Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

74 dari 95 Kantong Jenazah Korban Longsor Cisarua Teridentifikasi

IMG-20260207-WA0105.jpg
(Humas/Basarnas Bandung)
Intinya sih...
  • 74 dari 95 kantong jenazah korban longsor Cisarua teridentifikasi
  • Tim SAR masih melakukan pencarian dengan fokus pada tiga worksite, dukungan 794 personel, dan 10 ekor anjing K-9
  • Meskipun masa tanggap darurat berakhir, kehadiran negara dalam misi kemanusiaan tetap berlanjut dengan operasi pendampingan adaptif
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Proses pencarian korban longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat masih berjalan, meski masa tanggap darurat telah dicabut oleh pemerintah daerah dan kini sudah memasuki pemulihan setelah bencana.

Di hari ke-15 ini, Tim SAR melakukan kegiatan pencarian dengan difokuskan pada tiga worksite yakni A1, A2, dan A3, dengan dukungan 794 personel, 11 unit excavator, sepuluh unit pompa air (alkon), 13 unit drone UAV, serta sepuluh ekor anjing K-9.

1. Total 74 kantung jenazah sudah teridentifikasi

IMG-20260207-WA0106.jpg
(Humas/Basarnas Bandung)

Tim SAR turut mengevakuasi satu buah kantung jenazah pada hari ini, dan jika ditotal secara keseluruhan dari hari pertama bodypack yang sudah diserahkan ke tim DVI Polda Jabar sudah mencapai 95 kantung. Jenazah yang sudah teridentifikasi ada sebanyak 74 korban.

"Berdasarkan pembaruan data dari Tim DVI Polda Jawa Barat, hingga saat ini telah berhasil dilakukan identifikasi terhadap 74 korban dari 77 bodypack yang telah diproses. Sementara itu, 18 bodypack lainnya masih dalam proses identifikasi lanjutan sesuai dengan prosedur forensik yang berlaku," ujar Kepala Kantor SAR Bandung,Ade Dian Permana, Sabtu (7/2/2026).

2. Pencarian tetap dilanjutkan meski status darurat dicabut

IMG-20260207-WA0112.jpg
(Humas/Basarnas Bandung)

Ade menyampaikan, meskipun masa tanggap darurat telah berakhir dan operasi memasuki fase transisi menuju pemulihan, kehadiran negara dalam misi kemanusiaan ini tetap berlanjut.

"Basarnas bersama unsur SAR gabungan tetap melaksanakan operasi pendampingan dengan pola yang disesuaikan. Pencarian dan pemantauan tetap dilakukan secara adaptif, khususnya pada area-area yang memiliki potensi tinggi, dengan tetap mengedepankan keselamatan personel sebagai prioritas utama," kata Ade.

Lebih lanjut Ade menyampaikan jika ruang penanganan terbatas tetap dibuka apabila terdapat laporan, temuan, atau indikasi baru yang dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan operasional.

"Kami memastikan bahwa setiap langkah yang diambil didasarkan pada hasil evaluasi lapangan, analisis risiko, serta pertimbangan kemanusiaan. Keselamatan personel tidak bisa ditawar, namun empati dan tanggung jawab negara terhadap para korban dan keluarga tetap menjadi landasan utama," katanya.

3. Seluruh unsur terkait masih terlibat dalam pencarian korban

IMG-20260207-WA0111.jpg
(Humas/SAR Bandung)

Berdasarkan pertimbangan teknis lapangan, kondisi cuaca, serta evaluasi keselamatan, kegiatan pemantauan dan pencarian dihentikan sementara pada sore hari ini, dan akan dilanjutkan kembali sesuai dengan prosedur yang berlaku dan hasil evaluasi berikutnya.

"Basarnas menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur SAR Gabungan, TNI/Polri, kementrian dan lembaga, pemerintah daerah, relawan, serta masyarakat dan media yang terus memberikan dukungan dan kerja sama dalam pelaksanaan operasi kemanusiaan ini," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

74 dari 95 Kantong Jenazah Korban Longsor Cisarua Teridentifikasi

07 Feb 2026, 20:58 WIBNews