Metro Jabar Trans Kini Dikelola DAMRI, Tarif Dipastikan Tetap Rp4.900

- Pemprov Jawa Barat mengalihkan pengelolaan Metro Jabar Trans dari PT Jasa Sarana ke DAMRI melalui Pergub 20/2026, dengan kolaborasi langsung berjalan sejak 1 Agustus 2026.
- DAMRI tetap mengoperasikan 60 bus pada empat koridor: Leuwipanjang-Soreang, Leuwipanjang-Dago, Dipatiukur-Unpad Jatinangor, dan Leuwipanjang-Majalaya; layanan ini menjadi persiapan pengembangan transportasi massal 2027.
- Tarif MJT tetap Rp4.900 per perjalanan, sedangkan subsidi Pemprov akan dihitung berdasarkan realisasi operasional dan jumlah penumpang; seluruh armada masih bermesin diesel.
Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyerahkan pengelolaan Metro Jabar Trans (MJT) dari BUMD PT Jasa Sarana ke perusahaan PT DAMRI. Keputusan tersebut sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) 20/2026 yang ditandai langsung Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi alias KDM.
Hal ini pun mempermudah DAMRI dalam mengelola transportasi publik ini, nantinya pembiayaan operasional MJT tidak lagi melalui perantara atau calo PT Jasa Sarana.
General Manager DAMRI Cabang Bandung, Ferdik Sakona mengungkapkan, kolaborasi langsung dengan Pemprov Jabar sudah berjalan sejak 1 Agustus 2026.
"Ini kan sejak Januari jalan. Hanya karena terjadi transisi saja. Jadi peralihan, sekarang dari pemerintah langsung ke operator," ujar Ferdik, Rabu (5/8/2026).
1. Operasional bus tetap dilakukan sepenuhnya

Ferdik menyampaikan, DAMRI yang kini sudah menjadi operator tugasnya masih tidak berubah, tetap mengoperasikan 60 unit bus untuk empat koridor, yakni Leuwipanjang-Soreang, Leuwipanjang-Dago, Dipatiukur-Unpad Jatinangor, serta Leuwipanjang-Majalaya.
"Kita ada empat koridor. Ada empat koridor. Terus yang lain mungkin Bigbird dua koridor," katanya.
Menurut Ferdik, operasional MJT saat ini masih merupakan bagian dari fase persiapan menuju pengembangan sistem transportasi massal yang lebih besar pada 2027 mendatang.
"Itu mungkin nanti 2027. Ini untuk 2026. Ini suatu persiapan aja, untuk simulasi lah. Meskipun operasionalnya udah jalan," ujarnya.
2. Tarif dipastikan belum berubah

Sementara itu, tarif yang dibayar penumpang saat ini sebesar Rp4.900 per perjalanan. Adapun besaran subsidi yang ditanggung Pemprov Jabar masih akan dihitung berdasarkan realisasi operasional dan jumlah pengguna layanan.
"Tarif untuk sekarang Rp4.900 ya, Rp4.900 tarifnya," kata Ferdik.
Ia menjelaskan, nilai kompensasi atau subsidi pemerintah baru bisa diketahui setelah seluruh data perjalanan dan jumlah tiket terkumpul.
"Nah, itu selisih. Selisihnya itu nanti diperhitungkan baru setelah pelaksanaan," ucapnya.
3. Modernisasi armada masih dikoordinasikan

Mengenai modernisasi armada, seluruh bus Metro Jabar Trans yang saat ini dioperasikan DAMRI masih menggunakan mesin diesel. Rencana penggunaan bus listrik masih menunggu keputusan pemerintah.
"Kalau rencana mungkin ya, tapi kita juga belum tahu. Masih nunggu, Pak. Masih nunggu keputusannya," katanya.
Soal diputusnya PT Jasa Sarana, Ferdik mengakui sangat bersyukur karena langsung berhubungan dengan Pemprov Jabar. Sebab secara birokrasi administrasi pembayaran kata dia, akan lebih ringkas tanpa campur tangan pihak lain.
"Birokrasi lebih cepat," kata dia.

.jpg)
















