Kisah Natanael Wiraatmaja, Murid SD Asal Bandung yang Diundang NASA

- Natanael Wiraatmaja, murid SD asal Bandung diundang NASA setelah menjadi juara dunia tingkat 2 Grand Final Neo Science Olympiad 2025 di Orlando, Amerika Serikat.
- Awalnya ikut lomba olimpiade sains dari sekolah, Natanael mendapatkan undangan langsung dari NASA setelah berbagai prestasi dalam lomba sains dan memiliki passion di bidang tersebut.
- Natanael menyatakan kunci utama dalam mengikuti lomba ini adalah giat belajar dan menyukai matematika, serta waktu belajar yang diberikan tidak perlu 24 jam penuh.
Bandung, IDN Times - Seorang siswa kelas tiga Sekolah Dasar (SD) baru saja mengharumkan nama Kota Bandung di kancah internasional. Setumpuk medali emas hasil dari berbagai lomba sains mengantarkan bocah tersebut untuk dapat menginjakkan kakinya di kantor National Aeronautics and Space Administration atau Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional, pemerintah federal Amerika Serikat.
Bocah ini bernama Natanael Wiraatmaja. Dia mendapatkan undangan secara langsung dari NASA setelah menjadi juara dunia tingkat 2 Grand Final Neo Science Olympiad 2025 yang digelar di Orlando, Amerika Serikat.
Novita Setiawan, orangtua Natanael Wiraatmaja, menceritakan kisah sang anak hingga akhirnya diundang secara langsung oleh NASA. Cerita ini bermula saat anaknya itu mengikuti kegiatan lomba olimpiade di sekolahnya.
"Awalnya ikut dari sekolah, OSM Olimpiade Sains Nasional Quad, waktu dia kelas 1 SD. Puji Tuhan, waktu itu dapat gold medal. Dari situ kami tahu memang passion-nya di sains. Makanya makin sering ikut olimpiade," ujar Novita, Sabtu (7/2/2026).
1. Orangtua berikan dukungan maksimal

Sejatinya, semua lomba yang diikuti oleh anaknya itu tidak selalu berbuah medali emas, namun Novita merasa ada bakat yang harus terus dikembangkan dan disalurakan langsung dari Natanael ke kegiatan olimpiade sains.
"Puji Tuhan ada yang berhasil, ada yang achiever, beragam. Tapi karena dia suka dan happy, ya kami lanjutin saja sampai akhirnya ikut yang ini juga karena memang dia yang ingin," kata Novita.
Natanael pun akhirnya dinyatakan menang dalam perlombaan di Orlando dan menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia. Bagi dia, dalam mengikuti lomba ini kunci utamanya adalah giat belajar dan menyukai matematika.
"Belajarnya simpel saja. Itu semua sama matematika. Ada sekitar 40 soal," kata Nael sapaan akrabnya.
2. Memang bercita-cita menjadi sintesis

Selama sembilan hari di NASA, Nael pun sudah mendapatkan banyak pengalaman karena diajak untuk mengeksplor area kerja hingga melihat langsung roket peluncur roket.
"Senang. Cita-cita ingin jadi scientist," ucapnya.
Selama mengikuti lomba ini, Nael menyampaikan waktu belajar yang diberikan tidak dalam 12 jam penuh, melainkan hanya 30 menit setiap harinya. Di luar lomba pun, hal tersebut turut diterpakan oleh sang ibu kepada Nael.
"Mungkin fokus sama apa yang dia minati, yang dia sukai, lalu konsisten. Gak lama sih, sekitar 30 menit saja. Bentuk belajarnya juga bisa macam-macam, kadang cuma baca buku sains komik. Gak selalu harus belajar yang serius banget," kata Novita.
3. Wali Kota Bandung berpesan agar Natanael diberikan kebebasan

Sementara itu Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan bangga dengan bocah dari daerah yang dipimpinnya sudah mengijakan kakinya di NASA. Dia juga mendorong agar Natanael bisa berkembang dengan baik hingga bisa mencapai cita-citanya.
"Biarkan dia tumbuh matang, menjadi anak yang bahagia, sehingga seluruh potensinya nanti bisa berhasil. Saya secara pribadi juga memberikan hadiah sebuah buku, yaitu buku tentang sejarah berdirinya Republik Indonesia lewat sebuah revolusi," katanya.

















