Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

SPMB Sekolah Maung Tuai Keluhan, DPRD Jabar Minta Evaluasi Total

SPMB Sekolah Maung Tuai Keluhan, DPRD Jabar Minta Evaluasi Total
SMAN 3 Kota Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif

  • Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Maung di Jawa Barat menuai keluhan karena aplikasi pendaftaran sulit diakses dan dinilai belum siap digunakan.
  • Anggota Komisi V DPRD Jabar, Zaini Shofari, menegaskan kendala terjadi pada aplikasi buatan tim pengembang dan Dinas Pendidikan, bukan pada jaringan atau server Diskominfo.
  • DPRD Jabar akan memanggil Dinas Pendidikan untuk evaluasi total serta memperketat pengawasan tahap verifikasi agar proses seleksi berjalan transparan dan bebas kecurangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Bandung, IDN Times - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Maung di Jawa Barat diwarnai berbagai persoalan. Orangtua murid mengeluhkan aplikasi pendaftaran yang sulit untuk diakses.

Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Zaini Shofari menemukan masalah tersebut pada saat meninjau lokasi Sekolah Maung di SMAN 3 dan 5 Kota Bandung. Dia mengatakan keluhan soal aplikasi pendaftaran banyak ditemukan.

"Ada beberapa hal terutama menyangkut aplikasi karena mungkin ini baru, aplikasinya dirancang terburu-buru sehingga tadi disampaikan aplikasinya ada beberapa kendala yang ini mengganggu proses pendaftaran," kata Zaini, dikutip Sabtu (30/5/2026).

1. Kendala bukan dari server

IDN Times/Azzis Zulkhairil
(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Dia mengungkapkan, persoalan teknis dalam sistem penerimaan siswa baru bukan pertama kali terjadi di Jawa Barat. Pada tahun sebelumnya pun kendala tetap ditemukan. Namun, biasanya keluhan seputar server.

"Tentunya kalau kita melihat tahun ke belakang, ada kejadian server mati ya beberapa kali. Ini tidak mati tapi aplikasinya yang terkendala," ujar Zaini.

Menurut dia, persoalan tersebut harus menjadi evaluasi serius, terlebih program Sekolah Maung menjadi perhatian publik karena digadang-gadang sebagai jalur khusus siswa berprestasi dari seluruh Jawa Barat.

2. Kendala ditemukan hanya pada aplikasi pendaftaran

IDN Times/Azzis Zulkhairil
Suasana SPMB Sekolah Maung di SMAN 3 Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Zaini menegaskan, kendala bukan berada di jaringan internet atau sistem komunikasi data milik Diskominfo, melainkan pada aplikasi yang disiapkan tim pengembang bersama Dinas Pendidikan Jawa Barat.

"Ini kan sistemnya di aplikasinya yang buatan tim dan dinas. Kominfo mungkin pada jaringan tidak ada kendala, hanya aplikasinya," katanya.

Komisi V DPRD Jawa Barat pun berencana mengawal proses seleksi hingga pengumuman hasil pada 8 Juni mendatang. Dalam waktu dekat, DPRD juga akan memanggil Dinas Pendidikan untuk mengevaluasi pelaksanaan program tersebut.

"Nanti kita harus kawal bareng-bareng pengumuman tanggal 8 Juni nanti dan beberapa hari ke depan akan dilakukan verifikasi dan tanggal empat ada pleno di sekolah," ucap Zaini.

3. Legislatif minta pengawasan saat verifikasi diperketat

IDN Times/Azzis Zulkhairil
Suasana SPMB Sekolah Maung di SMAN 3 Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Zaini memastikan pengawasan dalam tahap tersebut akan diperketat agar tidak muncul dugaan kecurangan dalam proses seleksi yang sudah berjalan sejak awal pekan kemarin. Seluruh anggota komisi V pun dikatakan dia akan membeberkan temuan masing-masing dalam proses SPMB Sekolah Maung.

"Tentu kita nanti memanggil lagi Disdik untuk menyaksikan langsung yang terjadi di lapangan dan mungkin nanti tiap anggota Komisi V punya laporan masing-masing terkait Sekolah Maung ini. Nanti akan diinput apa yang perlu diselesaikan lagi," katanya.

Kendati menemukan sejumlah persoalan teknis, Zaini tetap mengapresiasi konsep Sekolah Maung yang dianggap membuka ruang kompetisi bagi siswa berprestasi dari seluruh Jawa Barat untuk masuk sekolah unggulan seperti SMAN 3 dan SMAN 5 Bandung.

"Ya biasa suka sporadis, spontan dan ini kadang tingkat aplikasinya yang kurang siap. Kami paham betul kultur birokrasi yang ada, mau tidak mau namanya ketika gubernur menginginkan harus dilakukan terlepas apapun kondisinya sehingga terjemahannya kadang menjadi tidak pas," ungkapnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari

Latest News Jawa Barat

See More