Mahasiswa IPB Ekspor 54 Ton Pinang ke Maladewa dan Bangladesh

- Mahasiswa IPB melalui PT Export Tani Nusantara mengekspor 54 ton pinang ke Bangladesh dan Maladewa, dilepas langsung oleh Rektor IPB dan Menteri Perdagangan di acara Campuspreneur.
- IPB University membangun ekosistem kewirausahaan terintegrasi lewat program seperti One Village One CEO dan kolaborasi dengan Kemendag untuk memperkuat akses pasar bagi mahasiswa serta pelaku usaha binaan.
- CEO PT Export Tani Nusantara, Al Fiqie, sukses mengembangkan ekspor pinang hingga kontrak dagang Rp33 miliar dan berencana menciptakan produk turunan bernilai tambah bersama peneliti IPB.
Bandung, IDN Times - Rektor IPB University dan Menteri Perdagangan (Mendag) RI melepas ekspor pinang ke Bangladesh dan Maladewa oleh mahasiswa yang tergabung dalam PT Export Tani Nusantara. Kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan momen Campuspreneur yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan di Kampus IPB Dramaga, Jumat (12/6/2026).
Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet menjelaskan IPB University memiliki visi menjadi Techno Social Entrepreneur University yang berfokus menghasilkan lulusan berjiwa wirausaha dan mampu menciptakan dampak bagi masyarakat.
"Kami ingin menghasilkan sumber daya manusia unggul yang memiliki orientasi kewirausahaan. Karena itu, di IPB University program-program pengembangan kewirausahaan mahasiswa kita rancang secara terintegrasi," ujar Alim melalui keterangan resmi.
1. Membangun ekosistem kewirausahaan dimulai dari pembinaan startup

Alim mengatakan, membangun ekosistem kewirausahaan terintegrasi, harus dimulai dari pembinaan startup hingga program berbasis desa seperti One Village One CEO (OVOC) dan One Village One Exporter. Kolaborasi dengan Kemendag, merupakan salah satu cara untuk memperkuat akses pasar bagi mahasiswa dan pelaku usaha binaan IPB University.
Sementara itu, Mendag Budi Santoso yang hadir dalam acara tersebut mengapresiasi upaya yang dilakukan IPB University dalam menciptakan talenta unggul yang memiliki jiwa kewirausahaan hingga mampu menembus pasar global.
Mendag menyontohkan keberhasilan Al Fiqie, mahasiswa IPB pendiri PT Export Tani Nusantara, yang berhasil mengembangkan usaha ekspor sejak masih kuliah.
"Kami ingin semakin banyak mahasiswa yang mengikuti jejak seperti ini. Ketika lulus nanti mereka tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja," katanya.
2. Raih kontrak dagang senilai Rp33 miliar

Pada kesempatan yang sama, CEO PT Export Tani Nusantara, Al Fiqie menjelaskan usaha ekspor yang dirintisnya sejak semester tiga kuliah kini berkembang pesat. Saat ini perusahaan yang ia rintis secara rutin mengekspor pinang dengan volume sekitar 54 ton dan mengirimkan lima hingga enam kontainer setiap bulan.
Ia menyebut tingginya permintaan pasar internasional terhadap pinang Indonesia membuka peluang besar bagi petani dan pelaku usaha untuk memperluas pasar ekspor. Keberhasilan tersebut semakin diperkuat dengan raihan kontrak dagang senilai Rp33 miliar yang diperoleh PT Export Tani Nusantara pada tahun ini melalui pameran dagang di Shanghai, Tiongkok.
"Awalnya kami hanya mengirim satu kontainer setiap tiga bulan. Namun kini sudah mencapai lima hingga enam kontainer per bulan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kapasitas produksi, memperluas kemitraan dengan petani, serta mengembangkan pasar ekspor yang lebih luas," ujar Al Fiqie.
3. Berbagai produk turunan pinang akan diekspor

Ke depan, ia berencana mengembangkan berbagai produk turunan pinang bernilai tambah melalui kolaborasi dengan peneliti di IPB University.
"Kami ingin mengembangkan produk seperti sliced betel nut dan roasted betel nut sehingga produk yang diekspor tidak hanya berupa bahan mentah, tetapi juga produk olahan dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi," katanya.
Pelepasan ekspor pinang ini menunjukkan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha mampu membuka akses pasar global bagi komoditas pertanian Indonesia sekaligus melahirkan generasi eksportir muda yang berdaya saing dan memberikan manfaat bagi petani serta masyarakat.


















