APRICOT 2026 Jadi Sinyal Serius Indonesia Incar Investasi Internet Global

- APRICOT 2026 di Jakarta menunjukkan posisi baru Indonesia dalam ekosistem Internet regional, dorong investasi dan kerja sama teknologi.
- Ketahanan jaringan Internet menjadi fokus utama, forum tatap muka seperti APRICOT penting untuk memperkuat kepercayaan investor.
- Pertumbuhan pengguna Internet Indonesia yang luar biasa menjadi daya tarik utama bagi investasi digital di Asia Pasifik.
Bandung, IDN Times – Penunjukan Jakarta sebagai tuan rumah Asia Pacific Regional Internet Conference on Operational Technologies (APRICOT) 2026 bukan sekadar agenda konferensi teknologi. Lebih dari 900 pemimpin bisnis Internet dari 50 negara akan berkumpul di Indonesia, membawa pesan kuat soal arah investasi dan masa depan ekonomi digital nasional.
Forum yang digelar pada 9 Februari 2026 ini menempatkan Indonesia sebagai simpul penting dalam diskusi infrastruktur Internet, ketahanan jaringan, hingga kolaborasi bisnis lintas negara.
1. Dorong Indonesia naik Kelas dari pasar ke mitra strategis

Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Muhammad Arif menilai kehadiran APRICOT di Jakarta mencerminkan posisi baru Indonesia dalam ekosistem Internet regional.
“Dengan menjadi tuan rumah APRICOT, APJII juga menampilkan kemajuan kolektif dan kontribusi hampir 1.469 penyelenggara jasa Internet dalam memperkuat infrastruktur Internet nasional,” kata Muhammad Arif dalam keterangan pers, Kamis (5/2/2025).
Kehadiran pemain global seperti Google, Amazon, dan Meta membuka ruang dialog langsung antara pelaku industri nasional dengan investor dan operator jaringan internasional, yang berpotensi mendorong kerja sama teknologi hingga penanaman modal baru.
2. Ketahanan jaringan jadi faktor kunci kepercayaan investor

Di tengah meningkatnya risiko siber dan ketergantungan ekonomi pada konektivitas digital, isu ketahanan Internet menjadi perhatian utama. Philip Smith, Direktur Eksekutif Asia Pacific Network Operators Group (APNOG), menegaskan pentingnya forum tatap muka seperti APRICOT.
“Pertemuan langsung seperti APRICOT membantu para operator Internet memperluas jejaring koneksi yang membuat Internet global semakin kuat dan tangguh,” ujarnya.
Diskusi teknis yang digelar dalam APRICOT dinilai dapat memperkuat kepercayaan investor terhadap stabilitas jaringan Internet Indonesia, terutama untuk mendukung sektor ekonomi digital, data center, dan layanan berbasis cloud.
3. Ledakan pengguna internet jadi daya tarik utama Indonesia

Direktur Jenderal APNIC, Jia Rong Low, menyebut pertumbuhan pengguna Internet Indonesia sebagai modal besar dalam persaingan regional.
“Pertumbuhan Internet Indonesia dalam satu dekade terakhir sangat luar biasa, dengan jumlah pengguna yang meningkat lebih dari dua kali lipat hingga mencapai lebih dari 229 juta orang saat ini,” katanya.
Menurutnya, dengan menjadi tuan rumah APRICOT, Indonesia menunjukkan kepemimpinan dan komitmen kuat dalam membangun Internet yang aman dan resilien, sekaligus memperkuat daya tarik kawasan bagi investasi digital di Asia Pasifik.
APRICOT 2026 akan resmi dibuka pada Senin, 9 Februari 2026 pukul 11.00 WIB di Sheraton Gandaria City, Jakarta, dengan pembicara kunci seperti Budi Rahardjo, Jim Cowie, dan Jen Linkova dari Google.

















