Wawalkot Erwin Dorong Mobil Bertekonologi Banyak Dipakai di Bandung

- Wakil Wali Kota Bandung Erwin mendorong masyarakat mengadopsi kendaraan berteknologi ramah lingkungan untuk menekan emisi karbon dan meningkatkan kenyamanan berkendara di kota yang padat.
- BYD Indonesia memperkenalkan sistem Dual Mode pada mobil PHEV yang menggabungkan motor listrik dan mesin bensin, menawarkan efisiensi bahan bakar hingga 65 km per liter.
- Teknologi DM BYD dirancang sesuai kondisi geografis Indonesia dengan filosofi G.A.S.S. (Gesit, Andal, Senyap, Super Irit) guna memperluas adopsi kendaraan elektrifikasi di pasar nasional.
Bandung, IDN Times - Perkembangan kendaraan bermotor dengan beragam teknologi bisa memberikan dampak baik seperti pengurangan emisi karbon. Perubahan ini yang harus banyak dimanfaatkan oleh masyarakat termasuk di Kota Bandung.
Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, saat menghadiri kegiatan BYD Tech Culture Fest, Rabu (15/7/2026). Menurutnya, masyarakat Bandung sangat siap mengadopsi teknologi saat ini yang ramah lingkungan.
"Bandung ini memiliki karakter masyarakat yang terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk mobil. Dengan jumlah masyarakat yang cukup banyak harapannya banyak yang bisa membeli kendaraan ini," kata Erwin.
1. Lingkungan perkotaan harus dijaga

Dia menuturkan, lingkungan Bandung yang padat dengan banyaknya kendaraan harus mulai mengalami perubahan dalam teknologi yang dipakai. Selain ramah lingkungan kendaraan yang inovatif pun bisa memberikan kenyamanan pada masyarakat ketika berkendara.
"Maka kami sangat menyambut baik inisiatif seperti ini menuju kehidupan yang lebih baik dari segi lingkungan. Saya sih harap setengah dari warga Bandung bisa membeli mobil seperti ini," paparnya.
2. Sistem mobil dual mode bisa jadi pilihan

Product Manager BYD Indonesia Yoni Prasetya menuturan bahwa jenis kendaraan di luar kovensional yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM) sudah ada beberapa salah satunya Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang diproduksi BYD. Sistem ini menggunakan teknologi Dual Mode (DM) yang menggabungkan motor listrik dan mesin bensin. Keunggulan utamanya adalah efisiensi bahan bakar, kemampuan berjalan murni dengan listrik untuk harian, serta bebas dari rasa khawatir kehabisan daya saat perjalanan jauh.
Sistem kendaraan PHEV pun semakin menjawab permintaan kendaraan bermotor dari masyarakat yang sekarang mulai ragu ketika memberi mobil yang harus mengisi BBM.
"Hasil survei kami menunjukkan bahwa ada keresahan dari pengguna mobil konvensional, salah satunya harga bahan bakar yang bisa naik seperti beberapa waktu lalu," kata dia.
Dengan dual mode ini para pemilik kendaraan bisa memakai mobil dengan lebih irit karena bisa menggunakan bensi maupun listrik. Efisiensi bahan bakar yang dipakai seperti mobil BYD bisa mencapai 65 kilometer per liter (km/liter).
3. Pastikan kendaraan cocok dengan kondisi geografis

Teknologi ini menggabungkan karakter kendaraan listrik dan hybrid dengan pendekatan electric-first, sehingga tetap mengutamakan pengalaman berkendara ala mobil listrik yang halus, senyap, dan efisien.
Kehadiran teknologi DM disebut menjadi solusi untuk konsumen yang menginginkan kendaraan elektrifikasi dengan fleksibilitas lebih tinggi, terutama untuk penggunaan harian hingga perjalanan jarak jauh. BYD juga mengklaim teknologi ini dirancang agar lebih relevan dengan kondisi geografis dan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia.
Untuk kendaraan jenis ini, BYD juga memperkenalkan filosofi G.A.S.S. pada teknologi DM yang terdiri dari Gesit, Andal, Senyap, dan Super Irit.
"Filosofi ini menjadi representasi karakter utama kendaraan Dual Mode yang dikembangkan BYD," kata Yoni.
Karakter Gesit diklaim hadir melalui respons tenaga instan khas motor listrik, sementara Andal menggambarkan kemampuan sistem Dual Mode beradaptasi di berbagai kondisi perjalanan. Lalu karakter Senyap hadir dari minimnya suara dan getaran saat berkendara, sedangkan Super Irit menitikberatkan pada efisiensi energi dan biaya penggunaan kendaraan sehari-hari.
Teknologi DM diharapkan bisa memperluas adopsi kendaraan elektrifikasi di Indonesia. “Kami ingin menghadirkan solusi mobilitas yang dapat melengkapi pertumbuhan pasar NEV yang saat ini berkembang positif agar semakin meluas dan inklusif,” ujarnya.





















