Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Transportasi Publik dan Harapan Baru bagi Kesejahteraan Warga

Transportasi Publik dan Harapan Baru bagi Kesejahteraan Warga
ilustrasi naik transportasi umum (pexels.com/Valent Lau)
Intinya Sih
  • Pembangunan transportasi publik dinilai mampu menekan pengeluaran rumah tangga dan meningkatkan kesejahteraan warga melalui akses mobilitas yang lebih terjangkau.
  • Keberadaan jaringan transportasi publik mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di sekitar titik transit, membuka peluang bagi UMKM dan menciptakan lapangan kerja.
  • Piter Abdullah menekankan pentingnya komitmen daerah serta kolaborasi pemerintah-swasta dalam pembangunan transportasi berkelanjutan agar manfaat ekonominya dirasakan secara luas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bandung, IDN Times - Pembangunan transportasi publik dinilai tidak hanya berkaitan dengan mobilitas masyarakat, tetapi juga dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Kehadiran layanan transportasi yang terjangkau diyakini mampu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Pandangan tersebut disampaikan Policy and Program Director Prasasti Center for Policy Studies, Piter Abdullah. Menurutnya, akses terhadap transportasi publik yang baik dapat menjadi salah satu langkah awal untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Di tengah tantangan biaya hidup yang terus meningkat, pengeluaran untuk transportasi masih menjadi salah satu komponen penting dalam kebutuhan sehari-hari. Karena itu, pembangunan sistem transportasi massal dinilai memiliki dampak langsung terhadap kondisi ekonomi warga.

Selain membantu masyarakat menghemat biaya perjalanan, transportasi publik juga dinilai mampu mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi di kawasan yang dilalui jaringan transportasi tersebut.

1. Biaya perjalanan dinilai bisa ditekan

Transportasi Publik dan Harapan Baru bagi Kesejahteraan Warga (Dok. Kemenhub)
Transportasi Publik dan Harapan Baru bagi Kesejahteraan Warga (Dok. Kemenhub)

Piter Abdullah menjelaskan bahwa transportasi publik yang nyaman dan terjangkau dapat membantu masyarakat mengurangi pengeluaran rutin untuk perjalanan sehari-hari. Ia mencontohkan kondisi di wilayah perkotaan, di mana sebagian warga harus mengalokasikan porsi cukup besar dari pendapatannya untuk biaya transportasi.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Statistik Komuter Jabodetabek 2023 menunjukkan banyak pekerja komuter masih mengeluarkan biaya perjalanan yang cukup signifikan setiap bulan. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya pengembangan transportasi massal yang lebih efisien.

Menurut Piter, manfaat ekonomi dari transportasi publik tidak hanya dirasakan dalam bentuk kemudahan akses, tetapi juga penghematan biaya yang dapat dialihkan untuk kebutuhan lain. "Mengurangi biaya [perjalanan]-nya itu sudah bagian dari mensejahterakan masyarakat kita," ujarnya.

2. Transportasi publik dorong tumbuhnya aktivitas ekonomi

IMG-20260503-WA0038.jpg
Sejumlah perempuan dan laki-laki terlihat mendorong kopernya saat berjalan di selasar peron Stasiun Tawang Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Selain menekan biaya hidup, keberadaan transportasi publik juga dinilai mampu menciptakan pusat-pusat ekonomi baru. Kawasan di sekitar stasiun, terminal, maupun titik transit sering kali berkembang menjadi lokasi aktivitas usaha masyarakat.

Piter menilai keberadaan jaringan transportasi seperti kereta perkotaan atau moda transit lainnya dapat memberikan peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berkembang. Aktivitas ekonomi yang tumbuh di sekitar pusat transportasi berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Efek berantai tersebut, kata dia, akan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat karena turut meningkatkan produktivitas dan pendapatan keluarga. "Berapa banyak keluarga yang akan terbantu? Efek berantainya, produktivitasnya jadi lebih sehat, lebih baik," katanya.

3. Daerah didorong memperkuat pembangunan transportasi

Stasiun Bekasi Timur.
Stasiun Bekasi Timur. (Dok. KAI)

Piter menegaskan manfaat transportasi publik tidak hanya bisa dirasakan di kota-kota besar. Menurutnya, daerah-daerah juga memiliki peluang yang sama untuk memperoleh dampak ekonomi jika pembangunan transportasi dilakukan secara serius dan berkelanjutan.

Ia menilai komitmen kepala daerah menjadi faktor penting dalam mendorong terwujudnya sistem transportasi publik yang terjangkau dan berkualitas. Dukungan kebijakan yang konsisten juga diperlukan agar pembangunan dapat berjalan dalam jangka panjang.

Dalam mendukung pembiayaan proyek transportasi, Piter menyarankan kolaborasi antara pemerintah dan swasta melalui skema Public Private Partnership (PPP), termasuk membuka peluang pendanaan melalui obligasi.

Namun, ia menekankan pentingnya kepastian regulasi agar investor memiliki kepercayaan untuk berinvestasi. "Melihat dari efek berantainya, chain effect-nya, saya meyakini dampaknya besar sekali. Yang akan kita ubah dampaknya tidak terbatas pada hal yang terkait dengan transportasi itu sendiri. Tapi dia akan mengubah kotanya," tutup Piter.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana

Latest News Jawa Barat

See More