Driver ShopeeFood di Bandung Hilang Usai Antar Pesanan di Dago

- Pengemudi ShopeeFood Diki Akbari (23) hilang setelah mengantar pesanan menuju kawasan Dago pada Sabtu malam, 25 Juli 2026; hingga 28 Juli keberadaannya belum diketahui.
- Komunikasi terakhir menyebut Diki menunggu pesanan dan baterai ponselnya hampir habis. Lokasi telepon sempat terlacak di Jalan Ir. H. Juanda, lalu menghilang.
- Keluarga melapor ke Polsek Cibeunying Kidul setelah 1x24 jam dan mencari lewat komunitas ojol. Diki baru dua pekan bekerja setelah PHK untuk menghidupi empat anak.
Bandung, IDN Times - Seorang pengemudi ShopeeFood di Kota Bandung, Diki Akbari (23), dilaporkan hilang setelah mengantarkan pesanan makanan pada Sabtu (25/7/2026) malam. Hingga Selasa (28/7/2026), keberadaan warga Kecamatan Cibeunying Kidul tersebut masih belum diketahui.
Pihak keluarga telah melaporkan peristiwa itu ke Polsek Cibeunying Kidul. Mereka berharap Diki segera ditemukan dalam kondisi selamat, terlebih ia merupakan tulang punggung keluarga yang baru beberapa pekan bekerja sebagai pengemudi ojek online.
Istri Diki, Arni Mardiani, menceritakan bahwa suaminya keluar rumah sekitar pukul 21.00 WIB untuk mulai bekerja sebagai pengemudi ShopeeFood. Setelah mengaktifkan aplikasi, Diki menerima pesanan pertama ke kawasan Cihaurgeulis, kemudian kembali mendapat orderan menuju Saparua dan Dago.
Arni sempat meminta suaminya pulang karena waktu sudah larut. Namun Diki memilih menyelesaikan pesanan terakhir terlebih dahulu.
"Kata saya pulang saja udah jam 10, takut kemalaman. Tanggung katanya," ujar Arni saat dihubungi.
1. Sempat berkabar masih kirim makanan pada malam hari
Komunikasi terakhir terjadi ketika Diki mengabarkan sedang menunggu pesanan di restoran. Tak lama kemudian, ia mengatakan baterai telepon genggamnya hampir habis.
"Dia bilang habis baterai lowbat, enggak tahu mati atau apa," katanya.
Sejak itu, nomor telepon maupun akun WhatsApp Diki sudah tidak bisa dihubungi. Saat dicek melalui perangkat pelacak, lokasi telepon sempat terdeteksi di kawasan Jalan Ir. H. Juanda (Dago), namun kemudian tidak lagi ditemukan.
2. Keluarga langsung mencari hingga melapor ke polisi

Arni mengaku mulai panik ketika terbangun sekitar pukul 02.00 WIB dan mendapati suaminya belum juga pulang. Bersama keluarga besar, ia langsung menghubungi kerabat dan teman-teman sesama pengemudi ojek online untuk mencari keberadaan Diki.
Namun, hingga pagi hari tidak ada kabar. Setelah melewati 1x24 jam, keluarga akhirnya membuat laporan orang hilang ke Polsek Cibeunying Kidul pada Senin (27/7/2026).
"Menunggu pulang, sesampainya 1x24 jam saya lapor polisi," ujarnya.
Menurut Arni, hingga kini berbagai upaya pencarian telah dilakukan, termasuk menyebarkan informasi kepada komunitas pengemudi ojek online dan keluarga. Namun belum ada petunjuk mengenai keberadaan suaminya.
3. Baru dua pekan jadi ojol demi menghidupi empat anak

Diki diketahui baru sekitar dua pekan bekerja sebagai pengemudi ojek online setelah terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Demi memenuhi kebutuhan keluarga, ia mendaftar di tiga aplikasi ojek online sekaligus.
Arni mengatakan, sebelum menghilang tidak ada persoalan dalam rumah tangga maupun dengan orang lain. Bahkan pada hari yang sama, Diki masih mengajak anak-anaknya membeli perlengkapan sekolah sebelum berangkat bekerja pada malam harinya.
"Semua baik-baik saja. Bahkan Diki sempat ajak anak-anak ke Borma membeli perlengkapan sekolah dan malamnya pergi ambil pesanan pun izin," kata dia.
Arni berharap suaminya segera pulang dalam keadaan selamat. Baginya, motor maupun telepon genggam bukanlah hal yang utama dibanding keselamatan suami yang menjadi ayah dari empat anak mereka.
"Kalau dia ingat anak, pulang dengan selamat. Meski enggak ada motor dan HP enggak apa-apa, asal dia pulang dalam keadaan sehat. Anak-anak terus menanyakan ayah ke mana, kenapa enggak pulang-pulang," ujarnya.


















