Prabowo Singgung Wartawan sebagai Londo Ireng, Pigai Klarifikasi

- Presiden Prabowo menyebut “Londo Ireng” masih ada dan bersembunyi dalam sejumlah profesi, termasuk wartawan, jurnalis, pengamat, serta LSM, dalam pidato Harlah ke-28 PKB.
- Menteri HAM Natalius Pigai mengklarifikasi bahwa Londo Ireng merujuk pada pihak yang membantu kepentingan asing hingga mengkhianati negara, bukan profesi tertentu atau seluruh wartawan.
- Pigai menyebut pemberitaan yang mengaitkan istilah itu langsung dengan wartawan keliru, menjelaskan asal-usulnya pada pasukan Ghana era kolonial, serta menyampaikan salam Prabowo kepada pers.
Bandung, IDN Times - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai turut berkomentar soal pernyataan presiden Prabowo Subianto soal Istilah Londo Ireng ditujukan untuk beberapa profesi, termasuk wartawan.
Diketahui, pidato Prabowo di momen Puncak Harlah ke-28 PKB, secara gamblang menyebutkan bahwa Londo Ireng sampai saat ini ada dan itu bersembunyi dalam beberapa profesi termasuk wartawan.
"Londo-Londo Ireng ini sampai sekarang masih ada. Hanya dia sekarang pakai baju lain, kan? Wartawan, jurnalis apa itu? pengamat, LSM. LSM harus kita tanya, yang gaji lo siapa? Yang bayar listrikmu siapa? Yang bayar handphone-mu siapa?" kata Prabowo dalam pidatonya pada Kamis (23/7/2026).
1. Pigai membantah wartawan adalah Londo Ireng

Meski begitu, Pigai membantah anggapan bahwa istilah tersebut ditujukan kepada wartawan dan profesi lainnya. Menurut dia, istilah tersebut merujuk pada pihak-pihak yang membantu kepentingan asing hingga mengkhianati negaranya sendiri.
"Kan gini, gini. Saya kasih tahu Londo Ireng ya. Londo Ireng itu maksudnya orang yang membantu orang asing untuk mengkhianati negaranya. Tidak disebut wartawan," kata Pigai di Bandung, Selasa (28/7/2026).
Ia menegaskan, istilah itu tidak merujuk pada profesi tertentu. Menurutnya, pihak yang dimaksud bisa berasal dari berbagai latar belakang.
"Yang ada mungkin satu dua wartawan, mungkin juga ada dua pegawai negeri sipil, ada juga mungkin menteri, jangan salah lho. Ada juga semua komunitas yang ada," ujarnya.
2. Pigai sebut ada kesalahan penafsiran

Dalam kesempatan itu, Pigai juga menilai ada media yang keliru menafsirkan pernyataan terkait Londo Ireng. Ia menyebut pemberitaan yang mengaitkan istilah tersebut secara langsung dengan wartawan tidak tepat.
"Jadi yang menyatakan wartawan itu adalah sebuah media besar. Media teman kita juga, dia salah nulis judulnya itu," katanya.
Pigai menegaskan bahwa tidak pernah ada pernyataan yang menyebut seluruh wartawan sebagai Londo Ireng.
3. Singgung sejarah istilah Londo Ireng

Pigai kemudian menjelaskan asal-usul istilah tersebut. Menurut dia, Londo Ireng merujuk pada orang-orang asal Ghana yang pada masa kolonial digunakan Belanda untuk membantu pendudukan di Indonesia.
"Londo Ireng itu kan orang-orang Ghana yang dulu dipersenjatai Belanda untuk melakukan pendudukan di Indonesia. Itu yang disebut, karena mereka digaji tiap bulannya," ujarnya.
Meski demikian, Pigai kembali menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki hubungan baik dengan kalangan pers. Bahkan, ia menyampaikan salam dari Prabowo kepada para wartawan.
"Pak Prabowo bilang, 'I love you wartawan'. Benar lho, ini saya benar lho. Tolong sampaikan. Tolong tulis," kata Pigai.


















