SPPG Ditutup, Korban Keracunan MBG Ramadan di Cimahi Berangsur Pulih

- Wali Kota Cimahi memastikan 43 korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini berangsur pulih, dengan sebagian pasien sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.
- Kasus keracunan didominasi siswa TK hingga SMP serta satu guru, setelah mengonsumsi menu MBG seperti onigiri, apel, susu, dan telur yang diduga basi.
- Pemerintah Kota Cimahi menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangmekar 002 dan terus memantau kondisi para penerima manfaat MBG.
Bandung, IDN Times - Wali Kota Cimahi, Ngatiyana memastikan korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) dari murid hingga guru TK-SMP saat ini tengah berangsur pulih. Beberapa korban dipastikan sudah diizinkan untuk pulang ke kediaman masing-masing.
Pemkot Cimahi mencatat ada sebanyak 43 korban yang dibawa di rumah sakit, rinciannya 33 korban terdaftar di RSUD Cibabat, lima korban lain masuk ke RS Mitra Kasih, dan lima lainnya masuk ke RS Dustira.
"Di RSUD cibabat, pasien yang masuk 33 orang, yang dirawat empat orang, yang pulang 22 orang sekarang diobservasi tujuh orang. Di Mitra Kasih ada lima pasien, dirawat tiga dan dua sudah pulang, di Dustira jumlahnya lima dan empat dirawat satu pulang," kata Ngatiyana di RSUD Cibabat Kota Cimahi, Kamis (26/2/2026).
1. Yang dirawat tetap masih ada

Korban keracunan MBG didominasi oleh peserta didik mulai dari TK, SD, maupun SMP. Selain itu, satu guru dikonfirmasi ikut mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi MBG berupa onigiri, apel, susu, dan telur.
Ngatiyana memastikan seluruh pasien yang diduga keracunan MBG dapat ditangani dengan baik, dan Pemkot Cimahi melalui dinas terkait akan terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap penerima manfaat yang diduga mengalami keracunan MBG.
"Mudah-mudahan semua tertangani dengan baik, yang dirawat tetap dirawat, observasi tetap dilakukan. Itu perkembangan saat ini," ujarnya.
2. Operasional SPPG dihentikan sementara

Di sisi lain, Ngatiyana mengatakan, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangmekar 002 sebagai distributor MBG penyebab keracunan telah dihentikan sementara.
"Sementara dihentikan, tidak operasional, diberhentikan dulu tidak boleh operasional," kata dia.
Untuk diketahui, dugaan keracunan MBG terjadi di Kota Cimahi pada Rabu (25/2/2026). Sejumlah siswa dari berbagai sekolah dibawa ke fasilitas kesehatan karena mengalami gejala mual, pusing, muntah, hingga deman usai mengonsumsi MBG.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati mengkonfirmasi, awalnya ada 14 siswa dan satu guru yang bergejala keracunan usia menyantap sajian MBG.
"Mereka masuk IGD di RSUD Cibabat sebelas orang, Mitra Kasih ada dua orang, dan Dustira satu orang, semuanya tertangani," kata Mulyati.
3. Satu orang guru ikut keracunan

Di hari yang sama, Kepala SD Cimahi Mandiri, Eka Nugrahawati mengonfirmasi adanya dugaan MBG basi yang diterima sekolah. Sumbernya dari sajian berupa onigiri yang sudah berbau tidak sedap.
"Jadi yang dibagikan ke siswa kami hari ini ada susu, apel, onigiri, kurma, sama telur. Memang di onigiri itu pas saya cium sudah bau, kayak basi," kata Eka Nugrahawati di RSUD Cibabat, Rabu malam.
Selain peserta didik, Dia pun mengkonfirmasi ada satu guru yang turut mengalami gejala keracunan usai menyantap menu MBG.
"Tadi dibagikan jam 8 atau jam 9, guru kan dapat juga, tadi ada satu guru kami juga yang bergejala," ujarnya.















