Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

KDM Bahas Nasib Sayembara Rp250 Juta usai Taufik Hidayat Ditangkap

KDM Bahas Nasib Sayembara Rp250 Juta usai Taufik Hidayat Ditangkap
Pelaku penganiayaan perempuan, Taufik Hidayat saat ditangkap polisi. (Dok.Polda Jabar)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan berkoordinasi dengan Polda Jabar terkait nasib uang sayembara Rp250 juta setelah pelaku Taufik Hidayat ditangkap polisi.
  • Taufik Hidayat, pelaku penyekapan dan penganiayaan YTR, ditangkap di Majalaya setelah sempat kabur ke Tangerang namun kembali ke Jawa Barat karena merasa tidak aman.
  • Penangkapan Taufik berhasil dilakukan berkat pelacakan transaksi daring yang menjadi petunjuk penting bagi tim kepolisian untuk menemukan lokasi persembunyiannya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi turut menjawab pertanyaan publik soal uang sayembara Rp250 juta setelah Taufik Hidayat pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR (29 tahun) di sebuah indekos wilayah Cinunuk, Kabupaten Bandung, ditangkap pihak kepolisian.

Taufik Hidayat kini berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian pada Selasa (23/6/2026) dini hari, dan karena yang menangkap adalah pihak kepolisian. Dedi memastikan akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan jajaran Polda Jabar.

"Sayembaranya diumumkan untuk warga yang menemukan pelaku. Karena akhirnya polisi yang menemukan pelaku, nanti akan kami bicarakan lagi," ujar Dedi, Rabu (24/6/2026).

1. Dedi Mulyadi koordinasi terlebih dahulu dengan Kapolda Jabar

IMG-20260511-WA0028.jpg
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Koordinasi ini perlu dilakukan dengan Polda Jabar karena ini menyangkut dengan institusi kepolisian. Sehingga, dia akan terlebih dahulu menanyakan apakah uang tersebut akan diserahkan kepada anggota yang menangkap atau justru diserahkan ke korban sepenuhnya.

"Jangan sampai ada unsur yang melanggar karena ini menyangkut aparat. Nanti saya akan bertemu dengan Pak Kapolda," kata dia.

Sementara itu mengenai kondisi korban saat ini yang masih dalam perawatan di RSHS Bandung, Dedi mengungkapkan, berdasarkan informasi yang didapatkannya kondisinya sudah berangsur membaik.

"Sudah semakin membaik," ucapnya.

2. Pelaku sempat pindah ke Tangerang setelah jadi DPO

IMG-20260622-WA0058.jpg
Taufik Hidayat pelaku penyekapan kekasih selama tiga tahun di Bandung. Dok. Istimewa

Polda Jabar berhasil menangkap Taufik Hidayat di kawasan Majalaya, Kabupaten Bandung. Taufik mengaku sempat kabur ke luar Jawa Barat dan memilih Tangerang, Banten untuk lokasi persembunyian karena menganggap wilayah tersebut aman dari kejaran aparat.

Hanya saja, tempat yang dianggap aman itu ternyata tidak membuatnya tenang. Taufik akhirnya kembali ke Jawa Barat sebelum polisi berhasil melacak jejak transaksi daring dan menangkapnya.

Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan mengatakan, berdasarkan keterangan yang diperoleh penyidik, Taufik sempat meninggalkan Jawa Barat setelah kasus penyekapan YTR mencuat ke publik.

"Kisah pelariannya tadi sempat diceritakan, yang bersangkutan sempat berpindah ke Tangerang. Merasa bahwa Tangerang itu tempat yang aman, tapi di sana juga bingung dan merasa tidak aman, lalu kembali lagi ke Jawa Barat," kata Rudi di Bandung, Selasa (23/6/2026).

Rasa khawatir itulah yang kemudian membuat pelaku memutuskan kembali ke Bandung dan mencari tempat berlindung di rumah kerabatnya di kawasan Majalaya.

3. Pelarian berkahir di Majalaya

upload_79d46273d0ebc6f68aa52892842f4744_6d982d68-236a-41c1-8393-13aed378333b.jpeg
Pelaku penganiayaan perempuan, Taufik Hidayat saat ditangkap polisi. (Dok.Polda Jabar)

Keputusan kembali ke Jawa Barat justru menjadi awal berakhirnya pelarian Taufik. Polisi yang terus memburu keberadaannya mendapatkan petunjuk penting dari aktivitas transaksi daring yang dilakukan pelaku.

Menurut Rudi, transaksi yang dilakukan pada Selasa pagi menjadi titik terang bagi penyidik untuk mempersempit lokasi pencarian.

"Tadi pagi yang bersangkutan melakukan beberapa transaksi. Ini menjadi petunjuk buat kita. Oleh sebab itu para tim yang bertugas di Majalaya tetap berada di sana, mencari seputar wilayah perumahan tersebut dan akhirnya sore hingga malam hari dapat bertemu dan menangkap yang bersangkutan," ujarnya.

Berbekal informasi tersebut, tim kepolisian melakukan penyisiran di sekitar lokasi yang dicurigai menjadi tempat persembunyian pelaku. Hasilnya, Taufik berhasil diamankan pada Selasa sore hingga malam hari.

Kapolda juga memastikan tidak ada pihak lain yang membantu tersangka selama melarikan diri. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, seluruh pergerakan Taufik dilakukan seorang diri.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana

Latest News Jawa Barat

See More