahan pokok, mulai dari cabai, bawang, daging ayam, telur hingga minyak goreng. Sementara harga beras relatif stabil tanpa perubahan.

Kondisi ini terjadi di tengah penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah 22 Juni hingga 13 Juli 2026. Kebijakan tersebut diberlakukan berdasarkan Surat Edaran Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 12 Tahun 2026 tentang penyesuaian operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama periode libur sekolah. 

Berdasarkan data pemantauan harga pangan Kabupaten Cirebon, cabai rawit merah menjadi komoditas yang mengalami penurunan paling besar, yakni 12,85 persen menjadi Rp51.900 per kilogram. Disusul cabai merah besar yang turun 5,84 persen menjadi Rp42.750 per kilogram dan cabai merah keriting turun 5,07 persen menjadi Rp41.200 per kilogram.

Selain kelompok cabai, harga bawang merah turun 5,51 persen menjadi Rp45.450 per kilogram. Daging ayam ras segar turun 2,96 persen menjadi Rp32.800 per kilogram, sedangkan telur ayam ras segar turun 4,09 persen menjadi Rp24.650 per kilogram.

1. Cabai dan telur jadi penyumbang penurunan

Pembagian menu MBG di SD Negeri 060843 Medan (dok.istimewa)
Pembagian menu MBG di SD Negeri 060843 Medan (dok.istimewa)

Data menunjukkan hampir seluruh komoditas yang mengalami perubahan bergerak ke arah penurunan. Cabai rawit hijau turun 3,34 persen menjadi Rp47.700 per kilogram. Gula pasir premium turun tipis menjadi Rp19.300 per kilogram, sementara minyak goreng curah turun menjadi Rp21.350 per liter.

Adapun harga daging sapi relatif stabil. Daging sapi kualitas I tercatat Rp157.100 per kilogram dan kualitas II Rp148.050 per kilogram.

Sementara itu, harga beras tidak mengalami perubahan. Beras kualitas super I bertahan di Rp17.100 per kilogram, beras medium I Rp15.400 per kilogram, dan beras kualitas bawah I Rp14.150 per kilogram.

Stabilnya harga beras menjadi penahan utama inflasi pangan di tingkat konsumen karena komoditas tersebut merupakan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari.

2. Warga rasakan belanja lebih ringan

ilustrasi pasar tradisional (pexels.com/Hugo Heimendinger)
ilustrasi pasar tradisional (pexels.com/Hugo Heimendinger)

Sejumlah warga mengaku mulai merasakan penurunan pengeluaran belanja rumah tangga dalam beberapa pekan terakhir.

Siti Aminah (42), warga Kecamatan Sumber, mengatakan harga cabai yang sebelumnya sempat mendekati Rp60.000 per kilogram kini mulai turun sehingga belanja dapur menjadi lebih ringan.

"Yang paling terasa cabai sama telur. Biasanya kalau cabai mahal belanja harian ikut membengkak. Sekarang sudah agak turun, jadi lebih mending," kata Siti saat ditemui di Pasar Sumber, Senin (6/7/2026).

Hal senada disampaikan Dedi (38), warga Kecamatan Weru. Menurut dia, harga ayam dan telur yang melandai membantu mengurangi pengeluaran keluarga.

"Kalau ayam turun pasti terasa karena hampir setiap minggu beli. Telur juga sekarang lebih murah dibanding beberapa minggu lalu," ujarnya.

3. Beras bertahan, pasar relatif kondusif

Ilustrasi beras putih (pexels.com/Suki Lee)
Ilustrasi beras putih (pexels.com/Suki Lee)

Pada kelompok protein hewani, harga daging ayam ras segar turun 2,96 persen menjadi Rp32.800 per kilogram. Telur ayam ras segar turun 4,09 persen menjadi Rp24.650 per kilogram. Sementara itu, harga daging sapi relatif stabil dengan penurunan tipis. Daging sapi kualitas I tercatat Rp157.100 per kilogram dan kualitas II Rp148.050 per kilogram.

Komoditas bawang juga mengalami penurunan harga. Bawang merah ukuran sedang turun 5,51 persen menjadi Rp45.450 per kilogram. Adapun bawang putih ukuran sedang turun 0,69 persen menjadi Rp43.100 per kilogram.

Pada kelompok kebutuhan pokok lainnya, minyak goreng curah turun 0,93 persen menjadi Rp21.350 per liter. Minyak goreng kemasan bermerek I turun 0,43 persen menjadi Rp23.250 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek II tetap berada di level Rp22.700 per liter. Gula pasir premium turun tipis menjadi Rp19.300 per kilogram dan gula pasir lokal bertahan di Rp18.400 per kilogram.

Berbeda dengan komoditas lainnya, harga beras tidak mengalami perubahan. Beras kualitas bawah I tetap Rp14.150 per kilogram dan kualitas bawah II Rp13.600 per kilogram. Beras kualitas medium I bertahan di Rp15.400 per kilogram dan medium II Rp14.750 per kilogram. Sementara beras kualitas super I dan super II masing-masing tetap Rp17.100 per kilogram dan Rp16.000 per kilogram.


Share Article
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest News Jawa Barat

See More