Murid Keracunan MBG Ramadan di Kota Cimahi Bertambah Jadi 36 Orang
- Jumlah korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cimahi meningkat menjadi 36 orang, terdiri dari murid TK hingga SMP serta beberapa guru.
- Dinas Kesehatan Cimahi memastikan seluruh korban telah mendapat perawatan di RSUD Cibabat, RS Mitra Kasih, dan RS Dustira, dengan sebagian besar sudah diperbolehkan pulang.
- Pemerintah Kota Cimahi mendirikan posko di RSUD Cibabat untuk mengantisipasi lonjakan pasien dan menyiapkan distribusi ke rumah sakit lain jika kapasitas penuh.
Cimahi, IDN Times - Jumlah murid dan guru keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cimahi mengalami penambahan. Dinas Kesehatan (Dinkes) memastikan, penanganan terhadap para korban kini masih dilakukan di rumah sakit dan sejumlah fasilitas kesehatan.
Kepala Dinkes Kota Cimahi, Mulyati mengatakan, saat ini korban keracunan usai mengkonsumsi menu MBG yang mendapat perawatan mencapai 36 orang yang terdata hingga Kamis (26/2/2026) pukul 05.00 WIB.
Adapun rinciannya, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat sebanyak 26 orang korban, Rumah Sakit Mitra Kasih lima orang korban dan Rumah Sakit Dustira ada lima orang korban. Mereka merupakan siswa dari jenjang TK, SD dan SMP hingga guru dari sejumlah sekolah di wilayah Cimahi Tengah.
"Pasien masuk sampai dengan laporan jam 5 pagi sejumlah 36 orang. Tapi mayoritas sudah pulang ke rumahnya masing-masing," kata Mulyati saat dikonfirmasi.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Cimahi memastikan sudah ada 24 orang pelajar dari TK hingga SMP yang tengah dalam penanganan setelah diduga keracunan setelah menyantap hidangan MBG saat berbuka puasa, Rabu (25/2/2026).
Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira mengatakan, selain siswa berdasarkan data dari jumlah tersebut juga terdapat guru yang kini tengah menjalani perawatan di rumah sakit daerah.
"Jumlah sementara di RSUD Cibabat 20, Rumah Sakit Mitra Kasih tiga dan Rumah Sakit Dustira satu," kata Adhitia di RSUD Cibabat kepada wartawan.
Siswa dan guru yang terlaporkan mengalami gejala keracunan usai mengkonsumsi MBG berasal dari TK PGRI, TK Kartika, SDN Cimahi Mandiri 4, dan SDN Karangmekar 5 dan SMPN 6.
"Hari ini saya hadir bersama jajaran Forkompinda Cimahi untuk merespons adanya diduga kasus keracunan massal MBG di beberapa sekolah di kawasan Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi," kata dia.
Saat ini, Pemkot Cimahi telah mendirikan posko di RSUD Cibabat untuk melakukan penanganan pasien yang mengalami gejala keracunan. Jika terjadi penumpukan pasien, pihaknya akan langsung mendistribusikan ke rumah sakit lainnya di Kota Cimahi.
"Pemerintah Kota Cimahi bersepakat membuka Posko di RSUD Cibabat, apabila terjadi penumpukan kita akan distribusi ke rumah sakit lain. Tapi alhamdulillah masih tertangani, ada yang masuk dan pulang terus bergantian," ujar Adhitia.



















