Sempat Hilang, Jasad Bocah 5 Tahun Ditemukan Pemancing di Sukabumi

- Seorang bocah lima tahun bernama Fadlan Alparizi dilaporkan hilang di sekitar Sungai Cicatih, Sukabumi, setelah terakhir terlihat bermain bersama teman-temannya pada Jumat siang.
- Pencarian dilakukan oleh Tim SAR Gabungan dengan membagi tiga unit khusus menggunakan metode penyisiran darat, pemantauan udara lewat drone, dan deteksi bawah air memakai alat Aqua Eye.
- Setelah pencarian intensif, jasad Fadlan ditemukan seorang pemancing sekitar 500 meter dari lokasi awal hilang dan langsung dievakuasi ke rumah duka oleh petugas.
Kabupaten Sukabumi, IDN Times - Kabar duka datang dari Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Seorang bocah laki-laki berusia lima tahun bernama Fadlan Alparizi (FA), yang sebelumnya dilaporkan hilang misterius di sekitar bantaran Sungai Cicatih, akhirnya ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada Sabtu (4/7/2026) siang. Tragis, korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Insiden memilukan ini bermula ketika korban dilaporkan hilang di Kampung Babakan Gobang, Desa Cibunarjaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (3/7/2026) siang.
1. Kronologi korban terpisah dari teman-temannya sebelum hilang

Berdasarkan keterangan Kepala Desa Cibunarjaya, Acep Awaludin, korban awalnya sempat terlihat bermain bersama dua orang temannya. Sekitar pukul 11.30 WIB, kedua temannya pergi karena ada pembagian jeli, sementara korban memilih tetap tinggal di lokasi karena biasanya ada pembagian sedekah setelah salat Jumat.
"Warga sekitar juga sempat melihat bocah malang tersebut mondar-mandir tanpa menggunakan alas kaki. Saksi mata tidak memantau lebih lanjut karena harus berangkat ke masjid untuk menunaikan salat Jumat," kata Acep.
2. Sandal korban tertinggal di area mushola

Orangtua korban baru menyadari anaknya tidak ada di rumah sekitar pukul 12.30 WIB dan langsung melapor ke warga. Saat dilakukan pencarian awal oleh keluarga, ditemukan sepasang sandal milik korban yang tertinggal di pelataran mushola.
Dua teman korban kemudian memberikan kesaksian bahwa Fadlan terakhir kali terlihat berlari ke arah belakang mushola. Kebetulan, area belakang bangunan ibadah tersebut berbatasan langsung dengan aliran Sungai Cicatih.
"Saat hilang, korban diketahui mengenakan kaus biru tua bergambar karakter Labubu dan celana abu-abu," katanya.
3. Tim SAR turunkan drone hingga alat deteksi bawah air

Mendapat laporan tersebut, personel Pos SAR Sukabumi langsung berkoordinasi dengan BPBD, Damkar, TNI, Polri, serta puluhan organisasi relawan untuk menggelar operasi penyelamatan. Tim SAR Gabungan kemudian membagi area pencarian menjadi tiga unit khusus (SRU).
Tim pertama bertugas mendeteksi bawah permukaan air menggunakan alat Aqua Eye pada radius 100 meter dari lokasi kejadian. Tim kedua melakukan penyisiran darat sejauh 2 kilometer di sepanjang bantaran sungai. Sementara tim ketiga memaksimalkan pencarian dari udara dengan menerbangkan drone yang mencakup radius 300 meter.
"Pencarian dilakukan dengan membagi beberapa SRU menggunakan metode penyisiran darat, pemantauan udara menggunakan drone, serta deteksi bawah permukaan air menggunakan Aqua Eye agar proses pencarian dapat dilakukan secara optimal," kata Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari.
4. Jasad korban ditemukan pemancing berjarak 500 meter

Setelah melakukan pencarian intensif, titik terang akhirnya muncul pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 13.32 WIB. Tim SAR Gabungan menerima laporan dari seorang pemancing yang melihat sesosok tubuh terapung di aliran sungai.
Petugas langsung bergerak cepat menuju lokasi yang dimaksud. Korban ditemukan dalam posisi telungkup dan sudah tidak bernyawa, berjarak sekitar 500 meter dari titik awal tempat ia dilaporkan hilang. Jasad Fadlan kemudian dievakuasi oleh petugas dan langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.



















