Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dadang Naser: KDMP Jadi Momentum Kebangkitan Koperasi Indonesia

Dadang Naser: KDMP Jadi Momentum Kebangkitan Koperasi Indonesia
Dok.Istimewa
Intinya Sih
  • Dadang M. Naser menilai program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi momentum kebangkitan koperasi Indonesia dan menegaskan pentingnya semangat kebersamaan sebagai fondasi ekonomi berbasis koperasi.
  • Pengalaman Koperasi Unit Desa (KUD) dinilai bisa jadi pelajaran bagi KDMP, dengan dorongan agar perguruan tinggi seperti Ikopin terlibat dalam penguatan manajemen dan tata kelola koperasi modern.
  • Ikopin menekankan bahwa gerakan koperasi harus berfungsi sebagai pendidikan ekonomi dan pembentukan karakter masyarakat, serta mendorong model keberhasilan koperasi berbasis budaya dan kekeluargaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Sumedang, IDN Times – Anggota Komisi IV DPR RI, Dadang M. Naser, menilai program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi peluang besar bagi kebangkitan koperasi di Indonesia.

Hal itu disampaikan Dadang saat menjadi pembicara kunci dalam Dies Natalis ke-62 Ikopin University bertema Gerakan Literasi Koperasi untuk Negeri di Sumedang, Senin (13/7/2026).

1. Koperasi harus kembali jadi kekuatan ekonomi

IMG-20260715-WA0018.jpg
Dok.Istimewa

Dadang mengatakan koperasi memiliki posisi strategis sebagai implementasi Pasal 33 UUD 1945 yang menempatkan perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.

Menurut dia, koperasi harus kembali mengambil peran penting dalam penguasaan sumber-sumber ekonomi masyarakat.

"Barangsiapa yang menguasai sumber-sumber ekonomi maka ia akan berkuasa. Dan koperasi harus mengambil peran sebagai implementasi Pasal 33 UUD 1945," kata Dadang.

Mantan Bupati Bandung itu juga menegaskan semangat sabilulungan atau kebersamaan perlu dimaknai lebih luas, tidak hanya sebatas gotong royong, tetapi menjadi fondasi dalam membangun kekuatan ekonomi berbasis koperasi.

2. Pengalaman KUD dinilai bisa jadi pelajaran bagi KDMP

IMG-20260715-WA0015.jpg
Dok.Istimewa

Dadang menilai pengalaman Koperasi Unit Desa (KUD) pada masa lalu dapat menjadi referensi penting dalam mengembangkan koperasi modern saat ini.

Menurut dia, program KDMP menjadi momentum bagi koperasi untuk kembali menjadi penggerak ekonomi masyarakat, terutama di tingkat desa.

"Hadirnya KDMP adalah momen untuk kembali koperasi berkuasa di Indonesia dalam perekonomiannya," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan muncul usulan agar pengembangan sumber daya manusia KDMP melibatkan perguruan tinggi, termasuk Ikopin University, agar koperasi memiliki fondasi manajemen dan tata kelola yang kuat.

3. Ikopin dorong koperasi jadi gerakan pendidikan ekonomi

IMG-20260715-WA0016.jpg
Dok.Istimewa

Pendiri Ikopin, Muslimin Nasution, mengatakan gerakan koperasi tidak hanya berorientasi pada penghimpunan modal, tetapi juga memiliki fungsi pendidikan dan pembentukan karakter masyarakat.

Menurut dia, pendidikan menjadi fondasi penting dalam membangun koperasi yang sehat dan berkelanjutan.

"Gerakan koperasi bukan semata mendapatkan modal besar, tetapi pendidikan yang harus tumbuh dan berkembang dalam pemberdayaan ekonomi," kata Muslimin.

Sementara itu, Rektor Ikopin University Agus Pakpahan mengajak mahasiswa mempelajari keberhasilan Koperasi Keling Kumang di Kalimantan Barat yang dinilai berhasil membangun koperasi berbasis budaya, kekeluargaan, dan semangat kebersamaan.

Ia menilai model tersebut dapat menjadi salah satu referensi dalam pengembangan koperasi modern di Indonesia, termasuk untuk mendukung keberhasilan program KDMP di masa mendatang.

Share Article
Editorial Team

Latest News Jawa Barat

See More