Pemprov Minta Bandung Raya Antisipasi Lonjakan Sampah Saat Ramadan

- Pemprov Jawa Barat meminta pemerintah daerah di Bandung Raya untuk mengantisipasi lonjakan sampah makanan saat Ramadan 2026.
- Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan pentingnya edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi sampah makanan dari rumah.
- Herman juga mengingatkan industri hotel, restoran, dan rumah makan di Bandung Raya agar mengurangi sampah makanan guna menekan jumlah sampah yang dibuang ke TPPAS Regional Sarimukti.
Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta agar pemerintah daerah di Bandung Raya turut mengantisipasi terjadinya lonjakan timbunan sampah sampah makanan saat bulan suci Ramadan 2026. Penanganan sampah disarankan bisa selesai dari rumah untuk yang organik.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman mengatakan, berdasarkan kondisi tahun sebelumnya pada bulan suci Ramadan jumlah sampah makanan relatif meningkat, sehingga perlu diantisipasi.
"Jangan lupa pengelola sampah ada di kabupaten/kota, walaupun Pemerintah Provinsi back up, kami mohon, terutama menghadapi bulan puasa dan hari raya Idul Fitri, pasti sampah akan meningkat tajam," ujar Herman, Sabtu (7/2/2026).
1. Penanganan sampah makanan harus selesai di rumah

Herman mengingatkan bahwa pemerintah daerah di Bandung Raya agar terus terus memberikan edukasi kepada masyarakatnya untuk mengurangi sampah makanan sejak dari rumah. Karena, hal itu merupakan salah satu cara paling ampuh dalam mengurangi tumpukan sampah.
"Maka rumusnya, selain di hilir yang kami lakukan terus di hulu, yakni di tingkat keluarga," katanya.
2. Industri perhotelan juga diminta kurangi sampah makanan

Bahkan, Herman mengaku telah meminta secara khusus kepada Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan untuk memaksimalkan perangkatnya hingga tingkat Rukun Tetangga (RT) dalam mengurangi sampah makanan.
"Sudah ngobrol dengan Pak Wali Kota Bandung, ayo dong Pak Wali, camat, lurah RW, RT, seterusnya sampai tingkat keluarga kurangi sampah, manfaatkan sampah, pilah sampah minimal sampah makanan. Tidak ada sampah makanan dari rumah," katanya.
Herman juga mengingatkan industri hotel, restoran dan rumah makan di Bandung Raya agar mengurangi sampah makanan.
"Rumah makan yang luar biasa sangat banyak, terutama di Kota Bandung, Bandung Raya umumnya termasuk hotel, restoran, punteun jangan menyisakan sampah," katanya.
3. Sampah makanan mendominasi TPA Sarimukti

Herman meyakini, bila sampah makanan dapat dikurangi, maka sampah yang dibuang ke TPPAS Regional Sarimukti dapat ditekan. Sebab, kata dia, dari 1.200 ton sampah yang dibuang ke TPPAS Regional Sarimukti, separuhnya adalah sampah makanan.
"Setiap hari kurang lebih 1.200 ton sampah yang di Sarimukti, setengahnya sampah makanan. Jadi kami imbau warga Bandung tidak boleh ada sampah makanan dari rumah," katanya.

















