Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Berkenalan Lewat Medsos, Siswi SMP di Bandung Dirudapaksa Enam Orang

Berkenalan Lewat Medsos, Siswi SMP di Bandung Dirudapaksa Enam Orang
Ilustrasi rudapaksa (canva)
Intinya Sih
  • Seorang siswi SMP di Bandung berinisial P menjadi korban rudapaksa enam orang setelah berkenalan dengan salah satu pelaku melalui media sosial dan diajak bertemu di kawasan Sapan.
  • Dua pelaku dewasa telah ditahan oleh Polresta Bandung, sementara pelaku lain yang masih di bawah umur tidak ditahan langsung; korban kini menjalani pemulihan trauma mendalam.
  • Kuasa hukum korban menegaskan agar tidak ada upaya damai antara keluarga korban dan pelaku, serta mengingatkan pentingnya pengawasan penggunaan media sosial oleh orang tua.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bandung, IDN Times - Seorang siswi sekolah menengah pertama di Bandung berinisial P menjadi korban rudapaksa enam orang di sebuah rumah di kawasan Sapan, Kabupaten Bandung. Kasus ini sekarang sudah ditangani kepolisian dari Polresta Bandung.

Perwakilan kuasa hukum korban, Reyraya Respati mengatakan, kasus ini bermula ketika korban berkenalan dengan salah satu pelaku melalui media sosial. Pelaku kemudian mengajak bertemu setelah keduanya berbincang melalui aplikasi WhatsApp. Setelah pertemuan pertama, korban dan pelaku pun bertemu kembali pada 29 Juni 2026.

"Pada hari Senin itu korban dan salah satu pelaku bertemu kemudian korban dibawa ke sebuah rumah dan kemudian dirudapaksa oleh enam orang," kata Reyraya saat dihubungi, Jumat (3/7/2026).

Sebelum aksi bejat para tersangka, korban mengaku sempat diberikan minuma yang memabukkan hingga yang bersangkutan tidak berdaya dan kehilangan kesadaran. Barulah setelah kejadian korban sadar sudah mendapatkan perlakukan tidak senonoh.

1. Diterlantarkan di daerah Sapan

Ilustrasi rudapaksa. (Istimewa)
Ilustrasi rudapaksa. (Istimewa)

Pihak keluarga yang mencoba menghubungi korban setelah yang bersangkutan tidak pulang ke rumah tidak mendapatkan respon karena ponsel P dibawa salah satu pelaku. Barulah setelah kejadian ponsel dikembalikan dan korban dibawa ke pinggir jalan untuk dilepaskan.

"Jadi ketemuanya ini di pinggi jalan di sekitar Sapan," papar Reyraya.

Ketika pulang ke rumah korban yang dalam keadaan lemas ditanya oleh anggota keluarga atas kejadian yang menimpanya. Korban yang masih trauma belum bisa menjabarkan secara detail walaupun dia mengaku sudah dirudapaksa oleh pria yang dikenalnya di media sosial.

2. Dua pelaku sudah ditahan

Ilustrasi borgol (IDN Times)
Ilustrasi borgol (IDN Times)

Rey menyebut bahwa kasus ini sudah masuk ke ranah kepolisian di mana dua orang pelaku yang sudah dewasa telah ditahan. Sementara pelaku lainnya karena masih di bawah umur sehingga tidak ditahan langsung oleh kepolisian.

Untuk korban sendiri sekarang masih menjalani penyembuhan trauma pascakejadian karena hingga sekarang P belum bisa berbicara secara gamblang tentang apa yang menimpanya.

"Komunikasinya belum baik karena ada traumanya. Makanya kemarin pun memang baru assesment awal saja untuk konseling juga. Dia belum bisa menceritakan (kejadian) karena trauma mendalam," ungkap Reyraya.

3. Jangan sampai berdamai

Ilustrasi pemerkosaan. (Dok. Istimewa)
Ilustrasi pemerkosaan. (Dok. Istimewa)

Atas kejadian ini, Reyraya berharap pihak keluarga korban dan pelaku yang mayoritas masih di bawah umur tidak kemudian berdamai. Sebab, jika para pelaku dilepaskan begitu saja bisa jadi mereka melakukan hal serupa di kemudian hari.

Ini terlihat dari pola yang dilakukan di mana salah satu pelaku berkenalan dengan korban kemudian berselang pertemuan lainnya korban diberikan minuman yang membuatnya tidak sadarkan diri.

"Karena ini dilakukan bukan oleh satu irang bisa jadi mereka sudah berkomplot. Ada juga pemberian minuman memabukkan ini kan mereka sudah merencanakan dan tahu obat apa yang bisa buat orang tidak sadar," pungkas Rayraya.

Dia pun memberikan saran kepada para orang tua khususnya yang punya anak perempuan beranjak dewasa agar bisa menjaga dan memantau penggunaan media sosial karena bisa jadi itu jalan pelaku kejahatan seperti rudapaksa melancarkan aksinya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest News Jawa Barat

See More