Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Liburan Sekolah, Kota Bandung Ramai Diserbu Wisatawan

Liburan Sekolah, Kota Bandung Ramai Diserbu Wisatawan
Padma Hotel Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno
Intinya Sih
  • Kota Bandung diserbu wisatawan saat libur sekolah, dengan okupansi hotel seperti Padma Bandung penuh hingga dua pekan ke depan, didominasi tamu asal Jabodetabek.
  • Data BPS menunjukkan tingkat hunian hotel di Bandung naik menjadi 53,41 persen pada Mei 2026, seiring meningkatnya perjalanan wisatawan domestik hingga lebih dari 2,26 juta kunjungan.
  • Pemerintah Kota Bandung meningkatkan patroli malam selama libur sekolah untuk menjaga keamanan dan ketertiban di tengah lonjakan aktivitas wisata dan mobilitas warga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bandung, IDN Times - Kota Bandung masih menjadi destinasi utama untuk wisatawan dari luar kota khususnya Jabodetabek saat masa libur sekolah. Hal ini terlihat dari okupansi hotel yang tinggi hingga dua pekan ke depan.

Salah satu hotel yang sudah banyak dipesan adalah Padma Bandung. General Manager, Padma Hotel Bandung Sudirman Arpan menuturkan, hotel telah terisi penuh sejak beberapa hari sebelum operasional kembali dibuka. Bahkan, tamu yang ingin memesan kamar saat ini sudah tidak lagi mendapatkan ketersediaan.

"Kemarin hari pertama, hari ini hari kedua, besok hari ketiga itu penuh semua. Penuhnya bukan baru kemarin, tapi seminggu yang lalu sudah penuh semua," kata Sudirman saat berbincang dengan IDN Times, Kamis (2/7/2026).

1. Okupansi penuh dipicu libur sekolah dan euforia pembukaan hotel

WhatsApp Image 2026-07-03 at 6.52.05 AM.jpeg
General Manager, Padma Hotel Bandung Sudirman Arpan. IDN Times/Debbie Sutrisno

Menurut Sudirman, tingginya okupansi tidak hanya dipengaruhi musim libur sekolah, tetapi juga antusiasme masyarakat setelah Padma Hotel Bandung kembali dibuka.

Ia bercerita, sejak laman reservasi dibuka pada Mei lalu, jumlah pengunjung membludak hingga membuat situs resmi hotel sempat mengalami gangguan (crash). Respons serupa juga terlihat di media sosial ketika pengumuman pembukaan kembali hotel diunggah.

"Begitu kami membuka website, pengunjungnya sangat banyak sampai website sempat crash. Itu menjadi tanda respons masyarakat sangat positif terhadap dibukanya kembali Padma Hotel Bandung," ujarnya.

Menurutnya, banyak tamu mengaku telah menunggu hotel tersebut kembali beroperasi. Antusiasme itu kemudian tercermin dari tingginya tingkat pemesanan kamar menjelang musim libur sekolah.

Sudirman mengatakan, tamu yang menginap selama musim libur sekolah masih didominasi wisatawan asal Jakarta. Ia memperkirakan lebih dari 90 persen tamu berasal dari ibu kota. Selain memanfaatkan libur sekolah, banyak keluarga yang memilih menghabiskan waktu dengan berlibur singkat atau staycation di Bandung.

"Untuk saat ini potensinya tetap dari Jakarta. Saya rasa lebih dari 90 persen karena memang sedang school break," ujarnya.

2. Jumlah orang menginap di Bandung tunjukkan tren positif

Copy of DJI_0173.jpg
Hotel Baru Di Pusat Kota Bandung: Holiday Inn Express Bandung Braga Resmi Dibuka. Dok Istimewa

Sebelumya, dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 1 Juli 2026, memperlihatkan bahwa tingkat hunian hotel di Kota Bandung kembali menunjukkan tren positif. BPS mencatat tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang dan nonbintang pada Mei 2026 mencapai 53,41 persen, naik 3,24 poin dibandingkan April 2026 yang berada di angka 50,17 persen.

Kenaikan okupansi tersebut sejalan dengan meningkatnya jumlah wisatawan nusantara yang datang ke Kota Bandung. Selama Mei 2026, tercatat sebanyak 2,26 juta perjalanan wisatawan domestik menuju Kota Bandung atau naik 13,72 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

BPS mencatat tingkat penghunian hotel bintang pada Mei 2026 mencapai 57,91 persen, naik 3,44 poin dibandingkan April 2026 yang sebesar 54,47 persen. Sementara hotel nonbintang juga mengalami peningkatan menjadi 40,44 persen dari sebelumnya 37,50 persen.

Di kelompok hotel berbintang, okupansi tertinggi terjadi pada hotel bintang empat yang mencapai 61,13 persen. Sebaliknya, tingkat hunian terendah berada di hotel bintang satu sebesar 39,47 persen.

Naiknya tingkat hunian hotel tidak lepas dari bertambahnya jumlah wisatawan yang datang ke Kota Bandung sepanjang Mei 2026. BPS mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 2.267.410 perjalanan, meningkat 13,72 persen dibandingkan April 2026 serta naik 1,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dalam laporannya, BPS menjelaskan peningkatan tersebut terjadi setelah kunjungan sempat melandai pada April usai momen Lebaran. Memasuki Mei, jumlah wisatawan kembali naik dan menunjukkan bahwa daya tarik Kota Bandung sebagai destinasi wisata domestik masih kuat. Selain faktor musiman, peningkatan juga dipengaruhi penguatan daya tarik destinasi, aksesibilitas yang semakin baik, serta meningkatnya minat wisatawan nusantara untuk berkunjung ke Kota Bandung.

3. Pemkot pastikan keamanan saat libur panjang

Braga Bakkerij
Braga Bakkerij (instagram.com/bragabakkerij)

Sementara itu, Pemerintah Kota Bandung mengintensifkan patroli gabungan pada malam hari di seluruh wilayah kota selama masa libur sekolah. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah meningkatnya aktivitas wisata dan mobilitas warga. Kebijakan tersebut disampaikan oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan yang menegaskan bahwa Kota Bandung saat ini memasuki periode dengan potensi lonjakan kunjungan wisatawan.

Farhan menjelaskan bahwa peningkatan patroli dilakukan untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah pengunjung selama libur sekolah.

Menurutnya, situasi ini memerlukan kewaspadaan lebih dari seluruh unsur pemerintah dan aparat keamanan.

"Kita telah memasuki masa di saat Kota Bandung akan menerima lebih banyak tamu dan wisatawan. Karena itu, kita harus meningkatkan kewaspadaan dan keamanan bagi seluruh warga Kota Bandung maupun para pengunjung," kata Farhan.

Share Article
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest News Jawa Barat

See More