Masih Ada Angkot Berkeliaran di Pusat Kota Bandung

- Beberapa angkot tetap beroperasi
- 2.602 sopir angkot diliburkan
- Hanya 38 trayek yang diliburkan
Bandung, IDN Times - Pemerintah Kota Bandung dan Provinsi Jawa Barat telah menginstruksikan agar angkotan kota (Angkot) tidak beroperasi dalam dua hari ini, 31 Desember 2025 dan 1 Januari 2026. Meski demikian, masih ada angkot yang tetap mengangkut penumpang termasuk di kawasan pusat Kota Bandung seperti Alun-alun atau daerah Dago.
Dari pantauan IDN Times, jalanan di pusat kota memang tidak begitu macet tanpa adanya angkot yang berhenti menaikkan atau menurunkan penumpang. Hanya ada beberapa angkot saja yang tak libur seperti jurusan Cadas-Elang, Riung Bandung-Dago, dan Kelapa-Dago. Jumlah angkot itu pun tidak banyak bisa dihitung jari.
Sementara itu, di Terminal Cicaheum terlihat puluhan angkot terparkir dan tidak beroperasi. Angkot berbagai jurusan terlihat menutup pintunya, dan tidak ada masyarakat yang menunggu angkot beroperasi.
1. Tak semua kebagian uang kompensasi

Salah satu supir angkot Cicaheum-Cileunyi yang masih beroperasi, Yaya, menuturukan bahwa dia dan beberapa supir lain masih menarik penumpang karena memang tidak ada arahan dari pemilik untuk berhenti. Sejumlah data yang diminta oleh dinas perhubungan sudah diberikan tapi tidak ada kejelasan uangnya masuk atau tidak.
"Saya kurang tahu karena tidak ada arahan untuk libur, jadi tetap narik," ujar Yaya, Rabu (31/12/2025).
Dia mengaku sudah mengetahui adanya larangan angkot beroperasi dalam dua hari ini. Namun, Yaya berpikir jika itu hanya untuk kendaraan yang masuk ke arah pusat kota.
Sedangkan untuk angkot jurusan Cicaheum-Cileunyi karena melintas di perbatasan tidak akan menimbulkan kemacetan bagi wisatawan yang berwisata di Kota Bandung.
"Kalau kita kan ke kabupaten arahnya jadi ga akan ke pusat kota. Nah kalau yang ke kota itu baru libur," ujarnya.
2. Ada 2.602 supir diliburkan saat tahun baru,

Sebanyak 2.602 sopir angkutan kota (angkot) di Kota Bandung akan diliburkan selama dua hari, yakni Rabu–Kamis, 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026. Hal ini diberlakukan untuk mengantisipasi kemacetan di pusat kota saat puncak perayaan malam Tahun Baru 2026. Sebagai kompensasi, para sopir angkot akan menerima bantuan sebesar Rp500.000 per orang.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Rasdian Setiadi mengatakan, kompensasi tersebut bersumber dari anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Besaran kompensasi Rp250 ribu per hari. Karena angkot diliburkan dua hari, maka setiap sopir menerima Rp500 ribu,” ujar Rasdian.
Dia menjelaskan, penyaluran kompensasi akan dilaksanakan pada Rabu, 31 Desember 2025, di Sport Center Arcamanik. Kegiatan dimulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB dengan sistem pembagian gelombang agar tidak terjadi antrean panjang.
“Jam kedatangan sudah dibagi per gelombang. Jadi tidak semuanya datang jam delapan pagi. Ini untuk menjaga ketertiban dan kelancaran,” jelasnya.
3. Hanya 38 trayek yang diliburkan

Menurut Rasdian, total angkot yang diliburkan mencakup seluruh trayek dalam Kota Bandung, yakni 38 trayek. Namun, kebijakan ini juga berkaitan dengan trayek lintas wilayah seperti ke Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat, sehingga melibatkan koordinasi lintas daerah.
“Kami sudah koordinasi melalui Zoom meeting dengan Dishub Provinsi Jawa Barat, bank bjb, Dishub Kota Bandung, Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat. Karena memang ada trayek yang melintas antarwilayah,” katanya.
Ia menambahkan, saat ini data penerima kompensasi masih dalam proses verifikasi oleh bank bjb. Bantuan tersebut hanya diperuntukkan bagi sopir angkot, bukan pemilik kendaraan.
Para sopir diwajibkan membawa KTP asli dan fotokopi untuk keperluan administrasi dan pengisian formulir. Selama dua hari peliburan tersebut, tidak ada angkot Kota Bandung yang beroperasi.
Dishub Kota Bandung pun menyiapkan langkah antisipasi lalu lintas selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Untuk pengamanan Nataru, Dishub menurunkan 706 personel yang dibagi dalam dua sif,” ungkap Rasdian.
Selain itu, Dishub juga bersinergi dengan kepolisian, TNI, Satpol PP, OPD terkait, serta unsur kewilayahan. Sejumlah titik rawan kemacetan menjadi fokus pengawasan, terutama kawasan pusat keramaian dan wisata seperti Jalan Asia Afrika, Jalan Ir. H. Juanda, kawasan Bandung Utara, serta Jalan Riau.
“Kami juga mengantisipasi di flyover Mochtar Kusumaatmadja. Kalau situasionalnya padat dan berpotensi macet, bisa dilakukan penutupan sementara,” ujarnya.
Rasdian mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk bersama-sama menjaga kondusivitas Kota Bandung saat perayaan Tahun Baru. Ia juga mengingatkan agar warga mematuhi aturan yang berlaku, termasuk larangan menyalakan petasan dan kembang api tertentu sesuai arahan pemerintah provinsi.
“Mudah-mudahan perayaan Tahun Baru di Kota Bandung berjalan aman, lancar, dan nyaman,” pungkasnya.


















