PSEL Bogor Raya I Ditargetkan Mampu Mengolah 1.500 Ton Sampah per Hari

- PSEL Bogor Raya I di Galuga mulai dibangun dengan target mengolah 1.500 ton sampah per hari menjadi energi listrik.
- Fasilitas pirolisis berkapasitas 1.000 ton dan PSEL Kayu Manis direncanakan melengkapi kapasitas pengolahan Bogor Raya hingga 3.500 ton per hari dalam dua tahun.
- Produksi sampah Bogor Raya mencapai sekitar 5.000 ton per hari; pemerintah menargetkan fasilitas beroperasi akhir Desember 2028 sambil mendorong penanganan sampah dari rumah tangga.
Bandung, IDN Times - Pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 telah resmi dimulai. PSEL yang berlokasi di Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor tersebut ditargetkan mampu mengolah 1.500 ton sampah per hari.
"Hari ini dimulai groundbreaking pengolahan sampah menjadi energi listrik atau PSEL Bogor Raya I di Galuga. Kapasitas yang akan terbangun bisa menampung sampah 1.500 ton per hari," kata Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman, Kamis (17/9/2026).
1. Persoalan sampah Bogor Raya diharapkan bisa tertangani

Sekda Jabar Herman Suryatman (IDN Times/Azzis Zul Khairil) Selain PSEL Bogor Raya I, pada waktu yang bersamaan juga dilakukan groundbreaking fasilitas pengolahan sampah dengan teknologi pirolisis di Galuga. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas pengolahan sekitar 1.000 ton sampah per hari.
Berbeda dengan PSEL yang mengolah sampah menjadi energi listrik, teknologi pirolisis diarahkan untuk mengolah sampah lama menjadi bahan bakar berupa solar. Pemprov Jabar juga menyiapkan fasilitas PSEL lainnya di Kayu Manis dengan kapasitas sekitar 1.000 ton sampah per hari.
Dengan tiga fasilitas tersebut, Herman mengatakan, kapasitas pengolahan sampah di kawasan Bogor Raya ditargetkan mencapai 3.500 ton per hari dalam dua tahun ke depan.
"Dalam dua tahun ke depan, Insyaallah ketiga teknologi ini bisa mengelola sampah sampai dengan 3.500 ton per hari," ujarnya.
2. Masyarakat diminta tetap bisa menyelesaikan sampah dari rumah

Sekda Jabar Herman Suryatman (IDN Times/Azzis Zulkhairil) Herman mengatakan pembangunan fasilitas tersebut menjadi langkah penting mengingat produksi sampah di kawasan Bogor Raya yang meliputi Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Kota Depok mencapai sekitar 5.000 ton per hari.
Melalui kapasitas 3.500 ton per hari, tiga fasilitas pengolahan tersebut nantinya dapat menangani sebagian besar produksi sampah kawasan Bogor Raya. Namun, dia menegaskan, penyelesaian persoalan sampah tidak cukup hanya mengandalkan teknologi pengolahan di hilir.
"Harus sinergi antara pendekatan teknologi dengan pendekatan sosial," katanya.
3. Ditargetkan bisa selesai akhir Desember 2028

Sekda Provinsi Jabar, Herman Suryatman (IDN Times/Azzis Zulkhairil) Herman menyebut produksi sampah di Jabar mencapai sekitar 25.600 ton per hari. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 15 persen atau 3.800 ton per hari yang terkelola dengan baik. Sementara sekitar 85 persen atau 21.800 ton per hari masih belum terkelola dengan baik.
Sebagian besar sampah yang belum terkelola tersebut masih berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Jawa Barat memiliki 32 TPA, namun baru sekitar separuh yang telah menerapkan sistem controlled landfill, sedangkan sisanya masih menggunakan pola open dumping dan diarahkan menuju controlled landfill.
Herman mengatakan, pemerintah tidak dapat hanya mengandalkan fasilitas di hilir untuk menyelesaikan seluruh persoalan tersebut. Penanganan harus dilakukan secara berjenjang mulai dari rumah tangga, komunitas, hingga fasilitas pengolahan akhir.
Setelah groundbreaking, proyek PSEL Bogor Raya I dan fasilitas pengolahan lainnya akan memasuki tahap pembangunan. Herman memperkirakan, fasilitas pengolahan sampah di kawasan Bogor Raya dapat selesai dan mulai beroperasi sekitar akhir Desember 2028.
"Diperkirakan akhir Desember 2028 akan tuntas dan operasional," kata Herman.



.jpg)
















