Cirebon Lagi Sepi, Wisatawan Makin Ogah Datang

- Perjalanan wisatawan nusantara ke Kota Cirebon Januari–Juli 2026 mencapai 1,72 juta, turun 3,38 persen dibandingkan 1,78 juta perjalanan pada periode sama 2025.
- Pada Juli 2026, kunjungan tercatat 238,24 ribu perjalanan, turun 5,71 persen dari Juni dan 7,73 persen secara tahunan; BPS menilai pemulihan belum konsisten.
- Wisatawan Juli didominasi Kabupaten Cirebon sebesar 50,10 persen; puncak kunjungan terjadi Desember 2025 sebanyak 274,45 ribu, sedangkan terendah Februari 2026 sebanyak 224,01 ribu perjalanan.
Cirebon, IDN Times - Jumlah perjalanan wisatawan nusantara dengan tujuan Kota Cirebon, Jawa Barat, melorot pada periode Januari hingga Juli 2026.Â
Badan Pusat Statistik Kota Cirebon mencatat volume kunjungan pelancong domestik tersebut menyusut 3,38 persen secara kumulatif dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Data instansi pencatat statistik daerah tersebut menunjukkan total pergerakan turis domestik ke Kota Cirebon hanya menyentuh angka 1,72 juta perjalanan pada tujuh bulan pertama 2026.Â
Capaian ini minus dari periode Januari–Juli 2025 yang sempat menembus angka 1,78 juta perjalanan.
1. Kontraksi kunjungan bulanan dan tahunan

Pelabuhan Cirebon di Kota Cirebon Penyusutan arus pelancong juga teperosok pada statistik bulanan pertengahan tahun. Sepanjang Juli 2026, jumlah perjalanan wisnus ke Kota Cirebon terhenti pada angka 238,24 ribu perjalanan. Perolehan ini menyusut 5,71 persen apabila disandingkan dengan catatan pada Juni 2026.
Penurunan makin terlihat tajam bila membandingkan performa antartahun pada bulan yang sama. Volume perjalanan pada Juli 2026 terkoreksi hingga 7,73 persen dibanding Juli 2025.Â
Kepala BPS Kota Cirebon, Samiran, mengonfirmasi fluktuasi pergerakan saban bulan yang belum menunjukkan konsistensi pemulihan pariwisata daerah.
"Perjalanan wisatawan nusantara berdasarkan tujuan pada Juli 2026 tercatat sebesar 238,24 ribu perjalanan," ujar Samiran dikutip pada Minggu (13/9/2026).
2. Dominasi wisatawan dari wilayah sekitar

Pelabuhan Cirebon di Kota Cirebon alami pendangkalan Penjelajahan turis ke Kota Udang pada Juli 2026 masih bertumpu pada pergerakan warga dari daerah tetangga. Kabupaten Cirebon menyumbang porsi paling tebal terhadap trafik kedatangan dengan persentase mencapai 50,10 persen dari total kunjungan.
Penyumbang kedatangan terbesar berikutnya berasal dari rombongan lintas provinsi sebesar 18,41 persen. Selanjutnya, pelancong asal Kabupaten Kuningan menyumbang 5,74 persen, Kabupaten Indramayu sebesar 5,35 persen, serta pergerakan turis dari Kota Bandung yang tercatat sebesar 3,55 persen.
"Komposisi tersebut memperlihatkan perjalanan wisata menuju Kota Cirebon tidak hanya berasal dari kawasan Ciayumajakuning, tetapi juga dari daerah lain di luar Jawa Barat," kata Samiran.
3. Puncak dan titik terendah perjalanan

Keraton Kasepuhan (instagram.com/tesyasblog) Arus pergerakan pelancong saban bulan sepanjang rentang Juli 2025 hingga Juli 2026 merekam pasang surut. Lonjakan kunjungan tertinggi terjadi pada momen libur akhir tahun, tepatnya Desember 2025, yang menembus 274,45 ribu perjalanan.Â
Sebaliknya, titik nadir kunjungan berada pada Februari 2026 yang hanya membukukan 224,01 ribu perjalanan.
Samiran menekankan perlunya perhatian khusus atas penurunan beruntun yang terjadi pada Juli 2026, baik secara bulanan maupun tahunan.
"Secara bulanan, penurunan 5,71 persen pada Juli dibandingkan Juni menunjukkan jumlah perjalanan wisnus belum menunjukkan pertumbuhan yang konsisten. Sementara secara tahunan, kontraksi 7,73 persen menunjukkan jumlah perjalanan pada Juli 2026 lebih rendah dibandingkan Juli 2025," tutur Samiran.


















