Keren! Desa Rawan Bencana di Sukabumi Punya Internet Berbasis Satelit

- Desa Citamiang, Sukabumi, memasang internet satelit melalui kolaborasi PMI, Atma Connect, dan Internet Society Foundation untuk menjaga komunikasi saat longsor atau cuaca ekstrem.
- Internet satelit memungkinkan relawan SIBAT melaporkan kondisi, berkoordinasi dengan PMI dan pemerintah desa, serta menyebarkan edukasi kebencanaan secara real-time.
- Pemerintah Desa Citamiang memasang panel surya agar internet tetap aktif saat listrik padam; jaringan juga mendukung layanan digital dan akan diperluas ke lima desa rawan bencana.
Sukabumi, IDN Times - Tinggal di kawasan perbukitan yang rawan terjangan longsor dan pergerakan tanah tak melumpuhkan semangat warga Desa Citamiang, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi. Alih-alih pasrah saat bencana memutus jaringan komunikasi, desa ini bertindak keren dengan mengadopsi teknologi internet berbasis satelit.
Perangkat antena satelit yang berdiri tangguh di atas atap kantor desa kini menjadi simbol ketangguhan dan modernisasi warga lokal dalam menghadapi ancaman bencana alam. Pemasangan internet satelit ini merupakan buah kolaborasi manis antara Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi, Atma Connect, serta didukung oleh Internet Society Foundation.
Berikut deretan fakta keren di balik pemasangan internet satelit di desa rawan bencana Sukabumi.
1. Bebas cemas hilang sinyal saat darurat bencana

Di daerah rawan bencana, jaringan komunikasi seluler konvensional acap kali tumbang saat cuaca ekstrem atau longsor terjadi. Dengan internet satelit, koneksi jaringan dipastikan tetap stabil karena tidak bergantung pada jaringan terestrial atau tiang pemancar darat yang rentan roboh.
Direktur Program Atma Connect, Alpan R. Kasdar menjelaskan, bahwa teknologi ini membuat warga dan relawan tak perlu khawatir terisolasi saat krisis. Warga tetap bisa menghubungi sanak saudara di perantauan, sedangkan relawan dapat cepat meng-update kondisi dan kebutuhan di lokasi bencana.
"Internet berbasis satelit ini ketika terjadi bencana, akses internet bisa tetap jalan dan proses penanganan pasca bencana pun bisa lebih cepat. Akhirnya warga bisa mandiri menggunakan internet," kata Alpan, Rabu (29/7/2026).
2. Aksi cepat Relawan SIBAT, laporan bencana cuma hitungan detik

Kehadiran internet satelit ini membawa perubahan besar bagi Relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) Desa Citamiang. Jika dulu laporan darurat kerap terlambat akibat blind spot, kini koordinasi bisa dilakukan secara real-time.
Relawan SIBAT Desa Citamiang, Lukman Hakim, mengaku cara kerja timnya kini jauh lebih efektif. Terlebih, saat intensitas bencana meningkat.
"Sekarang proses komunikasi jauh lebih cepat dan efektif. Kami bisa segera menerima informasi, melaporkan kondisi di lapangan, berkoordinasi dengan PMI dan pemerintah desa, sekaligus memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Saat situasi darurat, kecepatan informasi sangat menentukan," kata Lukman.
3. Makin canggih dengan sokongan panel surya mandiri

Tak cuma mengandalkan internet satelit, Pemdes Citamiang juga melakukan terobosan cerdas dengan mengalokasikan anggaran desa untuk memasang panel surya (solar panel).
Inovasi ini memastikan seluruh perangkat internet tetap menyala dan menyuplai sinyal saat terjadi pemadaman listrik PLN di tengah bencana. Sebuah kombinasi teknologi bersih dan kesiapsiagaan yang patut diacungi jempol.
Sekretaris Desa Citamiang, Nenda Shopiya Aspari, menjelaskan bahwa penyediaan panel surya menjadi komitmen utama pemerintah desa untuk menjaga keberlanjutan fungsi komunikasi saat krisis.
"Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Desa Citamiang turut mengalokasikan anggaran desa untuk penyediaan panel surya sebagai sumber listrik perangkat internet. Langkah ini dilakukan agar layanan komunikasi tetap berfungsi meski terjadi pemadaman listrik saat keadaan darurat," kata Nenda.
Selain itu, keandalan internet satelit tak cuma dipakai saat masa darurat bencana saja. Setiap harinya, jaringan ini dimanfaatkan oleh Pemerintah Desa Citamiang untuk mempercepat pelayanan publik berbasis digital.
Melihat keberhasilannya di Desa Citamiang, program bertajuk "Mengembangkan Model Ketahanan Internet Berbasis Komunitas yang Berkelanjutan" ini siap diperluas ke lima desa rawan bencana lainnya di Kecamatan Purabaya, Cidolog, dan Curugkembar.





















