Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Oven Overheat, Pabrik Briket di Cirebon Ludes Terbakar

Oven Overheat, Pabrik Briket di Cirebon Ludes Terbakar
Kebakaran melanda pabrik briket di Desa Marikangen Blok Pulo RT 13 RW 07, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Rabu (25/2/2026) petang. Peristiwa yang terjadi sekira pukul 18.00 WIB itu menghanguskan sekitar 308 meter persegi bangunan dari total luas 1.000 meter persegi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, sementara kerugian material masih dalam pendataan.
Intinya Sih
  • Kebakaran melanda pabrik briket di Desa Marikangen, Cirebon, diduga akibat oven produksi yang overheat dan membakar sekitar 308 meter persegi bangunan tanpa menimbulkan korban jiwa.
  • Petugas Damkar merespons cepat dengan dukungan berbagai instansi, berhasil menyelamatkan 692 meter persegi area pabrik meski sempat terkendala kerumunan warga di lokasi kejadian.
  • Penyebab pasti masih diselidiki, sementara pihak Damkar mengimbau industri agar rutin memeriksa suhu dan peralatan pemanas serta memastikan sistem keamanan kebakaran berfungsi optimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Cirebon, IDN Times - Kebakaran melanda pabrik briket di Desa Marikangen Blok Pulo RT 13 RW 07, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Rabu (25/2/2026) petang. Peristiwa yang terjadi sekira pukul 18.00 WIB itu menghanguskan sekitar 308 meter persegi bangunan dari total luas 1.000 meter persegi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, sementara kerugian material masih dalam pendataan.

Laporan pertama diterima petugas pada pukul 18.26 WIB dari warga bernama Acep Dianto. Dua menit berselang, armada Regu 1 Sektor Weru langsung diberangkatkan menuju lokasi dan tiba pada pukul 18.43 WIB. Saat petugas tiba, api dilaporkan sudah dalam kondisi membesar dan membakar area produksi.

Kabid Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana (PPSP) pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, mengatakan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.45 WIB dan dilanjutkan dengan proses pendinginan hingga pukul 20.40 WIB.

“Total waktu penanganan kurang lebih dua jam empat puluh menit, termasuk proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi menyala kembali,” ujar Eno, Kamis (26/2/2026) dini hari.

1. Dugaan overheat oven produksi

ilustrasi penggunaan briket (pexels.com/Lukas)
ilustrasi penggunaan briket (pexels.com/Lukas)

Berdasarkan keterangan karyawan di lokasi, kebakaran diduga bermula dari oven produksi briket yang mengalami panas berlebih (overheat). Saat kejadian, terdapat tiga oven yang beroperasi dan tersusun berjajar di area produksi.

Eno menjelaskan, oven nomor satu dari arah timur diduga mengalami overheat hingga memicu percikan api. Api kemudian membakar bahan baku briket di dalam oven tersebut yang diketahui berisi sekitar dua ton material. Kobaran api selanjutnya menjalar ke bagian atap bangunan yang terbuat dari kayu sehingga mempercepat penyebaran.

“Material briket yang mudah terbakar serta konstruksi atap berbahan kayu menjadi faktor yang mempercepat rambatan api,” katanya.

Lokasi pabrik yang berdampingan dengan gudang rotan di sisi timur serta permukiman warga meningkatkan risiko penjalaran. Untuk mencegah api meluas, Sektor Weru meminta bantuan tambahan armada dari Pos Sektor Sumber dan Pos Sektor Palimanan.

Sebanyak tiga unit pancar dan satu unit water supply diterjunkan dalam operasi pemadaman tersebut.

2. Respons cepat dan kendala lapangan

ilustrasi kebakaran (pexels.com/enric)
ilustrasi kebakaran (pexels.com/enric)

Dalam operasi tersebut, pemadaman dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Cirebon, didampingi pejabat struktural bidang teknis. Unsur lain yang terlibat antara lain Polsek Depok, anggota Polresta Cirebon, Koramil Plumbon, BPBD, Tagana, RAPI, Redkar, aparat desa, serta karyawan pabrik.

Eno menyebut respons cepat menjadi kunci untuk membatasi luas area terdampak. Dari total luas bangunan 1.000 meter persegi, sekitar 692 meter persegi berhasil diselamatkan.

“Kami bersyukur api dapat dikendalikan sebelum menjalar ke bangunan sekitar, terutama gudang rotan dan rumah warga,” ujarnya.

Meski demikian, petugas sempat menghadapi kendala berupa kerumunan warga yang mendekati lokasi kejadian. Kondisi tersebut sempat menghambat manuver kendaraan pemadam saat melakukan suplai air dan pengaturan selang.

“Kerumunan warga cukup mengganggu pergerakan armada. Kami mengimbau masyarakat untuk memberi ruang bagi petugas saat proses pemadaman berlangsung,” kata Eno.

3. Evaluasi dan imbauan keselamatan industri

Ilustrasi kebakaran (IDN Times/Arief Rahman)
Ilustrasi kebakaran (IDN Times/Arief Rahman)

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut, namun dugaan sementara mengarah pada faktor teknis berupa overheat oven produksi. Tidak ditemukan korban luka maupun korban jiwa dalam insiden tersebut.

Eno menekankan pentingnya pengawasan suhu dan perawatan rutin pada peralatan produksi yang menggunakan sistem pemanasan intensif. Menurutnya, sektor industri pengolahan yang menggunakan oven atau tungku pembakaran memiliki tingkat risiko kebakaran lebih tinggi apabila standar keselamatan tidak diterapkan secara ketat.

“Kami mengimbau seluruh pelaku usaha untuk memastikan sistem pengamanan kebakaran tersedia dan berfungsi baik, termasuk alat pemadam api ringan (APAR) dan prosedur tanggap darurat,” ujarnya.

Petugas juga telah melakukan pengecekan menyeluruh pascapemadaman untuk memastikan tidak ada sisa bara api yang dapat memicu kebakaran susulan. Setelah dinyatakan aman dan terkendali, seluruh personel dan armada kembali ke pos masing-masing.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More