Dari Infrastruktur hingga Pemberdayaan, Warga Curhat ke Ketua DPRD Cianjur

- Infrastruktur dan ekonomi desa masih jadi pekerjaan rumahDalam sesi dialog, masyarakat menyampaikan kebutuhan infrastruktur, penguatan UMKM, dan program pemberdayaan masyarakat. Kepala Desa Sukamulya mengapresiasi responsifnya Ketua DPRD terhadap suara warga.
- Kader Posyandu dan guru PAUD jadi sorotanPerempuan, khususnya kader Posyandu dan guru PAUD, berharap dukungan terhadap pemberdayaan perempuan diperkuat. Isu kesehatan, pendidikan anak usia dini, dan peran perempuan di desa menjadi pembahasan dominan.
- Perempuan harus jadi penggerak pembangunanKetua DPRD menegaskan
Cianjur, IDN Times – Isu infrastruktur desa, penguatan UMKM, hingga pemberdayaan perempuan mengemuka saat warga Desa Sukamulya, Kecamatan Sukaluyu, menyampaikan aspirasi langsung kepada Ketua DPRD Kabupaten Cianjur Metty Triantika dalam penutupan rangkaian reses Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026, Jumat (6/2).
Reses penutup di Daerah Pemilihan (Dapil) IV itu berlangsung dinamis, dengan partisipasi warga yang aktif menyampaikan kebutuhan riil di tingkat desa.
1. Infrastruktur dan ekonomi desa masih jadi pekerjaan rumah

Dalam sesi dialog, masyarakat memanfaatkan momen reses untuk menyampaikan berbagai kebutuhan. Kepala Desa Sukamulya, Wawan Suwandi, mengungkapkan sejumlah aspirasi yang dinilai mendesak, mulai dari pembangunan infrastruktur, penguatan UMKM desa, hingga program pemberdayaan masyarakat.
Ia juga mengapresiasi gaya kepemimpinan Metty yang dinilai terbuka dan responsif terhadap suara warga. Menurutnya, forum reses menjadi ruang penting agar kebijakan daerah tetap berpijak pada kebutuhan riil masyarakat desa.
Antusiasme warga terlihat dari partisipasi aktif dalam diskusi, yang berlangsung cair dan komunikatif.
2. Kader Posyandu dan guru PAUD jadi sorotan
Salah satu kelompok yang paling vokal dalam kegiatan tersebut adalah perempuan, khususnya kader Posyandu dan guru PAUD. Mereka menyampaikan harapan agar dukungan terhadap pemberdayaan perempuan terus diperkuat, baik melalui pelatihan, peningkatan kapasitas, maupun penguatan peran ekonomi keluarga.
Isu kesehatan, pendidikan anak usia dini, dan keberlanjutan peran perempuan di tingkat desa menjadi pembahasan yang cukup dominan. Kehadiran Ketua DPRD perempuan dinilai memberi ruang psikologis bagi kaum perempuan untuk lebih berani menyampaikan aspirasi.
3. Perempuan harus jadi penggerak pembangunan

Dalam sambutannya, Metty Triantika menegaskan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan daerah. Ia mendorong perempuan untuk percaya diri dan aktif mengambil peran strategis, baik di ranah sosial, ekonomi, maupun politik.
“Perempuan harus berani maju dan berdaya. Kemajuan daerah tidak mungkin tercapai tanpa keterlibatan perempuan yang kuat dan mandiri,” ujar Metty.
Ia juga menekankan bahwa perempuan bukan sekadar pendamping, melainkan penggerak perubahan. Menurut Metty, DPRD memiliki tanggung jawab memastikan kebijakan daerah memberi ruang yang adil bagi perempuan, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi keluarga.
Kegiatan di Sukamulya menutup rangkaian reses Metty Triantika di Dapil IV, setelah sebelumnya digelar di sejumlah desa di Kecamatan Mande, Ciranjang, dan Haurwangi. Seluruh aspirasi yang dihimpun disebut akan menjadi bahan penting dalam pembahasan dan pengawalan kebijakan di DPRD Kabupaten Cianjur.

















