Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kronologi Guru dan Murid TK-SMP di Cimahi Keracunan MBG Ramadan

Kronologi Guru dan Murid TK-SMP di Cimahi Keracunan MBG Ramadan
ilustrasi keracunan makanan (IDN Times/Novaya Siantita)
Intinya Sih
5W1H
  • Sebanyak 36 murid dan guru di Cimahi mengalami keracunan setelah menyantap paket Makan Bergizi Gratis (MBG) berisi onigiri ayam, telur rebus, apel, kurma, dan susu.
  • Gejala seperti mual, muntah, dan pusing muncul beberapa jam setelah konsumsi, membuat para korban harus mendapatkan perawatan medis di berbagai fasilitas kesehatan.
  • Pemerintah Kota Cimahi mendirikan posko penanganan di RSUD Cibabat dan menyiapkan distribusi pasien ke rumah sakit lain jika terjadi penumpukan kasus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Sebanyak 36 orang murid dan guru mengalami keracunan setelah menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka mengalami muntah-muntah hingga akhirnya dilakukan penanganan medis di fasilitas kesehatan.

Kasus dugaan keracunan itu bermula ketika siswa dan guru menerima paket MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangmekar 2 pada Rabu (25/2/2026) pagi. Saat itu beberapa siswa ada yang memakannya sepulang sekolah karena berpuasa setengah hari, begitu juga guru yang sedang berhalangan puasa.

1. Murid makan MBG pada siang hari

Seorang perempuan menutup mulut, mual, akibat keracunan makanan.
ilustrasi keracunan makanan (IDN Times/Novaya Siantita)

Paket menu MBG yang membuat dugaan keracunan ini berisi onigiri ayam, telur rebus, buah apel, kurma dan susu. Namun siang menjelang sore, siswa dan guru mulai merasakan gejala keracunan seperti mual, muntah dan pusing sehingga langsung dilarikan ke rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya.

"Setelah dibagi makanan dari SPPG ada yang baru dimakan setelah buka. Untuk anak-anak kecil barangkali ada yang dimakan di posisi siang jam 11 atau jam 12 siang. Rata-rata memang muntah sama mual dan pusing," ujar Kepala Dinkes Kota Cimahi, Mulyati, Kamis (26/2/2026).

2. Guru pun turut menjadi korban

ilustrasi keracunan makanan (pexels.com/kaboompics)
ilustrasi keracunan makanan (pexels.com/kaboompics)

Sementara Erika Tika Sari, guru SDN Karangmekar Mandiri 1 yang juga korban mengatakan, menu MBG berisi onigiri ayam, telur rebus, kurma, susu dan buah apel itu dibagikan pada Rabu (25/2/2026) pagi. Ia yang memang tengah berhalangan puasa, memakan MBG tersebut sepulang sekolah.

"Saya makan pukul 13.30 sepulang sekolah, kebetulan lagi enggak puasa. Saya makan onigirinya saja tapi enggak habis karena kaya ada bau gosong gitu," kata Erika.

Setelah itu, sekitar pukul 15.30 WIB, Erika merasa mual, muntah dan pusing setelah bangun tidur. Awalnya ia mengira hanya masuk angin biasa.

"Terus liat WhatsApp katanya ada keracunan abis makan MBG. Berarti saya juga keracunan. Awalnya memang hanya mengira masuk angin," kata dia.

3. Pemkot Cimahi pastikan beri penanganan kepada korban

Ilustrasi keracunan makanan (freepik.com)
Ilustrasi keracunan makanan (freepik.com)

Untuk diketahui, siswa dan guru yang terlaporkan mengalami gejala keracunan usai mengkonsumsi MBG berasal dari TK PGRI, TK Kartika, SDN Cimahi Mandiri 4, SDN Karangmekar 5 dan 1, hingga SMPN 6.

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira memastikan, pemerintah kota sudah mendirikan posko di RSUD Cibabat untuk melakukan penanganan pasien yang mengalami gejala keracunan. Jika terjadi penumpukan pasien, mereka akan langsung mendistribusikan pasien ke rumah sakit lainnya di Kota Cimahi.

"Pemerintah Kota Cimahi bersepakat membuka Posko di RSUD Cibabat, apabila terjadi penumpukan kita akan distribusi ke rumah sakit lain. Tapi alhamdulillah masih tertangani, ada yang masuk dan pulang terus bergantian," ujar Adhitia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More