MBG Aktif Lagi, Harga Telur dan Ayam di Jabar Mulai Merangkak Naik

- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kembali aktif memicu kenaikan harga bahan pokok di Jawa Barat, terutama daging ayam ras naik 9,65% dan telur ayam ras naik 1,62%.
- Kenaikan harga dipicu lonjakan permintaan dari dapur produksi MBG untuk memenuhi kebutuhan menu harian siswa sekolah di 27 kabupaten dan kota.
- Pemerintah menstabilkan harga lewat penyaluran beras SPHP Bulog dan Minyakita, sementara stok bahan pokok di Jawa Barat dilaporkan aman meski menghadapi potensi kemarau panjang.
Bandung, IDN Times - Sejumlah harga kebutuhan bahan pokok di Jawa Barat mengalami kenaikan harga setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG) beroperasi kembali bertepatan dengan telah dimulainya tahun ajaran baru murid sekolah.
Hal ini pun dibenarkan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, Linda Al Amin. Dia mengatakan ada beberapa kebutuhan bahan pokok di 27 kabupaten kota yang terpantau mengalami kenaikan harga.
"Di Jawa Barat, harga daging ayam ras mengalami kenaikan signifikan sebesar 9,65 persen menjadi rata-rata Rp36.350 per kilogram, sementara harga telur ayam ras merangkak naik sekitar 1,62 persen menjadi rata-rata Rp25.050 per kilogram setelah program MBG kembali diaktifkan," ujar Linda, Senin (20/7/2026).
1. Harga kebutuhan pokok di Jabar terkerek naik

Linda mengungkapkan, kenaikan harga ini dipicu oleh meningkatnya permintaan untuk program MBG yang mana beberapa di antaranya diberikan kepada para penerima murid sekolah. Sehingga, hal tersebut turut berdampak ke harga-harga kebutuhan pokok.
"Pemulihan harga ini dipicu oleh lonjakan permintaan pasokan bahan baku secara masif dari dapur-dapur produksi MBG untuk menyuplai menu harian anak sekolah," katanya.
Mengenai komoditas apa saja yang berpotensi naik dengan aktifnya kembali program MBG, Linda mengatakan, ada beberapa yang kemungkinan akan mengalami kenaikan harga, beberapa diantaranya cabai rawit.
"Komoditas yang diprediksi akan naik dengan aktifnya program MBG diperkirakan adalah komoditas hortikultura yaitu cabai rawit, cabai besar, bawang merah, dan bawang putih," kata dia.
2. Harga beras dan minyak goreng terpantau stabil

Lebih lanjut, Linda menjelaskan, untuk komoditas yang menggunakan kemasan plastik seperti minyak goreng dan beras premium, saat ini harganya masih stabil dan belum ditemukan adanya peningkatan.
"Harganya saat ini terpantau stabil, namun stabil di level yang tinggi (belum kembali ke harga normal). Untuk menekan agar harga kedua komoditas bermerek/kemasan ini tidak semakin naik harganya," katanya.
"Pemerintah melakukan intervensi di antaranya mengoptimalkan penyaluran beras murah kualitas medium lewat program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) kemasan 5 kg milik Bulog di pasar-pasar ritel Jawa Barat serta mengoptimalkan penyaluran Minyakita," ujar Linda.
3. Kebutuhan bahan pokok diklaim terpantau stabil

Kendati begitu, dia mengklaim, berdasarkan data yang diterimanya ketersediaan stok kebutuhan bahan pokok dalam kondisi tersedia, dan tidak terlihat adanya kelangkaan, meski saat ini diprediksi Jabar akan mengalami kemarau panjang.
"Secara umum, ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) di Jawa Barat dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pasokan beras, minyak goreng, gula, telur, daging ayam, daging sapi, serta sebagian besar komoditas hortikultura masih tersedia dengan baik," kata dia.




















