Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Siaga Darurat Kekeringan, BPBD Jabar Minta Bogor hingga Ciamis Siaga

Siaga Darurat Kekeringan, BPBD Jabar Minta Bogor hingga Ciamis Siaga
Ilustrasi kekeringan. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • BPBD Jawa Barat menetapkan status siaga darurat kekeringan dan karhutla di 27 kabupaten/kota mulai 1 Juli hingga 30 September 2026 karena potensi kemarau panjang.
  • Tiga wilayah paling terdampak kekeringan sebelumnya, yaitu Bogor, Bandung, dan Ciamis, diminta memperkuat mitigasi agar pasokan air bersih dan pertanian warga tidak terganggu.
  • Pemerintah provinsi bersama BMKG dan BPBD memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memantau cuaca, menyiapkan sumber air alternatif, serta mempercepat penanganan bila terjadi kondisi darurat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bandung, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat meminta sejumlah daerah waspada terhadap potensi kekeringan serta kebakaran hutan yang akan terjadi dalam kondisi kemaru panjang tahun ini.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun mengatakan, pada beberapa tahun kemarin peristiwa kekeringan sempat terjadi di ratusan kecamatan yang ada di beberapa wilayah Jabar.

"Pembelajaran pada 2023, dampak kekeringan itu di 258 kecamatan di 727 desa/kelurahan di Jawa Barat. Yang paling terdampak banyak itu di wilayah Bogor, Kabupaten Bogor (201 desa), kemudian Kabupaten Bandung (85 desa), dan di Kabupaten Ciamis (57 desa)," ujar Teten, Sabtu (4/7/2026).

1. Kekeringan bisa saja terjadi ke beberapa daerah lain di Jabar

Ilustrasi kekeringan. (IDN Times/Aditya Pratama
Ilustrasi kekeringan. (IDN Times/Aditya Pratama

Dengan begitu, tiga daerah tersebut diharapkan Teten bisa lebih maksimal melakukan mitigasi kekeringan agar tidak terdampak kepada pertanian warga dan kebutuhan air bersih lainnya.

"Jadi kami antisipasi untuk spot-spot daerah tersebut agar tidak terjadi kekeringan. Namun, ini bisa juga nantinya mungkin bergeser ke daerah yang lain," ucapnya.

Selain kekeringan, pada 2023 juga ditemukan peristiwa Karhutla yang mana dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat. Peristiwa ini terjadi beberapa di antaranya di Kabupaten Sumedang, Subang.

"Kemudian di 2023 juga ada dampak Karhutla terjadi di 24 kabupaten/kota di 231 kecamatan, 470 desa dan kelurahan. Yang banyak kebakaran lahan dan hutan itu di wilayah Majalengka, Sumedang, kemudian Subang dan Sukabumi," kata dia.

2. Bantuan air bersih sudah dipersiapkan untuk wilayah terdampak

Ilustrasi kekeringan akibat kemarau panjang dan fenomena El Nino terjadi di Indonesia, Senin (18/9/2023). Cover Grafis IDN Times
Ilustrasi kekeringan akibat kemarau panjang dan fenomena El Nino terjadi di Indonesia, Senin (18/9/2023). Cover Grafis IDN Times

Mengenai perkiraan pasokan air bersih untuk bantuan ke daerah yang mengalami kekeringan, Teten mengatakan, hal itu belum dipastikan. Dia hanya memastikan sumber air yang akan digunakan sudah ditentukan.

"Detailnya kami belum bisa memastikan, tetapi spot-spot air yang siap untuk diangkut dan didistribusikan kita sudah menetapkan. Ada peta-petanya," katanya.

Kendati begitu, dia meminta agar pemerintah daerah yang membutuhkan bantuan air bersih karena terdampak kekeringan, bisa langsung berkoordinasi dengan BPBD Jabar untuk kemudian diberikan bantuan langsung.

"Kami sudah rakor dengan kecamatan. Dan biasanya kalau mereka tidak bisa mengcover, turun dari teman-teman BPBD kabupaten/kota maupun BPBD Provinsi," kata dia.

3. Jabar siaga kekeringan dan kebakaran hutan

Ilustrasi kekeringan di Lombok, NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Ilustrasi kekeringan di Lombok, NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di seluruh wilayah Jawa Barat mulai 1 Juli hingga 30 September 2026.

Keputusan siaga darurat tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.307-BPBD/2026 yang berlaku di 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat yang diteken langsung Dedi Mulyadi.

Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, status siaga darurat menjadi dasar bagi pemerintah daerah mempercepat koordinasi, mobilisasi sumber daya, serta dukungan pendanaan penanggulangan bencana.

Kebijakan tersebut diambil berdasarkan prediksi BMKG mengenai potensi musim kemarau yang berisiko memicu kekeringan, krisis air bersih, gangguan sektor pertanian, hingga kebakaran hutan dan lahan.

Herman menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca bersama BMKG dan BPBD serta memperkuat koordinasi lintas sektor agar penanganan dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi kondisi darurat di lapangan.

Selain itu, turut dikeluarkan juga Surat Edaran Nomor 4918/PB.01.03/BPBD tertanggal 12 Juni 2026, Dinas Sumber Daya Air diminta memantau debit waduk, bendungan, embung, dan sumber air lainnya serta menyiapkan sumber air alternatif.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana

Latest News Jawa Barat

See More