Belajar dari Bosshire, Ini 5 Budaya Kerja yang Diminati Gen Z
- Lingkungan kerja gen z-friendly dengan komunikasi dua arah yang aktif
- Budaya kolaboratif dan mentor suportif untuk proses belajar berkelanjutan
- Upaya menjaga work life balance melalui aktivitas rutin dan ruang pengembangan diri
Bandung, IDN Times — Bagi generasi muda, memilih tempat bekerja kini bukan lagi sekadar soal posisi atau besaran gaji. Budaya kerja mulai menjadi faktor penting yang menentukan apakah sebuah perusahaan layak dijadikan tempat tumbuh dan berkembang.
Lingkungan kerja yang suportif, terbuka terhadap ide baru, serta mendorong kolaborasi dinilai semakin relevan, terutama bagi gen z yang identik dengan nilai kebersamaan dan ruang berekspresi. Tak heran, perusahaan dengan budaya kerja sehat kian mendapat perhatian pencari kerja muda.
Perubahan perspektif ini juga terlihat di industri rekrutmen. Perusahaan tak hanya dituntut mempertemukan kandidat dan perusahaan, tetapi juga menghadirkan ekosistem kerja yang relevan dengan kebutuhan generasi saat ini.
Selama tujuh tahun perjalanannya, Bosshire menjadi salah satu perusahaan rekrutmen yang konsisten membangun budaya kerja tersebut. Pendekatan ini menjadikan Bosshire kerap dilirik sebagai contoh lingkungan kerja yang dekat dengan karakter gen z.
Didirikan pada 2018, mereka hadir membawa semangat baru dalam industri rekrutmen Indonesia. Perusahaan ini mengusung misi membuka peluang terbaik seluas-luasnya bagi pencari kerja sekaligus membantu perusahaan menemukan talenta yang sesuai dengan kebutuhannya.
Tak hanya melalui job portal, Bosshire juga menghadirkan Bosshire Executive, layanan pencarian talenta eksekutif untuk perusahaan yang membutuhkan kandidat dengan kualifikasi khusus. Layanan ini menjadi bagian dari upaya Bosshire menjawab dinamika kebutuhan dunia kerja.
“Capaian Bosshire dalam menginspirasi industri rekrutmen Indonesia ini sebenarnya tidak lepas dari adanya penerapan nilai RESPECT (reliability, empathy, support, professionalism, excellence, collaboration, dan teamwork) dan LOVE (loyalty, optimism, value-driven, dan empowerment),” kata Jiang Yong, Direktur dan Founder Bosshire, dalam siaran pers yang diterima Jumat (6/2/2026).
Lantas melalui nilai-nilai itu, apa saja budaya kerja Bosshire yang menjadi idaman pencari kerja gen z?
1. Lingkungan kerja yang gen z-friendly

Salah satu daya tarik Bosshire terletak pada lingkungannya yang dekat dengan karakter gen z. Sejak hari pertama bergabung, karyawan diberi ruang untuk belajar, berkontribusi, dan menyampaikan ide secara terbuka.
Komposisi karyawan yang didominasi generasi muda juga membuat suasana kerja terasa lebih cair, tanpa sekat usia yang kaku. Hal ini mendorong komunikasi dua arah yang lebih aktif di dalam tim.
“Serunya kerja di Bosshire, hampir semua karyawannya itu gen z. Jadi rasanya kayak kerja kelompok waktu kuliah, tapi naik level jadi versi yang lebih profesional,” ujar Felice, Recruitment Consultant Intern di Bosshire.
2. Budaya kolaboratif yang didukung mentor suportif

Bosshire menanamkan budaya kolaboratif dengan membuka akses diskusi antara karyawan dan para senior maupun mentor. Pendekatan ini membuat proses belajar berlangsung secara berkelanjutan di dalam lingkungan kerja.
Karyawan didorong untuk bertanya, berdiskusi, dan mengembangkan potensi tanpa rasa sungkan. Budaya ini dinilai memberi nilai tambah dalam perjalanan karier jangka panjang.
“Sampai sekarang, aku masih terus bisa belajar banyak hal baru di sini. Tentunya ini menjadi sebuah privilege di perjalanan karier aku dan aku yakin banyak karyawan Bosshire lainnya juga merasa begitu,” ujar Farah, Senior Business Development di Bosshire.
3. Work life balance yang dijaga bersama

Upaya menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi juga menjadi perhatian Bosshire. Setiap bulan, perusahaan ini rutin menggelar friday activity yang melibatkan seluruh tim lintas divisi.
Kegiatan tersebut diisi dengan beragam aktivitas, mulai dari olahraga bersama seperti badminton, golf, hingga yoga. Selain menjadi sarana melepas penat, kegiatan ini memperkuat kebersamaan antar karyawan.
Dengan pendekatan ini, work life balance tak hanya menjadi jargon, tetapi dihadirkan melalui aktivitas yang nyata dan konsisten.
4. Ruang self development yang luas

Bosshire juga membuka ruang pengembangan diri bagi seluruh karyawannya, baik secara profesional maupun personal. Salah satunya melalui Bosshire Future Builders Project yang digelar pada Desember 2025.
Dalam program ini, para intern dilibatkan langsung dalam pengembangan gagasan dan inovasi yang berdampak jangka panjang bagi perusahaan. Selain itu, Bosshire juga rutin mengadakan sesi pelatihan mingguan hingga bulanan sebagai wadah berbagi pengetahuan.
Pendekatan ini memperkuat peran Bosshire sebagai tempat belajar sekaligus bertumbuh bagi generasi muda.
5. High ownership sejak hari pertama

Sejak awal bergabung, karyawan Bosshire, mulai dari intern hingga level senior, diberi kepercayaan untuk memegang tanggung jawab penuh dalam sebuah proyek. Pola kerja ini mendorong rasa kepemilikan dan kepercayaan diri sejak dini.
“Dari awal bergabung di Bosshire, aku udah banyak banget berkesempatan handle project yang mendukung passion aku di dunia kerja. Mulai dari BOSSQ, BOSSTALK Companies, BOSSTALK Campus, sampai daily content,” ujar Nickolas, Content Production Intern di Bosshire/
Memasuki tahun ketujuh, Bosshire menegaskan komitmennya untuk terus mendukung perkembangan talenta muda di Indonesia. Fokus perusahaan tidak hanya pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia.
Dengan berbagai pendekatan, Bosshire berupaya memastikan generasi muda memiliki ruang yang aman dan relevan untuk berkontribusi dalam perkembangan industri di Indonesia.


















