Adapun pemindahan ini dilakukan karena nantinya Terminal Cicaheum dikhususkan untuk operasional bus Bus Rapid Transit (BRT). Sehingga, seluruh bus yang bisanya menjadi tempat AKDP dan AKAP untuk menarik penumpang kini mulai dipindahkan.
Curhat PO Bus Tetap Bertahan di Terminal Cicaheum Meski Diminta Pindah

- Sejumlah PO bus masih bertahan di Terminal Cicaheum meski sudah ada imbauan pindah ke Leuwipanjang karena banyak penumpang masih memilih berangkat dari terminal tersebut.
- Sekitar 80 persen perusahaan otobus telah pindah ke Terminal Leuwipanjang, sementara lima PO masih bertahan di Cicaheum akibat kurangnya sosialisasi dan ketidakjelasan tata letak terminal baru.
- Pemindahan dilakukan karena Terminal Cicaheum akan dialihfungsikan menjadi Depo Bus Rapid Transit (BRT), dengan sekitar 60 unit bus sudah beroperasi di Terminal Leuwipanjang.
Bandung, IDN Times - Sejumlah kendaraan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, masih beroperasi dan melayani penumpang. Perusahaan Oto Bus (PO) memilih bertahan di Terminal Cicaheum, sekalipun sudah ada imbauan untuk segera pindah ke Terminal Leuwipanjang. Terminal Cicaheum akan dialihfungsikan menjadi Depo Bus Rapid Transit (BRT) yang proyeknya saat ini tengah bergulir oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.
Founder PO Gunung Harta, Eni mengatakan, hingga hari ini perusahaannya masih membuka layanan penumpang rute Bandung - Denpasar. Alasannya, masih banyak penumpang yang memesan tiket keberangkatan dari terminal ini.
"Kalau dilihat dari isian (jumlah penumpang) selama ini Cicaheum paling tinggi pengisiannya, ini terminal yang sangat diminati sama para penumpang," kata Eni, Jumat (29/5/2026).
1. Masih banyak penumpang datang ke sini

Menurutnya, perusahaan sudah mengetahui informasi himbauan untuk mengosongkan terminal per 25 Mei. Perusahaan juga sudah menginformasikan ihwal pemindahan layanan dari Cicaheum ke Leuwipanjang kepada para penumpang.
Meski demikian, perusahaan merasa sosialisasi oleh pengelola Terminal Cicaheum belum maksimal. Banyak penumpang yang sudah terlanjur membeli tiket keberangkatan dari Cicaheum.
"Sosialisasinya diperpanjang lagi. Yang pasti harapannya, dari sisi perusahaan ini titik penumpang paling tinggi, jadi disayangkan saja kalau harus pindah ke Leuwipanjang," ungkapnya.
2. Sudah 80 persen pindah ke Leuwipanjang

Sementara itu, agen PO Gunung Harta, Aceng mengungkapkan, sampai saat ini tersisa sekitar lima PO bus yang masih bertahan di Terminal Cicaheum. Sisanya 80 persen perusahaan sudah pindah ke Leuwipanjang.
"Yang sudah masuk Terminal Leuwipanjang sudah 80 persen," ucap Aceng.
Di sisi lain, Aceng mengungkapkan alasan keberatannya memindahkan layanan dari Cicaheum ke Leuwipanjang. Menurutnya, pihak perusahaan belum menerima informasi yang lengkap perihal tata letak unit bus di sana. Selain itu, pemindahan layanan ini otomatis juga ikut mengubah jalur kendaraan yang selama ini beroperasi.
Lokasi Terminal Leuwipanjang yang ada di bagian selatan, membuat bus nantinya akan masuk melewati Tol Moh Toha atau Pasikorja, dan titik penumpang turun seluruhnya di Tol Cileunyi.
"Seharusnya tata dulu Leuwipanjang, ada nggak tempatnya. Jangan sampai kita mindahin dari sini ke sana, di sana pun tidak tertampung. Terus jalurnya juga belum pasti, kalau memang masuk Moh Toha, titik turun harus di Cileunyi. Penumpang Dago, Lembang, mau ke mana, Cileunyi jauh," ungkapnya.
Selain itu, Aceng menyebut jumlah penumpang bus akan ikut terdampak dan diprediksi menurun 10 persen dari biasanya. Hal ini dikarenakan lokasi terminal yang dinilai perusahaan terlalu jauh dan tidak efektif.
"Respons penumpang juga mereka merasa keberatakan, ya alasannya karena jauh," pungkasnya.
3. Sudah pindah 80 persen bus dari Cicaheum

Rencana pemindahan bus angkutan kota dalam provinsi (AKDP) dan angkutan kota antar provinsi (AKAP) dari Terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang terus berjalan. Saat ini sudah ada sebanyak 60 bus yang dipindahkan.
"Bus yang masuk (Terminal Leuwipanjang) sudah ada 60 unit karena saat ini masih ada yang berangkat dari Terminal Cicaheum," ujar Kepala Terminal Leuwipanjang, Asep Hidayat saat ditemui di lokasi, Kamis (28/5/2026).
Asep mengatakan, jika dipersentasekan total bus yang sudah pindah ke Terminal Leuwipanjang mencapai 80 persen bus. Artinya sebanyak 20 persen bus lainnya masih melakukan pelayanan di Terminal Cicaheum meskipun sudah ada sosialisasi.


















