Minat Umrah di Jabar Naik Jemaah Kian Butuh Pendampingan yang Kredibel

- Minat umrah di Jawa Barat meningkat signifikan, mencapai 247.667 jemaah pada 2023 dan menjadikan provinsi ini penyumbang terbesar secara nasional.
- Nakhla Tour membuka cabang Bandung untuk mendekatkan layanan dan memastikan pendampingan ibadah oleh ustaz berpengalaman bagi calon jemaah.
- Pemerintah memastikan Bandara Internasional Kertajati tetap melayani penerbangan umrah guna mempermudah akses keberangkatan jemaah asal Jawa Barat.
Bandung, IDN Times - Meningkatnya minat masyarakat Indonesia untuk menunaikan ibadah umrah dan haji dinilai harus diimbangi dengan kehadiran penyelenggara perjalanan yang mampu memberikan pendampingan menyeluruh, tidak hanya pada aspek perjalanan, tetapi juga pembinaan ibadah.
Hal itu disampaikan Direktur Utama Nakhla Tour, Ustadz Abdul Aziz Al Owainy, Lc, bertepatan dengan peresmian kantor cabang Nakhla Tour di Jalan Bengawan No. 76, Kota Bandung, Senin (20/7/2026). Menurut Abdul Aziz, tingginya antusiasme masyarakat menuju Tanah Suci membuat kualitas layanan biro perjalanan menjadi faktor yang semakin penting.
"Kami meyakini bahwa melayani tamu Allah adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kehadiran cabang Bandung menegaskan tekad kami untuk hadir lebih dekat, transparan, dan profesional bagi masyarakat Jawa Barat yang ingin menunaikan Umrah maupun Haji. Harapan kami, setiap jamaah tidak hanya pulang dengan perjalanan yang nyaman, tetapi juga dengan bekal pembinaan yang membuat ibadahnya lebih khusyuk dan bermakna," tutur Abdul Aziz melalui siaran pers dikutip IDN Times, Selasa (22/7/2026).
1. Jumlah jemaah umrah terus naik

Abdul menuturkan, berdasarkan data Kemenag, pada 2023 ercatat sebanyak 247.667 jemaah umroh berasal dari Jawa Barat. Angka ini setara dengan 18,10% dari total jemaah umroh nasional yang mencapai 1.368.616 orang. Angka tersebut pun naik dibandingkan 2022 sekitar 171.275 jemaah.
Sedangkan jumlah jemaah umrah asal Jawa Barat pada 2025 tercatat mencapai 236.000 orang hingga Oktober 2025. Secara kumulatif sepanjang tahun, angka ini menjadikan Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah jemaah umrah terbanyak di Indonesia.
Dengan kenaikan yang signifikan, penyelenggara perjalanan ibadah perlu memberikan pendampingan sejak tahap konsultasi, persiapan keberangkatan, pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, hingga kepulangan jemaah ke Indonesia.
"Pendekatan tersebut menjadi penting agar jemaah tidak hanya memperoleh layanan perjalanan, tetapi juga pemahaman ibadah yang memadai selama berada di Tanah Suci," kata dia.
2. Akses layanan kepada calon jemaah harus lebih dekat

Nakhla Tour sendiri memastikan keberangkatan didampingi ustaz lulusan Madinah yang memberikan bimbingan mulai dari manasik, pelaksanaan ibadah, hingga kajian selama perjalanan. Jemaah juga memperoleh kesempatan melakukan konsultasi pribadi terkait pelaksanaan ibadah.
Perwakilan Nakhla Tour Cabang Bandung, Alia Karenina, mengataka bahwa Jawa Barat khususnya Bandung, memiliki potensi jemaah yang besar sehingga membutuhkan akses layanan yang lebih dekat.
"Bandung adalah salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan pendidikan di Indonesia dengan potensi jamaah yang sangat besar. Di sinilah kami ingin hadir lebih cepat dan lebih personal bagi masyarakat sekitar. Ini juga langkah jangka panjang kami untuk terus meningkatkan mutu dan menjaga amanah jamaah," ujar Alia Karenina.
3. Berangkat umrah masih bisa lewat Kertajati

Untuk mempermudah akses layanan umrah, Kementerian Perhubungan memastikan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati yang dicanangkan menjadi pusat Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) akan tetap melayani penerbangan sipil, termasuk penerbangan haji dan umrah.
Pemberangkatan ini pun pernah dilakukan pada 2022 di mana ada ratusan jemaah yang terbang umrah dari bandara tersebut. Penerbangan dari Bandara Kertajati ini akan memudahkan seluruh Jemaah asal Jawa Barat untuk berangkat ke Tanah Suci.
Penerbangan umrah dari bandara ini diharap berkelanjutan dengan harapann eluruh agen di semua daerah Jawa Barat dapat berkolaborasi dengan maskapai agar terbang dari Bandara Internasional Kertajati Jawa Barat.



















