Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sempat Terabaikan, Siti Atlet Rugby Kini Dirawat di RS Welas Asih

IMG-20260207-WA0007.jpg
(Tangkap layar/IDN Times)
Intinya sih...
  • Siti Atlet Rugby Putri Kabupaten Garut, Siti Nur Rahayu (22 tahun) dirawat di RS Welas Asih karena sakit pecah usus tanpa jaminan kesehatan BPJS dan bantuan dari KONI.
  • Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan perhatian terhadap kondisi Siti setelah viral di media sosial, dengan Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan akan memberikan perawatan langsung.
  • Siti mengalami usus buntu dan sempat dioperasi di RSUD Slamet Garut dengan biaya dari Dinas Sosial Garut melalui program Layanan Terpadu Rumah Harapan Masyarakat (Lapadruhama), namun kepesertaan BPJS Kesehatannya tak aktif.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat turut memberikan perhatian terhadap atlet rugby putri asal Kabupaten Garut, Siti Nur Rahayu (22 tahun) yang tengah terbaring sakit di kediamannya, Kampung Seni Baru, Kelurahan Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul.

Kondisi Siti viral di media sosial dengan kondisi terbaring di tempat tidurnya. Siti disebut tengah berjuang melawan sakit pecah usus tanpa adanya jaminan kesehatan BPJS dan juga bantuan dari KONI. Padahal, Siti pernah berjuang di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024, membela Jawa Barat.

Melihat hal tersebut, pemerintah provinsi turut memberikan pengobatan kepada Siti dengan perawatan di RS Welas Asih, Kabupaten Bandung. Pengobatan dilakukan secara menyeluruh agar Siti bisa kembali pulih dari sakit yang kini dideritanya.

1. Dedi Mulyadi tidak dapat laporan dari Pemkab Garut

IMG-20251218-WA0042.jpg
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengakui kondisi Siti ini tidak dilaporkan oleh pemerintah setempat, dan mengetahuinya berdasarkan informasi media. Namun, Pemprov Jabar dipastikan akan memberikan perawatan secara langsung.

"Pemerintah provinsi akan turun langsung untuk membawa Siti ke rumah sakit. Kami justru mengetahui kondisi ini dari pemberitaan, bukan dari laporan pemerintah setempat," ujar Dedi, dikutip Sabtu (7/2/2026).

Dedi menegaskan, Pemprov Jabar membuka ruang pengaduan masyarakat di Gedung Sate, semua keluhan itu dipastikan akan langsung diberikan tindak lanjut.

"Siapa pun warga Jawa Barat yang sakit dan tidak mampu berobat, silakan datang langsung ke Balai Pengaduan Lembur Pakuan atau Balai Pananggeuhan di Gedung Sate," katanya.

2. Dinkes Jabar sebut BPJS sang atlet tidak aktif

IMG-20250804-WA0038.jpg
Kepala Dinkes Provinsi Jawa Barat, Raden Vini Adiani Dewi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Vini Adiani Dewi mengatakan, Siti mengalami usus buntu dan sempat dioperasi di RSUD Slamet Garut dengan biaya dari Dinas Sosial Garut melalui program Layanan Terpadu Rumah Harapan Masyarakat (Lapadruhama).

Bantuan pembiayaan diberikan karena kepesertaan BPJS Kesehatan Siti tak aktif. Setelah dioperasi, Siti sempat kembali ke rumah. Kondisi kesehatannya dikontrol oleh Puskesmas Haurpanggung yang berkolaborasi dengan petugas utusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

3. Siti kini dapat penanganan langsung dari dokter

IMG-20250804-WA0034.jpg
Kepala Dinkes Provinsi Jawa Barat, Raden Vini Adiani Dewi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Dinas Kesehatan Kabupaten Garut dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat kemudian berkoordinasi dan memutuskan merawat Siti di RS Welas Asih. Hal ini dilakukan agar Siti mendapatkan perawatan lebih dari dokter.

"Pada awal dibawa ke RS Welas Asih, Siti dirawat di IGD untuk diperiksa oleh dokter jaga bedah. Lalu, ia ditangani sesuai prosedur kegawatan dan dilakukan rotgen," ujar Vini.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Pasokan Pangan di Jabar Surplus, Ketersediaan untuk Ramadan Terpenuhi

07 Feb 2026, 09:39 WIBNews