Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Atalia Geram! Lagu Bupati Purwakarta Om Zein Dinilai Hina Perempuan

Atalia Geram! Lagu Bupati Purwakarta Om Zein Dinilai Hina Perempuan
Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Atalia Praratya, anggota DPR RI Komisi VIII, mengecam lagu ciptaan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein berjudul 'Lalaki Langit, Lalanang Bejat' karena dianggap merendahkan perempuan.
  • Melalui unggahan di Instagram, Atalia menilai lirik lagu tersebut mencerminkan pola pikir yang merusak dan tidak menunjukkan penghormatan terhadap perempuan.
  • Atalia menegaskan budaya Sunda menjunjung nilai saling menghargai dan tidak pernah mengajarkan untuk menertawakan beban biologis perempuan, sehingga ia menolak narasi patriarkal dalam karya pejabat publik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bandung, IDN Times - Anggota DPR RI Komisi VIII Atalia Praratya turut menyoroti lagu berjudul Lalaki Langit, Lalanang Bejat yang diciptakan oleh Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein yang akrab disapa Om Zein. Atalia menilai lagu yang dibuatnya bernada merendahkan perempuan.

Politikus Partai Golkar ini sendiri merasa geram karena lagu yang merendahkan perempuan. Kekesalanya pun disampaikan melalui akun instagram pribadinya.

Atalia mengunggah lagu ciptaan Om Zein berjudul Lalaki Langit, Lalanang Bejat yang diunggah pada 19 Januari tahun 2026. Dia menilai lagu tersebut bukan hanya karya akan tetapi mencerminkan pola pikir yang merusak.

1. Lirik lagu tersebut dinilai tidak menghormati perempuan

IMG-20250605-WA0085.jpg
Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Atalia pun mempertanyakan lagu tersebut apakah karya atau bukan karena sangat merendahkan perempuan. Dia menjelaskan lirik lagu tersebut dan artinya. Lagu tersebut menceritakan bahwa lahir sebagai lelaki lebih baik dibandingkan perempuan.

Dalam lagu itu, perempuan direndahkan dengan perbandingannya yaitu keguguran, pakaian dalam, telat bulan. Serta kebiasaan perempuan merias diri yang dampaknya sulit melihat dengan jelas.

"Jujur saya tidak habis pikir, sepositif apapun saya memaknai lagu ini. Saya tidak menemukan sedikit pun ruang untuk menganggap lirik ini sebagai bentuk penghormatan kepada perempuan," dikutip, Rabu (1/7/2026).

2. Bupati Purwakarta tidak etis membuat lagu dengan lirik merendahkan perempuan

potret Atalia Praratya (Instagram.com)
potret Atalia Praratya (Instagram.com)

Atalia menilai dari banyak pilihan kata dalam bahasa Sunda dan pesan yang mengangkat nilai kehidupan kenapa narasi yang merendahkan perempuan yang dipilih. Atalia mengatakan budaya Sunda dibangun diatas nilai silih asah, silih asuh, silih wawangi.

Dia juga memiliki keyakinan budaya Sunda tidak pernah mengajarkan untuk menertawakan beban biologis perempuan.

"Hari ini kita mati-matian melawan budaya patriarki yang merendahkan perempuan, namun justru narasi sangat patriarkal lahir dari karya seorang kepala daerah," kata dia.

3. Berikut lirik lagu lengkap ciptaan Om Zein yang dinilai merendahkan perempuan

Atalia Praratya (instagram.com/ataliapr)
Atalia Praratya (instagram.com/ataliapr)

Berikut lirik lagu lengkap ciptaan Bupati Purwakarta Om Zein yang diduga merendahkan martabat perempuan:

Nuhun Gusti

(Terima kasih Tuhan)

Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki

(Sudah menciptakan aku menjadi laki-laki)

Cacak mun jadi awewe

(Andai saja aku menjadi perempuan)

Es-em-pe kelas tilu

(SMP kelas tiga)

Tos karuron tujuh kali

(Sudah keguguran tujuh kali)

Nuhun Gusti

(Terima kasih Tuhan)

Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki

(Sudah menciptakan aku menjadi laki-laki)

Teu kudu meuli kutang

(Tidak perlu membeli bra)

Nu busana leuwih gede batan susu

(Yang busanya lebih besar daripada payudara)

Nuhun Gusti

(Terima kasih Tuhan)

Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki

(Sudah menciptakan aku menjadi laki-laki)

Teu kudu ngaprak-ngaprak apotek

(Tidak perlu mondar-mandir mencari apotek)

Alatan telat bulan

(Karena terlambat datang bulan menstruasi)

Nuhun Gusti

(Terima kasih Tuhan)

Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki

(Sudah menciptakan aku menjadi laki-laki)

Teu kudu ngalukis halis jeung bulu mata

(Tidak perlu melukis alis dan bulu mata)

Sakalina ngiceup hese beunta

(Sekali berkedip malah susah membuka mata)

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana

Latest News Jawa Barat

See More