Kerugian Negara dalam Pembongkaran Teras Cihampelas Masih Dihitung

- Pemerintah Kota Bandung belum menyelesaikan izin pembongkaran Teras Cihampelas ke Pemprov Jawa Barat.
- Pemkot Bandung melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum untuk memastikan pembongkaran sesuai peraturan dan tidak ada kerugian negara.
- Proyek Teras Cihampelas gagal dikelola dengan maksimal, mengancam tindakan kriminal, sehingga Wali Kota Bandung ingin kembalikan fungsinya seperti Jalan Cihampelas terdahulu.
Bandung, IDN Times - Pemerintah Kota Bandung masih belum menyelesaikan izin pembongkaran Teras Cihampelas ke Pemprov Jawa Barat. Proses pembongkaran proyek peninggalan mantan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil itu kini baru sampai tahap audit teknis.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan berharap proses pembongkaran dilakukan sesuai dengan aturan berlaku, dan tidak sampai menyalahi peraturan. Dengan begitu, kini tahapannya dikerjakan dengan kehati-hatian.
"Teras Cihampelas saat ini memang masih dalam proses pengajuan iizin Kami sedang melakukan audit teknis terlebih dahulu karena semuanya harus betul-betul matang," ujar Farhan, Sabtu (7/2/2026).
1. Pemkot Bandung masih berkonsultasi dengan Aparat Penegak Hukum

Pemkot Bandung pun melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum untuk memastikan pembongkaran itu akan dan sesuai dengan peraturan yang ada. Bahkan, kata Farhan, nantinya ia akan berkoordinasi dengan KPK agar tidak menimbulkan kerugian negara.
"Pada saat yang bersamaan, kami juga sudah melakukan konsultasi kepada Kasidatun dari Kejaksaan Negeri, yang kemudian akan mengonsultasikannya dengan Korsupgah KPK. Supaya ketika pembangunan dilakukan tidak ada potensi kerugian negara," jelasnya.
2. Farhan ingin pembongkaran dilakukan di semester awal

Dengan proses yang masih berjalan, Farhan belum bisa menentukan pembongkaran ini apakah akan terlaksana pada tahun ini atau tidak. Hanya saja, dia berharap agar pembongkaran bisa terlaksana di 2026 ini.
"Saya inginnya sih semester satu sudah ada kepastian," ucapnya.
Farhan mengakui proyek Teras Cihampelas ini gagal dikelola dengan maksimal. Alih-alih bisa memberikan keuntungan justru membuat adanya ancaman tindakan kriminal.
"Tantangan dari pengelolaan Teras Cihampelas adalah kawasan ini gagal kami optimalkan sebagai tempat UMKM, malah justru menjadi lokasi dengan ancaman keamanan yang cukup tinggi," ujarnya.
3. Kawasan Cihampelas akan dikembalikan seperti dahulu

Dengan begitu, Farhan berharap agar teras tersebut dibongkar dan dikembalikan fungsinya seperti Jalan Cihampelas terdahulu yang mana dirimbuni pepohonan tanpa adanya penghalang yang menutupi jalan.
"Makanya, kami akan kembalikan dulu ekosistem Jalan Cihampelas dengan pohon-pohon peneduhnya. Istilahnya itu yang megah magnificent, majestic. Jadi, kalau orang jalan kaki di bawah pepohonan, terasa keindahannya. Sekarang kan rasanya seperti berjalan di kolong jembatan," kata Farhan.
Sembari menunggu izin dipersiapkan, Pemkot Bandung kini masih melakukan penataan mulai dari trotoar yang ada di bawah teras hingga penerangan jalan yang kini difungsikan secara maksimal.
"Nah, itu yang sedang diperbaiki. Sambil menunggu proses tersebut, bagian bawahnya juga kami benahi. Kalau diperhatikan, trotoar kiri dan kanan sudah kami percantik, termasuk pemasangan lampu yang terang," ujarnya.

















