Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Nadira Mahasiswi Tel-U Belum Ditemukan, Keluarga Dibanjiri Hoaks

Nadira Mahasiswi Tel-U Belum Ditemukan, Keluarga Dibanjiri Hoaks
Seorang mahasiswi Telkom University bernama Nadira Az-Zahra dilaporkan hilang. IDN Times/Istimewa
Intinya Sih
  • Pencarian terhadap Nadira, mahasiswi Telkom University yang hilang sejak 30 Juni 2026, masih berlangsung dengan melibatkan keluarga, relawan, teman kampus, dan kepolisian menggunakan teknologi pelacakan digital.
  • Keluarga menghadapi banyak laporan palsu dan penipuan bermodus permintaan uang selama proses pencarian, sehingga mereka harus memverifikasi setiap informasi secara hati-hati agar tidak tertipu.
  • Pihak keluarga dan kampus mengimbau masyarakat membantu bila menemukan Nadira dengan memastikan keselamatannya terlebih dahulu serta segera menghubungi keluarga atau aparat berwenang tanpa menyebarkan hoaks.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bandung, IDN Times - Pencarian terhadap Nadira yang dilaporkan hilang sejak Selasa (30/6/2026) masih belum membuahkan hasil. Hingga kini, keluarga bersama kepolisian dan relawan terus melakukan berbagai upaya untuk menemukan keberadaan mahasiswi tersebut.

Di tengah proses pencarian, keluarga justru dihadapkan pada persoalan baru. Berbagai informasi yang mengaku mengetahui keberadaan Nadira bermunculan, namun sebagian besar berujung hoaks. Bahkan, ada oknum yang memanfaatkan situasi dengan meminta sejumlah uang kepada keluarga dengan dalih biaya operasional pencarian.

"Belum ada informasi yang A1. Banyak informasi yang masuk, tetapi sebagian besar justru hoaks. Bahkan ada yang mengaku melihat Nadira lalu meminta transfer uang untuk operasional," kata paman Nadira, Budi Purwana, Minggu (5/6/2027).

1. Polisi dan keluarga masih terus melakukan pencarian

Ilustrasi orang hilang. (Dok. iStock)
Ilustrasi orang hilang. (Dok. iStock)

Budi mengatakan, hingga saat ini proses pencarian dilakukan secara bersamaan oleh keluarga, teman-teman kampus, relawan, dan kepolisian. Masing-masing memiliki peran berbeda dalam mencari petunjuk mengenai keberadaan Nadira.

Menurutnya, keluarga lebih banyak menggalang informasi melalui jaringan pertemanan Nadira. Sementara itu, kepolisian melakukan penelusuran menggunakan teknologi, termasuk pelacakan jejak digital dan kemungkinan lokasi terakhir telepon seluler Nadira.

"Yang bergerak adalah kepolisian bersama teman-teman kampus dan relawan. Kami juga terus mencari informasi melalui jaringan teman-temannya. Sementara pihak kepolisian melakukan pencarian dengan teknologi," ujarnya.

Budi menuturkan, hingga saat ini informasi terakhir yang dinilai valid adalah keberadaan Nadira pada 30 Juni di kawasan TLU. Setelah itu, belum ada lagi petunjuk yang benar-benar dapat dipastikan kebenarannya.

2. Keluarga dibanjiri laporan palsu hingga modus meminta uang

Ilustrasi orang hilang. (Dok. iStock)
Ilustrasi orang hilang. (Dok. iStock)

Di tengah pencarian, keluarga mengaku menerima banyak laporan dari masyarakat yang mengklaim melihat Nadira di berbagai lokasi. Namun setelah ditelusuri, sebagian besar informasi tersebut tidak terbukti.

Beberapa lokasi yang sempat disebut antara lain Cileunyi, Ujungberung, hingga Cimahi. Keluarga tetap mendatangi setiap informasi yang diterima, meski akhirnya tidak membuahkan hasil.

Yang lebih memprihatinkan, kata Budi, ada oknum yang memanfaatkan situasi dengan mengaku mengetahui lokasi Nadira. Mereka kemudian meminta keluarga mentransfer uang dengan alasan biaya operasional sebelum memberikan informasi lebih lanjut.

"Ujung-ujungnya minta transfer untuk operasional. Banyak sekali yang seperti itu masuk ke saya," ucapnya.

Ia menambahkan, derasnya arus informasi membuat keluarga harus memverifikasi setiap laporan secara hati-hati agar tidak kembali terjebak informasi yang menyesatkan.

3. Keluarga minta masyarakat segera membantu bila menemukan Nadira

Ilustrasi orang hilang (IDN Times/istimewa)
Ilustrasi orang hilang (IDN Times/istimewa)

Budhi berharap masyarakat tidak hanya melaporkan apabila melihat seseorang yang memiliki ciri-ciri seperti Nadira. Ia meminta warga terlebih dahulu memastikan kondisi orang tersebut dan memberikan pertolongan bila memang memungkinkan.

Menurutnya, apabila seseorang diduga merupakan Nadira, masyarakat dapat mengajaknya berbicara dan membawanya ke tempat yang aman sebelum segera menghubungi keluarga maupun aparat kepolisian.

"Kami berharap kalau memang menemukan seseorang yang sesuai ciri-cirinya, tolong didampingi dulu. Setelah itu segera konfirmasi kepada kami. Kami akan langsung menuju lokasi," katanya.

Harapan terbesar keluarga saat ini hanya satu, yakni Nadira dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. Seluruh anggota keluarga masih terus bergerak selama 24 jam untuk mencari berbagai petunjuk mengenai keberadaan Nadira.

"Kami hanya ingin memastikan keberadaannya di mana dan berharap dia bisa kembali dalam keadaan baik-baik saja," ujarnya.

4. Pihak kampus ikut aktif mencari

ilustrasi orang hilang arah
ilustrasi orang hilang arah (pexels.com/Mohammad Ubaid)

Sementara itu, Head of Secretary and Public Relations Telkom University, Roosdiana Noor Rochmah, membenarkan bahwa Nadhira merupakan mahasiswi aktif di kampus mereka dan keberadaannya belum diketahui hingga saat ini.

​Roosdiana menjelaskan, berdasarkan hasil komunikasi dengan pihak keluarga, kronologi hilangnya mahasiswi angkatan 2025 tersebut bermula ketika ia berpamitan untuk pergi ke kampus.

"Pada Selasa, 30 Juni sekitar pukul 10.00 WIB, yang bersangkutan berpamitan kepada orang tuanya untuk berangkat ke kampus menggunakan layanan ojek online," kata Roosdiana.

Namun, selang beberapa jam kemudian, pihak keluarga mulai kehilangan kontak dengan Nadhira. Nomor telepon seluler Nadhira pun mendadak tidak bisa dihubungi sejak pukul 12.00 WIB di hari yang sama. Lantaran tak kunjung pulang dan tanpa kabar, orang tua Nadhira lantas mendatangi kampus pada Kamis (2/7/2026).

Kedatangan mereka diterima langsung oleh pihak Direktorat Kemahasiswaan, Karier, dan Alumni (Ditmawa/KKA) untuk berkoordinasi. "Orang tua Nadhira telah bertemu dengan Ditmawa/KKA untuk berkoordinasi terkait informasi pendukung dalam rangka penelusuran saudari Nadhira," ucapnya.

Ia menegaskan, manajemen Telkom University begerak cepat dengan menjalin komunikasi bersama keluarga, serta aparat berwenang demi memastikan proses pencarian berjalan maksimal.

Roosdiana juga mengimbau seluruh sivitas akademika dan masyarakat luas untuk bantu menyebarkan informasi kehilangan ini. Namun, dengan tetap menjaga ruang privasi keluarga.

"Kami mengajak seluruh sivitas akademika Telkom University dan masyarakat untuk turut membantu menyebarluaskan informasi ini dengan tetap mengedepankan etika, menghormati privasi keluarga, serta tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya," pungkasnya

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest News Jawa Barat

See More