Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dedi Mulyadi Kritik PLN, Warga Dekat Pembangkit Masih Gelap

Kota Bandung
Dedi Mulyadi Kritik PLN, Warga Dekat Pembangkit Masih Gelap
Ilustrasi PLN. (IDN Times/ Ayu Afria)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengkritik PLN karena banyak warga di sekitar Waduk Cirata, Saguling, dan Jatigede belum menikmati listrik meski dekat pembangkit.
  • Dedi meminta warga di daerah penghasil energi mendapat tarif listrik murah atau gratis, dengan target seluruh warga Jawa Barat berlistrik pada 2027; kini 70 ribu warga masih belum teraliri.
  • Pemprov Jabar berencana menghibahkan dana kepada PLN untuk jaringan listrik, agar investor tak terbebani biaya gardu dan penarikan kabel yang menghambat investasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengkritik PT PLN dengan kondisi maraknya warga yang tinggal di dekat industri pembangkit listrik namun tidak mendapat aliran listrik. Hal itu tampak di sekitaran Waduk Saguling hingga Waduk Jatigede.

"Hari ini seringkali industri-industri pembangkit listrik, rakyat di dekat pembangkit listriknya tidak kebagian listrik," kata dia di TPPAS Legok Nangka, Kabupaten Bandung, pada Rabu (29/7/2026).

"Cirata itu yang tidak dapat listriknya sangat banyak. Beberapa bendungan, Saguling juga sama banyak, kemudian Jatigede banyak. Ironi. Semoga yang ironi ini tidak boleh terjadi," katanya.

1. Warga tinggal di dekat pembangkit listrik dapat diskon

Ilustrasi PLN. (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi PLN. (IDN Times/Arief Rahmat)

Menurut dia, masyarakat yang tinggal di sekitar industri pembangkit listrik mendapat harga listrik yang lebih murah bahkan digratiskan. Dedi meminta hal ini menjadi persoalan yang harus diperhatikan perusahaan pelat merah tersebut.

"Daerah yang menghasilkan energi geotermal, pembangkit listrik tenaga surya, pembangkit listrik tenaga sampah, pembangkit listrik tenaga air, dalam pikiran saya daerah di mana desa energi itu ada, di mana energi itu dilahirkan, listrik dilahirkan, mereka harus mendapatkan listrik yang murah dari PLN," ungkap dia.

Lebih lanjut, Dedi menargetkan semua warga Jabar mendapat pasokan listrik pada tahun 2027. Adapun data terkini, masih terdapat 70 ribu warga Jabar yang belum mendapat listrik.

"Sehingga, Jawa Barat mentargetkan tahun depan seluruh rakyat Jawa Barat sudah punya listrik," kata dia.

2. Listrik sangat erat kaitannya dengan investasi

Ilustrasi PLN (Dok. PLN)
Ilustrasi PLN (Dok. PLN)

Dedi mengatakan, industri listrik ini sangat berhubungan erat dengan kelancaran investasi yang masuk di wilayah Jawa Barat. Jangan sampai karena adanya beberapa persoalan teknis yang tidak sesuai membuat para investor terganggu.

Adapun persoalan yang banyak dihadapi oleh investor di Jabar ini kebanyakan adanya biaya tambahan untuk membangun gardu listrik hingga menarik kabel.

"Saya kasih contoh kemarin di Purwakarta, saya dialog panjang. Satu investasi bangun kawasan industri, beli tanah di kawasan industrinya hanya 15 miliar. Tapi dia tarik kabel ke Gardu Cikumpay, 17 miliar biayanya. Sehingga, ''Pak Dedi gimana ini kok... Wah, saya bilang, mudah-mudahan nanti saya sampaikan juga ke Pak Presiden dan Mensesneg," katanya.

3. Pemprov Jabar berencana hibahkan beberapa aset ke PLN

Ilustrasi PLN buka akses listrik (Dok. PLN)
Ilustrasi PLN buka akses listrik (Dok. PLN)

Dengan kondisi ini, Dedi memastikan, Pemprov Jabar lebih tertarik memberikan hibah kepada BUMN dibandingkan ke pihak lain yang tidak jelas peruntukannya. Apalagi anggaran bantuan hibahnya besar tidak kecil.

"Itu kadang ratusan miliar saya lebih memilih Pemprov Jabar berinvestasi di PLN. Membangun jaringan listrik untuk memberikan layanan investasi terhadap para investor. Agar investor tidak mengeluarkan lagi biaya-biaya di luar kepentingan investasi," katanya.

Dedi meyakini, kerjasama Pemprov Jabar dengan PT. PLN dalam hal elektrifikasi akan membuat banyak investor datang untuk menanamkan modalnya, tidak perlu lagi nantinya ada biaya untuk menarik kabel.

"Saya minta izin di perubahan (anggaran) ini, ingin memasukkan itu sebagai bagian dari investasi. Kalau Pemprov Jabar berhasil membangun kerja sama dengan PLN untuk berbagai infrastruktur energi yang dibutuhkan, maka Jawa Barat akan diburu oleh para investor lebih banyak lagi," tuturnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More