IDSurvey dan BRIN Perkuat Kolaborasi untuk Hilirisasi Hasil Riset

- IDSurvey dan BRIN menandatangani MoU untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi nasional, fokus pada hilirisasi hasil penelitian agar dapat dimanfaatkan industri dan masyarakat.
- IDSurvey berperan dalam pengujian, inspeksi, sertifikasi, serta konsultansi guna memastikan hasil riset memenuhi standar nasional dan internasional sebelum diterapkan di sektor industri.
- Kolaborasi ini diharapkan membangun ekosistem inovasi terintegrasi, mempercepat hilirisasi, meningkatkan daya saing produk Indonesia, serta memperkuat sinergi antara lembaga riset dan dunia usaha.
Bandung, IDN Times - Riset dan inovasi dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan daya saing industri nasional. Namun, hasil penelitian perlu didukung proses validasi dan penerapan yang sesuai standar agar dapat dimanfaatkan oleh dunia usaha.
Atas dasar itu, PT Inspeksi Sertifikasi dan Survey Indonesia (Persero) atau IDSurvey menjalin kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi di Indonesia.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang riset, inovasi, dan pemanfaatan fasilitas riset di bidang pengujian, inspeksi, sertifikasi, konsultansi, klasifikasi, serta jasa statutori.
Kerja sama ini diharapkan mampu mempercepat proses hilirisasi hasil riset sehingga inovasi yang dihasilkan tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat dimanfaatkan oleh sektor industri dan masyarakat.
1. Kolaborasi diarahkan untuk mendukung hilirisasi inovasi

Melalui kerja sama ini, IDSurvey dan BRIN akan mengembangkan sinergi dalam penelitian, pengembangan, penerapan inovasi, hingga pemanfaatan fasilitas riset dan tenaga ahli.
Sebagai Holding BUMN Jasa Survei, IDSurvey akan mendukung proses pengujian, inspeksi, validasi, sertifikasi, konsultansi teknis, hingga klasifikasi terhadap hasil-hasil riset agar memenuhi standar nasional maupun internasional.
Kolaborasi tersebut juga mencakup berbagai bidang strategis, mulai dari kesehatan, energi, pangan, manufaktur, lingkungan, maritim, hingga tata kelola pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat.
"Melalui pemanfaatan bersama sumber daya, fasilitas, dan keahlian yang dimiliki masing-masing pihak, kami berharap hasil-hasil riset semakin relevan dengan kebutuhan industri, memberikan nilai tambah, serta berkontribusi terhadap peningkatan daya saing bangsa dan pembangunan nasional," ujar Kepala BRIN, Arief Satria, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, sinergi antarlembaga menjadi langkah penting untuk memperkuat keterhubungan antara riset dan kebutuhan dunia usaha.
2. IDSurvey siapkan dukungan pengujian dan sertifikasi

Dalam kerja sama tersebut, IDSurvey berperan mendukung proses agar hasil inovasi dapat memenuhi standar kualitas sebelum diterapkan di sektor industri.
Perusahaan akan memberikan layanan pengujian, inspeksi, sertifikasi, konsultansi, hingga klasifikasi sehingga hasil riset memiliki tingkat keandalan yang lebih tinggi dan siap dimanfaatkan secara luas.
Direktur Utama IDSurvey, Arisudono, mengatakan kolaborasi ini mempertemukan kemampuan riset nasional dengan pengalaman perusahaan dalam memastikan mutu sebuah inovasi.
"Kolaborasi ini mempercepat proses validasi dan hilirisasi inovasi sehingga hasil riset tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi industri, masyarakat, dan pembangunan nasional," ujar Arisudono.
Ia menilai percepatan hilirisasi menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan pemanfaatan hasil penelitian di berbagai sektor.
3. Sinergi diharapkan tingkatkan daya saing industri

Kemitraan antara BRIN dan IDSurvey diharapkan mampu membangun ekosistem inovasi yang terintegrasi, mulai dari proses penelitian hingga implementasi di dunia industri.
Selain mempercepat hilirisasi, kolaborasi tersebut juga ditujukan untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia, pemanfaatan fasilitas riset, serta pertukaran keahlian antarinstansi.
Melalui kerja sama ini, kedua pihak berharap semakin banyak inovasi dalam negeri yang mampu memenuhi standar nasional maupun internasional sehingga dapat meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
"Kolaborasi ini mempercepat proses validasi dan hilirisasi inovasi sehingga hasil riset tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi industri, masyarakat, dan pembangunan nasional," kata Arisudono.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara lembaga riset dan sektor industri agar inovasi yang dihasilkan dapat memberikan nilai tambah bagi pembangunan ekonomi nasional.


















